
Yunita memarkirkan sepedanya setelah itu dia berjalan masuk kedalam supermarket untuk membeli beberapa bahan masakan yang bibi Sumi suruh.
kakinya melangkah mencari bahan-bahan itu, ia cukup kebingungan dengan letak bahan-bahan itu wajar karena baru kali ini dia membeli bahan-bahan masakan.
"ck ini cari dimana sih! kenapa susah banget nyarinya udah lima belas menit masih aja kebingungan cari bahan-bahan ini! kalo kaya gini caranya mending gw minta pak Juno yang beli aja"
Yunita memandang sengit secarik kertas yang bertuliskan beberapa barang yang akan ia beli namun, sudah hampirĀ setengah jam ia berkeliling mencari bahan-bahan yang tertulis di kertas itu namun Belum satupun dari barang-barang itu yang bisa Yunita temukan.
"hah! padahal gw biasa beli eskrim di sini tapi gw masih aja ngga tahu letak bahan makanan yang ada di kertas ini arghhhh pusing gw!!!"
Yunita berencana untuk pergi saja dari tempat perbelanjaan itu lebih baik dia menyuruh pak Juno yang membeli bahan-bahan itu ia sungguh tidak tahu dimana letak bahan makanan itu, sebenarnya dia ingin meminta tolong kepada pegawai di tempat itu tapi dia terlalu malas berbicara dengan para pegawai disini karena rata-rata semua pegawainya adalah laki-laki yang pastinya akan menggoda dirinya jika dia meminta bantuan kepada mereka.
namun, langkahnya terhenti ketika mendengar suara bariton dari arah belakangnya.
"sepertinya kau butuh bantuan gadis kecil"
gadis bersurai cokelat muda itu membalikkan badannya dan ia cukup terkejut melihat Afandi yang tengah membawa keranjang berisikan makanan manis.
"Afandi?? ngapain Lo ada di sini??"
Afandi mengangkat keranjang belanjaanya.
"membeli beberapa makanan manis"
Yunita mengerutkan keningnya, ia berfikir Afandi itu tipikal pria yang tidak suka makanan manis-manis namun sebaliknya lelaki itu bahkan membeli beberapa makanan ringan dan rata-rata semua itu mengandung gula yang banyak.
seperti mengerti apa yang tengah Yunita fikirkan Afandi langsung menjelaskan kenapa dia membeli banyak makanan manis itu.
"ini semua untuk Thomas karena dia merengek meminta makanan ini"
Yunita ber'oh'ria mendengar perkataan Afandi.
"hey kau belum menjawab pertanyaan ku"
"aaa yang mana??"
"kau seperti kebingungan mencari sesuatu kurasa aku bisa membantumu mencarikannya"
Yunita terdiam sejenak.
"mmmm... oke deh ini "
ia menyerahkan secarik kertas itu kepada Afandi.
Afandi membaca isi di dalam kertas itu sebentar.
ia menyunggingkan senyum tipis.
"berapa lama kau mencari semua ini??"
Afandi memandang geli Yunita.
Yunita menggaruk tengkuknya sambil cengengesan.
__ADS_1
"setengah jam lebih mungkin"
Afandi terkekeh pelan.
"baiklah kita cari semua barang-barang itu"
Yunita mengekori Afandi yang tengah mencari bahan belanjaannya itu.
skiptime.
"mmm Afandi makasih ya udah bantuin gw cari bahan-bahan ini"
Yunita tersenyum lebar.
"hn.... apa kau akan langsung pulang??"
"mm iya memangnya kenapa??"
"sebenarnya ada hal yang ingin aku katakan kepadamu...."
"apa itu..?"
Afandi menyenderkan tubuhnya di mobilnya tak lupa kedua tangannya ia masukkan kedalam saku celananya.
"Thomas ingin kau datang ke rumahku dia bilang dia merindukanmu"
mendengar kata Thomas entah mengapa membuat bungsu keluarga Anderson itu langsung membalikkan badannya dan memandang Afandi yang tengah juga tengah memandang dirinya.
"Thomas kangen sama gw??"
