
manis dan dingin itulah yang dirasakan oleh Yunita ketika merasakan eskrim yang sedang ia makan.
matanya melirik sebentar Afandi yang sedang menelepon seseorang. Entah itu siapa tapi sepertinya itu sangat penting sehingga Afandi langsung mengangkatnya.
Yunita menggendikkan bahunya, entahlah penting atau tidak penting itu bukan urusanya juga.
bibirnya tersenyum tipis melihat ke arah beberapa boneka yang ia dapatkan dari Afandi, karena lelaki tampan itu berhasil memenangkan beberapa permainan di pasar malam itu.
tangan kirinya mengambil boneka panda yang sangat imut, ia mendapatkannya karena Afandi memenangkan sebuah permainan di pasar malam itu.
dari banyak boneka yang ia dapatkan dari Afandi. Boneka panda lah yang paling menarik perhatiannya.
dia memang menyukai boneka panda dan dia juga memiliki banyak boneka panda yang berada di lemari kaca miliknya,tapi Yunita merasa boneka panda yang satu ini berbeda dari boneka panda yang lainnya.
Yunita merasa jika matanya tak asing dengan boneka ini, ia merasa pernah memiliki memiliki Boneka ini sebelumnya dan juga hati kecilnya menerka-nerka jika boneka panda ini menyimpan sesuatu hal yang besar yang akan membuat dirinya tahu tentang masa lalu miliknya yang belum dia ketahui.
konyol.. yang benar saja .. mungkin Lo terlalu banyak baca novel bergenre romantis itu, mana mungkin boneka panda ini memiliki kenangan masa lalu Lo hilang .. yang bener aja kelez. oke otak gw udah konslet lebih baik gw kurangin aja baca tuh novel dari pada gw jadi tambah ngga waras.. membayangkan dirinya yang bertemu dengan seorang pangeran berkuda putih miliknya karena boneka panda itu yang membuat dirinya di pertemukan oleh pangeran berkuda putih itu, dan ternyata pangeran berkuda putih itu adalah cintanya yang hilang karena ingatannya yang hilang beberapa tahun yang lalu membuatnya tak mengingat tentang pangerannya itu. dan pangeranku itu mengajakku untuk hidup bersama sampai tua nanti selamanya.... oke jika seperti ini gw persis seperti author di luar sana yang pandai membuat cerita... batin Yunita berucap.
entahlah dia lebih memilih untuk melanjutkan kegiatannya yang tengah menikmati eskrim rasa vanilla miliknya itu.
gadis itu sangat menyukai boneka panda ini mungkin dia akan menyimpan boneka itu dikamarnya dan akan membagikan boneka-boneka yang lainnya kepada yayasan panti asuhan yang sudah sering ia kunjungi.
Yunita terkekeh pelan.
panda...Afandi.... mereka terdengar sangat mirip.
gila memang jika Yunita menganggap seperti itu tapi mau bagaimana lagi kata hatinya yang berucap dan juga Afandi sering menadapat panggilan pandi dari teman-temannya dan hal itu membuat Yunita menyimpulkan nama mereka sama.
"mau menaiki bianglala??"
Afandi telah kembali dan duduk di sampingnya.
mata onyx itu yang bisanya menatap orang tajam kini melembut ketika menatap Yunita.
"iya" Yunita menganggukkan kepalanya.
gadis bersurai cokelat muda itu menoleh kesamping.
"kenapa??"
Yunita menyeritkan alisnya melihat Afandi yang terus menatapnya tanpa berkedip , dan hal itu membuat bungsu Anderson itu salah tingkah apalagi ketika wajah lelaki tampan di sampingnya itu terpaut sangat dekat dengannya.
__ADS_1
tangan kekarnya terulur untuk membersihkan sisa eskrim yang menempel di sudut bibir Yunita.
deg deg.
hazel bertemu dengan onyx untuk beberapa saat, kedua mata itu saling mengagumi keindahan ciptaan tuhan satu sama lain.
sang hazel terjebak oleh keindahan mata sekelam langit malam yang membuatnya terpaku untuk kesekian kalinya dengan mata indah itu.
deg deg.
jantungnya berdegup kencang dan wajahnya memerah, mendapatkan perilaku yang manis dari seorang laki-laki membuat Yunita menjadi malu dibuatnya apa lagi jika seseorang itu adalah laki-laki yang menghinggapi hatinya.
jantung gw!! innernya berteriak.
Afandi tersenyum tipis melihat ekspresi lucu gadis di hadapannya itu.
ia menjauhkan dirinya dari Yunita, mata onyxnya masih menatap wajah Yunita yang tersimpul malu karena mendapatkan perlakuan manis darinya.
dengan gemas afandi mencubit pelan hidung mancung Yunita membuat gadis bermata hazel itu mengaduh kesakitan.
"aww sakit tahu"
yunita mengusap hidungnya pelan, matanya melirik jengkel seorang yang berani mencubit hidungnya.
"aku minta maaf"
"oke gw maafin tapi gendong gw menuju ke bianglala"
Yunita menyunggingkan senyumannya.
ngga bakalan berani dia batinnya berucap.
Yunita di kejutkan dengan melayang dan ternyata pelakunya adalah Afandi lelaki itu tak malu untuk menggendong dirinya di depan umum apa lagi lelaki itu menggendongnya ala bridal style bukannya malu lelaki itu malah menyunggingkan senyum kearahnya.
d**n it!.
niatnya untuk membuat Afandi malu hangus seketika bukannya membuat Afandi malu malahan dia sendiri yang malu sungguh ia ingin menghilang saja dari muka bumi ini dari pada melihat tatapan orang-orang yang menatap kagum pada dirinya dan Afandi.
"Afandi turun gw....."
Yunita menatap Afandi dengan tatapan memohon.
__ADS_1
"kau bilang jika aku menggendong mu aku akan mendapatkan maaf darimu yasudah aku hanya menuruti perintah mu saja"
"gw udah maafin Lo jadi turunin gw"
seakan tuli bukannya menuruti perintah Yunita Afandi malah tetap berjalan menggendong Yunita menuju ke bianglala tanpa memperdulikan tatapan mata para pengunjung di situ.
"Afandi! turunin gw please.... mereka menatap kita... kita menjadi pusat perhatian"
matanya menatap orang-orang yang menatap kagum dan iri dirinya karena bisa digendong oleh lelaki setampan afandi.
"kau menyuruhku untuk menggendong mu sampai ke bianglala akan ku turuti keinginanmu jadi jangan memberontak seperti itu kau akan jatuh jika seperti itu "
ingatkan dirinya agar menjauh dari guru tampannya itu.
ia sangat malu sekarang semua orang mengira pasti mereka berdua adalah pasangan kekasih yang tengah kasmaran sehingga bisa berbuat seperti ini.
mau taruh dimana mukaku yalord batinnya nelangsa.
karena sebentar lagi mereka akan sampai ketempat bianglala berada Yunita pun memilih untuk diam tak mengeluarkan sepatah kata apapun dan tak juga memberontak seperti tadi dia sudah lelah karena seharian ini energinya terkuras habis oleh orang-orang di sekitarnya.
Afandi meletakkan Yunita ketempat duduk.
matanya melihat Yunita yang menatapnya kesal.
ngeselin banget sumpah nih orang! untuk sayang kalo ngga gw buang aja ke lautan batinnya kesal.
"jangan memasang ekspresi kesal seperti itu kita sudah berada di bianglala"
"lalu??"
Yunita mengerutkan keningnya.
"kau suka naik bianglala bukan?? jadi jangan memasang wajah seperti itu"
Afandi menatap lembut Yunita. Yunita mengerutkan keningnya bagaimana gurunya itu mengetahui jika dia sangat menyukai naik wahana bianglala??.
"bagaimana Lo bisa tahu kalo gw suka naik bianglala??"
Afandi langsung menoleh ke depan dia meruntuki kebodohannya yang selalu keceplosan di hadapan Yunita.
s**l!.
__ADS_1
jangan lupa untuk like share and coment cerita ini ya guys dan jangan lupa untuk mengklik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini..