TAK AKAN MELEPASKAN

TAK AKAN MELEPASKAN
konyol


__ADS_3

tiba-tiba jantung Yunita berdegup kencang serta keringat dingin uang dia rasakan semakin menjadi-jadi menandakan bahwa cewek bermarga Anderson itu tengah dirundung rasa gugup yang menyerang tubuhnya.


Yunita menelan ludahnya kasar, mata hazelnya melihat Afandi yang tengah menatapnya dengan mata onyx yang sekali lagi membuatnya terpana oleh kecantikan mata sekelam langit malam itu.


dengan memakai pakaian kemeja berwarna putih yang digulung hingga ke sikut, celana berwarna hitam panjang, wajah yang rupawan disertai mata hitam jelaga yang sangat memikat sudah bisa membuat cewek bermarga Anderson itu terpaku olehnya.


Afandi berdehem pelan guna membuyarkan lamunan yunita.


"bagaimana jika kita tanding??"


Yunita mengerutkan dahinya.


"maksud Lo??"


Afandi melemparkan bola basket kearah Yunita dan dengan sigap cewek bersurai cokelat muda itu menangkap bola yang akan mengarah ke wajahnya.


"kau sedari tadi hanya main sendirian memasukkan bola itu kedalam ring seperti seorang yang tidak memiliki tujuan hidup sama sekali. jadi, aku menawarkan diriku sendiri untuk bertanding basket dengan mu bagaimana??"


Yunita masih mengerutkan keningnya bingung di dalam hatinya bertanya kenapa Afandi bisa mengetahui dirinya disini?? apakah dia seorang cenayang sekarang??.


"by the way...Lo kok tahu gw ada disini??"


Yunita menyilangkan tangannya didepan dada menatap Afandi menantikan jawaban yang akan keluar dari mulut manisnya itu.


Afandi memasukkan tangannya kedalam saku celananya, bibirnya menyunggingkan senyum tipis dia mengisyaratkan dagunya menunjuk ke belakang dimana Rifki berada.


Yunita menatap Rifki sengit. dasar kakak sepupu laknat!.


"jadi bagaimana?? apakah tawaranku tadi bisa dipertimbangkan??"


"oke kita tanding"


"kau selatan aku Utara"


Afandi berjalan mendekat kearah Yunita.


"oke"


"baik dalam hitungan ketiga bola ini bakalan gw gw lempar..."

__ADS_1


1..


2...


3...


Yunita melemparkan bola basket ke udara, dan dengan cepat mereka berdua meraih bola basket itu, namun ketika Yunita secenti lagi akan mendapatkan bola itu terlebih dahulu Afandi mengambilnya.


"tangan pendek"


matanya terbelalak mendengar jelas jika lawannya itu sedang mengejeknya bibirnya mengerucut dan juga menyumpahi orang yang berani mengatainya tangan pendek.


Yunita langsung berlari mengejar Afandi yang berhasil mengambil bola basket itu dan tengah mendribel bola itu menuju ring.


dengan cepat tangan mungil Yunita merampas bola yang sedang di drible oleh Afandi.


setelah mendapatkan bola basket itu Yunita berlari sambil mendribble bola itu menuju ke depannya dimana ring milik Afandi berada, namun ketika Yunita akan memasukkan bola basket kedalam ring itu dari arah samping ada seseorang yang mengambil dan ternyata itu adalah afandi.


"jika kau berdiam diri disana dan tak mengejar ku kau pasti akan kalah Yunita"


setalah mengatakan itu Afandi berlari mendribble bola basket ke arah ring bagian selatan.


"s**l! ganteng-ganteng tapi nyebelin banget sombong amat gw bakalan buktiin kalo yang bakalan menang itu gw awas aja Lo ndi!"


"larinya cepet banget dia itu orang bukan sih??"


Yunita berusaha menggapai bola basket yang tengah didribble oleh Afandi dan...


hup!..


Yunita berhasil mengambil bola itu dari genggaman Afandi, bibirnya pun menyunggingkan senyum kemenangan dia sangat yakin jika dia akan memenangkan pertandingan ini dan dia bisa membuat seorang pria tampan yang menjadi incarannya itu terpaku oleh kelihaiannya dalam bermain basket.


namun, takdir berkata lain kaki Yunita menginjak kulit pisang yang berada di lantai dan hal itu membuat dirinya terpeleset dan sebentar lagi tubuhnya itu akan terjatuh kebelakang jika saja sebuah tangan kekar menangkap pinggangnya.


onyx bertemu dengan hazel.


sang hazel menatap mata onyx itu dengan pandangan yang mendamba hazel itu lagi-lagi mengagumi keindahan mata sekelam langit malam itu, lagi-lagi Yunita tak bisa mengelak jika dirinya terpaku oleh keindahan mata sekelam langit malam itu untuk kesekian kalinya.


wajah Yunita memerah mengetahui kenyataan bahwa mukanya sangat dekat dengan Afandi, ia bisa merasakan hembusan nafas Afandi yang menerpa wajah ayunya itu.

__ADS_1


oke lagi-lagi nih cowok ngebuat gw jadi deg degan gw rasa gw udah mulai beneran jatuh cinta sama cowok bermata onyx yang si****nya adalah guru di sekolah yang gw tempati ini.


tatapan afandi berubah menjadi khawatir ketika menyadari bahwa Yunita yang hampir saja terpeleset oleh kulit pisang.


"apa kau baik-baik saja??"


suara bariton itu membuyarkan lamunannya, cewek bernama Yunita Anderson itu langsung menjauhkan dirinya dari Afandi.


"iya..."


Yunita mengalihkan pandangannya ke segala arah asalkan tidak menatap mata hitam jelaga itu. rambutnya ia selipkan ke telinganya lagi-lagi jantungnya tidak bisa diajak untuk bekerja sama Yunita yakin jika wajahnya sekarang berubah menjadi berwarna merah seperti kepiting rebus.


s**l jantung gw!!!.


Rifki yang tengah asik memainkan handphonenya itu di kejutkan oleh Afandi dan Yunita yang tengah sengit bertanding bola basket.


sejak kapan mereka tanding??.


sebenarnya Rifki akan menghampiri mereka berdua dan berniat menghancurkan acara tanding basket antar guru dan murid itu. namun, niatnya ia urungkan ketika melihat adegan romantis yang baru saja terjadi dihadapannya itu.


dengan cepat ia mengambil handphone miliknya dan memfoto adegan romantis antara gurunya dan juga adik sepupunya itu dan dia berniat membagikan foto itu kedalam grup miliknya.


mueheheheh kalian berdua bakalan jadi topik pembicaraan nanti malem hehehe.


.


.


.


Yunita mengigit bibir nya menghalau rasa gugup yang berlebih karena adegan romantis yang dilakukanya tadi bersama Afandi.


duh please jantung kompromi yah jangan dag dig dug Mulu kalo kaya gini caranya gw bisa kena serangan jantung huweeeee.....


ketika cewek bermata hazel itu tengah asik menenangkan detak jantungnya yang menggila karena ulah lelaki yang bernama Afandi itu Yunita di kejutkan lagi oleh ulah Afandi yang tiba-tiba menggendongnya ala bridal style dan lagi-lagi hal itu membuat jantung Yunita bergerak lebih kencang untuk kesekian kalinya.


"turunin gw!!! kan udah gw bilang gw ngga apa-apa jadi turunin gw please"


cewek berumur 15 tahun itu meronta-ronta berusaha melepaskan dirinya dari gendongan Afandi namun seperti yang kalian ketahui bahwa sekuat-kuatnya perempuan masih tetap akan kalah dengan Tenga laki-laki dan pada akhirnya Yunita pun berhenti meronta dia menyerah dengan keadaan lagipula energi Yunita sudah terkuras sangat banyak dan hal itu membuatnya lemas dan malas secara bersamaan.

__ADS_1


biarlah laki-laki tampan itu membawanya entah kemana dia tidak akan meronta lagi sudah cukup tenaganya terkuras oleh permainan basket tadi ia tak ingin sisa tenaganya habis karena memberontak seperti tadi.


jangan lupa untuk like share and coment cerita ini ya guys dan jangan lupa untuk mengklik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini... karena novel tak akan melepaskan akan update setiap hari loh...


__ADS_2