"benarkah aaa... gw juga rindu sama Thomas.. apa gw boleh ke sana sekarang juga??"
Afandi bersorak gembira karena Yunita ingin datang ke rumahnya, ternyata permintaan dari keponakannya itu membuahkan hasil.
"tentu saja "
"tapi gw nganter ini dulu ke rumah"
Yunita menunjukkan kantong belanjaannya.
Afandi melirik kearah galih tangan kanannya mengkodekan untuk mengambil kantong belanjaan itu.
"serahkan saja pada galih dia yang akan mengantarkan itu kerumahmu"
"ta...tapi..."
"tidak apa-apa nona biarkan saya saja yang mengurus ini"
galih mengambil kantong belanjaan Yunita lalu tak lupa ia juga memasukkan sepada yang Yunita naiki tadi kedalam mobil berwarna putih.
"tuan saya undur diri"
setelah mengucapkan itu galih pun pergi meninggalkan Yunita dan Afandi.
__ADS_1
Afandi menjawab panggilan telepon dari Thomas.
"paman!!!!! kenapa lama sekali ... aku kan lapar tahu.."
terdengar suara cempreng dari keponakannya itu, Afandi memijat pelan pangkal hidungnya.
"Pama akan sampai sebentar lagi... makanlah makanan yang sudah di pesan oleh galih tadi jangan merengek terus"
"makanan itu tidak enak aku ingin makan masakan yang paman masak..."
Yunita mendekati Afandi yang sedang berbicara dengan Thomas lewat telepon.
"apakah itu Thomas??" tanya Yunita lirih.
Afandi mengangguk sambil menaruh jari telunjuknya di depan bibirnya guna memberi tahukan kepada Yunita agar tak bersuara dia berencana membuat kejutan kepada keponakannya itu dengan membawa Yunita kerumahnya.
"dasar cerewet....baiklah paman akan sampai sebentar lagi duduklah di ruang tv jangan pergi kemana-mana, jika sampai kau tidak ada saat aku sampai aku pasti akan terkena semprot oleh ayahmu itu"
Yunita terkekeh geli melihat paman dan keponakan yang sedang berbicara lewat telepon itu, ia tak menyangka bahwa Afandi akan sangat cerewet jika berbicara dengan Thomas.
Afandi memasang wajah datar ketika melihat Yunita yang terkekeh geli memandang dirinya.
s**l image ku....
"paman tenang saja aku akan tetap di sini dan tidak akan pergi kemana-mana tapi asalkan paman membuatkan banyak makanan nanti untukku"
"tapi awas saja jika kau tidak ada di rumah saat aku pulang nanti"
"tenang saja paman aku ini anak yang penurut"
anak penurut?? yang benar saja.. batin Afandi berucap.
"baiklah paman aku tutup telfonnya dulu aku menunggumu kembali, aku ada di ruang tv jika kau ingin tahu bye bye paman..."
panggilan telepon berakhir, Afandi langsung memasukkan ponselnya kedalam saku celananya.
"apakah kita akan pergi sekarang??"
Yunita bertanya dengan muka yang sumringah dia sangat merindukan Thomas jadi ketika dirinya mendapatkan ajakan untuk menemui Thomas ia langsung menyetujuinya.
"iya..."
Afandi melihat jam yang bertengger di tangannya.
"kita harus cepat jika tidak Thomas akan membuat ruang kerjaku seperti kapal pecah"
Yunita tersenyum.
"baiklah
mereka berdua pun langsung masuk kedalam mobil berwarna hitam fanta itu dan mobil itupun melesat dengan kecepatan sedang membelah jalanan yang di penuhi oleh para pengendara motor dan mobil lainnya.
mata berwarna cokelat muda itu tak henti-hentinya melirik kearah lelaki tampan yang tengah fokus menyetir, seulas senyum terukir di bibirnya melihat Afandi dengan tatapan tajamnya tengah fokus melihat kearah depan.
__ADS_1
yaampun dia tampan banget.... boleh ngga sih dia jadi milikku??..
jangan lupa untuk like share and coment cerita ini ya guys dan jangan lupa untuk mengklik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini...