TAK AKAN MELEPASKAN

TAK AKAN MELEPASKAN
teman yang berbeda


__ADS_3

tak berhenti begitu saja ulah onar sang pembuat onar. Yunita yang tidak di perbolehkan untuk berangkat sekolah selama 2 Minggu menjadi jenuh karena dirinya tidak bisa berbuat onar seperti kegiatan yang biasanya ia lakukan saat di sekolah.


Karena dirinya yang sedang jenuh ingin mencari kesalahan sekecil apapun yang di lakukan orang-orang di sekitarnya Yunita pun mengikuti adu balap yang di adakan pada malam Minggu. Saat itu yang ikut dengan Yunita hanya si Reza karena Rifki dan Gilang sedang di kurung oleh ibunya alasannya karena tadi pagi Rifki dan Gilang berniat untuk membolos sekolah namun saat mereka sudah berada di luar kawasan sekolah ada guru BK yang tengah menunggunya di warung kopi merekapun di bawa kembali ke sekolahan dan orang tua Gilang dan Rifki di panggil untuk menemui kepala sekolah mereka.


Mereka berdua berasalan untuk menemui Yunita karena kangen dengan Yunita mereka pun akhirnya di beri hukuman ringan dari kepala sekolah karena tidak membuat onar seperti yang di lakukan Yunita. Gilang dan Rifki hanya di suruh untuk berlari-lari keliling lapangan upacara hanya lima putaran saja. Pati kalian bertanya kenapa Reza tidak ikut membolos dan kenapa dirinya mengetahui bahwa kedua sahabatnya itu terkena hukuman karena berusaha bolos dari sekolahan?? Reza itu adalah ketua OSIS jadi saat kedua solmetnya itu tengah merencanakan perbuatan yang buruk tadi ia tengah mengadakan rapat dengan para OSIS lainnya. Reza yang mendengar Gilang dan Rifki yang di hukum karena membolos pun tak kaget mendengar hal itu karena tadi pagi sebelum jam pelajaran berlangsung Meraka berdua berbicara tentang betapa rindunya mereka dengan sang bos mereka rela melakukan apapun demi bertemu dengan Yunita karena perempuan itu selalu membawa suasana yang cerita membuat Gilang Rifki dan juga Reza betah berada di sekolahan. Namun di saat perempuan bermarga Anderson itu tidak ada Gilang dan Rifki pun merasa kesepian dan membolos adalah jalan terbaik menurut Meraka berdua.


Reza terkekeh geli mengingat kejadian nyeleneh yang terdai sewaktu SMP dulu. Entah dirinya harus bersyukur karena memiliki teman-teman yang bar-bar tapi dirinya merasa senang berteman dengan mereka yang selalu ada di saat di butuhkan tidak seperti kebanyakan orang yang hanya mendekat ketika membutuhkan bantuan saja. Mereka bertiga beda Rifki Gilang dan juga Yunita itu berbeda dari orang-orang di luar sana walaupun mereka pembuat onar kelas kakap tapi mereka tidak akan pergi begitu saja ketika temannya tengah dalam masalah jika satu terkena masalah maka yang lain juga harus terkena masalah itulah prinsip mereka.


kurasa aku bersyukur memiliki teman seperti Meraka bertiga batin Reza berucap.


Yunita memandang aneh Reza yang tengah bengong sambil senyum-senyum sendiri. Tuh anak kenapa?? kesurupan kah?? batinnya berucap.


"za za za za za!" ucap Yunita sambil menggibas-nggibaskan tangannya di depan muka Reza membuat cowok blasteran Indonesia-Belanda itu terkejut walaupun sedikit.


"kenapa ya??" tanya Reza ketika sudah terbangun dari kejadian masa lalu di waktu SMP itu.


"idih seharusnya gw yang nanya itu ke Lo. Lo kenapa bengong trus apa apaan tadi Lo senyam-senyum sendiri kek orang gila aja sih?" tanya Yunita.


"ngga apa-apa kok gw cuma kepikiran kejadian-kejadian yang ada di SMP ya" ucap Reza .


"gw juga iya" jawab Yunita menyunggingkan senyum manisnya.

__ADS_1


"tapi ngomong-ngomong SMP gw jadi keinget temen sebangku Lo ta... Lo udah datengin dia belum??" tanya Reza.


mendengar pernyataan itu Yunita teringat jika sudah seminggu dia tak mengunjungi temannya itu. "belum sih mungkin ntar aja kalo kaki gw udah sembuh"


"gw ikut boleh ngga??" tanya Reza. Ia hanya ingin menenangkan Yunita saja pasti temannya itu akan menangis dan dia butuh sandaran jadi kapanpun itu ia siap untuk menjadi sandaran bagi perempuan bermarga Anderson itu. Bukan berarti dia menyukai Yunita namun Yunita sudah ia anggap seperti layaknya adik sendiri, dari dulu memang Reza menginginkan seorang adik perempuan yang sifatnya nyeleneh kaya Yunita ini jadi dia selama ini menganggap Yunita sebagi adiknya yang butuh pengarahan bagi dunia luar.


"boleh kok tapi jangan bilang ama Gilang dan Rifki ya ntar mereka malah berbuat yang ngga-ngga"


"ya tenang aja".


ketika mereka sedang asik mengobrol tiba-tiba terdengar suara mobil yang berhenti di depan rumah.


"hmmm.... kayaknya iya deh... Yaudah gw mau bukain pintu dulu" Yunita pun bangkit dari duduknya berniat berjalan ke arah pintu depan untuk menyambut kakaknya yang baru saja pulang namun niatnya ia urungkan karena Rifki lebih dahulu mencegahnya.


"kenapa ngga bibi sumi aja yang ngebukain pintunya??" tanya Rifki.


"bibi Sumi dah tidur dari tadi"balas Yunita.


"minggir Ki gw mau bukain pintu buat bang maul" Yunita pun mencoba pergi dari ruang tamu itu tapi lagi-lagi kakak sepupunya itu tak membiarkannya pergi.


"biarin gw aja yang bukain pintunya kaki Lo masih sakit ntar bang maul liat yang bukain pintu lo malahan ngamuk Ama gw ta" ucap Rifki mendorong Yunita untuk duduk kembali di sofa yang tadi di duduki oleh-nya.

__ADS_1


"yaudah deh Sono Sono pergi cepet kesel gw dari tadi ngga di bolehin pergi kemana-mana ama Lo Ki!" ucap Yunita sebal. ia mengembungkan pipinya menatap tajam Rifki yang tengah menatapnya dengan berkacak pinggang.


"kan itu juga demi kebaikan Lo juga ta udah ah kasihan bang Maulana nungguin gw pergi dulu jangan pergi dari sini okay ntar kalo Lo jalan-jalan gw yakin seorang rifki Prasetyo bakalan ngga ada lagi di dunia ini jadi jangan rewel ya jadi anak baik baik"ucap Rifki dengan cengiran andalannya, ia juga menepuk pelan puncuk kepala Yunita.


"iya Sono" usir Yunita.


"kalian berdua ngomongin apa sih??" tanya Gilang memandang mereka dengan pandangan bertanya.


Yunita menyipitkan matanya "kepo deh Lo "


"kepo itu menambah wawasan ta jadi lebih baik kita itu banyak banyak kepo ya ngga za??" ucap Gilang.


"hmm iya in aja deh" balas Reza.


"tuh kan denger Reza aja bilang iya jadi kepo itu menambah wawasan yang luas bagi kita"


"kita Lo aja kelez" Yunita membaringkan tubuhnya di sofa yang panjang.


"kalo bang maul udah teriak-teriak gw di bangunin yah" Yunita pun menutup matanya dengan menggunakan tangannya.


jangan lupa untuk like share and coment cerita ini dan jangan lupa untuk mengklik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini..

__ADS_1


__ADS_2