
jam menunjukkan pukul setengah sebelas malam waktu yang tepat untuk mengistirahatkan tubuh yang lelah karena telah beraktivitas seharian tapi, tidak dengan anak bungsu keluarga Anderson yang bernama Yunita Anderson.
perempuan berumur lima belas tahun itu tengah menunggu kakak dan bibinya tertidur Lelap agar bisa melancarkan aksinya yaitu kabur dari rumah dan pergi ke tempat dimana balapan motor di adakan.
walaupun keadaan diluar sana yang sangat dingin tidak membuat dirinya ingin menolak ajakan dari devano.
Yunita sudah siap dengan dandanan kasual ala kadarnya.
Jaket berwarna pink yang tidak ke besaran di tubuhnya, celana jeans berwarna hitam sobek-sobek di bagian lututnya dan tak lupa dengan topi yang biasa menemaninya ketika dirinya pergi jalan-jalan apa lagi sepatu sneakers berwarna pink miliknya membuat dandanan cewek bermarga Anderson itu sempurna.
Walaupun dirinya tidak memoleskan wajahnya dengan makeup karena Yunita termasuk cewek yang ngga suka dandan tapi tak mengurangi kecantikan dari wajah cewek pembuat onar di sekolahnya itu.
bibirnya menyunggingkan senyum manisnya.
hari ini dia berharap bisa memenangkan pertandingan balap liar itu karena cewek itu sungguh muak dengan cowok yang bernama devano karena cowok itu selalu saja menantangnya adu balap motor walaupun pada akhirnya Yunita lah menang itu tidak membuat cowok yang pernah menjadi teman sekelas Yunita itu menyerah.
Entahlah apa yang merasuki diri devano sehingga membuat cowok itu ingin sekali memenangkan pertandingan balap yang ia mulai duluan.
"dasar cowok aneh" itulah yang bisa Yunita deskripsikan untuk cowok yang bernama devano itu.
"malam ini gw pasti menang dan mungkin ini terakhir kalinya gw balapan Ama cowok gila itu sumpah walaupun dia ngejek gw nantinya gw ngga bakalan terima tantangan orang gila kaya dia" gerutu yunita.
ketika dirinya sedang kesal karena si gila devano tiba-tiba handphone miliknya berdering menandakan ada panggilan masuk.
cewek berambut berwarna cokelat muda itu langsung mengambil handphone miliknya yang ada di meja belajar dan melihat siapakah gerangan yang menelfonnya.
tertera nama Rifki kacung setia di ponselnya tanpa menunggu lama ia pun menjawab panggilan telepon dari Rifki Prasetyo.
"Ki ada apa??"tanya Yunita.
"halo ta gw ama anak-anak udah standby di tempat yang tadi Lo omongin" ucap Rifki di sebrang sana.
"oke oke tunggu di situ aja gw mau kesitu paling sepuluh menit lagi gw bakalan nyampe" jawab Yunita sambil mengamati keadaan di sekitarnya.
"tapi ta bukannya motor Lo di titipin ke bengkel deketnya tempat balapan yah gimana Lo mau ke sini nantinya??" tanya Rifki membuat Yunita kebingungan.
bener juga si Rifki hmmm gimana ya... batin Yunita berucap.
__ADS_1
"iya sih tapi emang ada yang mau jemput gw??" tanya Yunita sambil milirk ke arah jam dinding.
"mmm kaya gini aja deh biar gw yang jemput Lo gimana??"tawar Rifki.
"boleh sih tapikan Lo pake motor ninja Ki suaranya ituloh bisa bikin orang rumah bangun Lo mau ngebangunin bang maul??" tanya Yunita.
"ngga lah gw masih cinta sama nyawa gw.... hmmm gimana yah..."
tiba-tiba terlintas di pikiran Yunita tentang sesuatu ide.
"Ki disitu ada yang bawa motor b**t ngga??"tanya Yunita antusias.
"ada di Yudi kenapa emangnya??"
"Lo itu b**o atau g***g sih?? ya buat dipake lo lah"
"buat di pake gw??"
yallah kenapa di saat seperti ini otak si jenius Rifki harus konslet yaAllah kenapa?!! batinnya geram.
"buat jemput gw b**o kan tuh motor ngga berisik kalo di pake ya mending pake tuh motor dari pada pake motor ninja"balas Yunita kesal.
"oke oke... hati-hati jangan sampe ketahuan bang maul ntar bisa berabe"
"iya iya tenang aja udah dulu nih nelfonnya"
panggilan telepon pun terputus secara sepihak oleh Yunita.
cewek yang memiliki julukan bos besar oleh teman-temannya menatap pantulan dirinya di depan cermin yang panjang dan lebar. Yunita menghembuskan nafasnya kasar.
Firasat buruk yang biasa menimpa dirinya sebelum kejadian tidak mengenakkan kini menggerogoti tubuhnya.
Dia sudah tahu melakukan hal yang di larang oleh kakaknya pasti akan berdampak buruk bagi dirinya tapi jika dia tidak menerima tantangan itu bisa di pastikan dia dan anak buahnya bakalan menerima ejekan yang pedas dari cowok yang bernama devano itu.
Ia tak ingin harga dirinya serta harga diri temannya akan anjlog seketika karena menolak tantangan si Devano.
"oke semuanya udah siap tinggal gw cabut dari rumah aja.... (Yunita memejamkan matanya erat ia juga menaruh kedua tangganya di depan mukanya berdoa kepada Allah agar bisa mengampuni sikapnya yang sudah di luar batas) yallah maafin aku.... aku tahu aku salah tapi ini juga demi harga diri kita semua"ucap Yunita.
__ADS_1
Yunita pun melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya dan berjalan menuruni tangga. Mata hazelnya yang besar mengamati keadaan si sekitarnya. clear fikirnya.
"oke di sini aman gw tinggal ngecek di kamar bang maul apa dia udah tidur atau belum" ucap Yunita melangkahkan kaki rampingnya menuju ke kamar kakaknya.
ketika cewek itu sudah berada di pintu kayu bercat hitam lebih tepatnya kamar milik Maulana a.k.a kakaknya Yunita Andesron.
Yunita menempelkan telinganya di depan pintu kayu bercat hitam itu. tak lupa tangan mungilnya membuka perlahan-lahan kenop pintu itu.
matanya melihat Maulana yang sudah tertidur pulas di ranjangnya.
bibirnya menyunggingkan seringainya yang menawan. oke langkah selanjutnya tinggal cabut dari rumah batin Yunita berucap.
tangan Yunita menutup pintu bercat hitam itu dengan sangat perlahan karena takut suara sedikit saja akan membangunkan singa yang sedang tidur singa a.k.a Maulana.
Karena jika Maulana bangun dan mengetahui rencana Yunita untuk tanding motor dengan devano bisa di pastikan semua orang yang terlibat dalam balap motor itu akan mengucapkan selamat tinggal kepada dunia untuk terakhir kalinya.
kedua kaki rampingnya berlari menuju ke pintu depan dengan pelan karena ia takut jika tindakannya itu akan membangunkan bibi serta abangnya itu.
setelah bisa keluar dari kediamannya Yunita langsung menghubungi Rifki dan tanpa menunggu lama cowok yang menyandang status Joker itu langsung menjawab panggilan teleponnya.
"halo Ki gw udah ada di depan rumah" ucap Yunita sesekali kepala cokelat mudanya menengok ke belakang guna melihat keadaan di sekitarnya aman tak ada kehadiran si setan merah a.k.a kakaknya Maulana Anderson.
"iya iya gw bentar lagi nyampe" balas Rifki dengan suara yang di keraskan karena sepertinya cowok itu sedang ada di dalam perjalanan.
"Lo pake motor b**t kan??" tanya Yunita.
"iya tenang aja gw pake motor itu kok gw ngga mau ngebangunin singa yang lagi tidur gw bisa nyadar diri kelez"
"iya iya tapi Lo Kudus cepet dateng ke sini ya kalo ngga gw ngga bisa ikut balap motor"
"iya iya dua menit lagi gw nyampe"
"yaudah gw tunggu hati-hati jangan oleng"
"hmmm ... assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
__ADS_1
panggilan pun terputus Yunita langsung mencari tempat duduk terdekat untuk mendudukkan tubuhnya yang lelah karena seharian tidak istirahat.
jangan lupa like share and coment cerita ini ya guys dan jangan lupa untuk mengklik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini....