TAK AKAN MELEPASKAN

TAK AKAN MELEPASKAN
dimana ini??


__ADS_3

*lolongan serigala hutan memenuhi Indra pendengarannya. Seorang gadis cantik terlihat terikat di sebuah kursi kayu yang sudah usang dan berdebu. Tubuh gadis kecil itu di hiasi oleh beberapa luka ringan yang belum mengering. tangan dan kaki mungilnya itu terikat dengan tali sehingga tak dapat bergerak sedikitpun. mata hazel milik gadis itu berkaca-kaca melihat ke sekelilingnya yang sangat gelap, ruangan itu hanya diterangi oleh cahaya rembulan malam. tempat itu sangatlah kotor terdapat banyak debu memenuhi ruangan itu dan bau anyir yang sangat kuat menusuk hidung gadis kecil itu. sehingga membuat gadis itu enggan untuk bernafas lebih baik ia menahan nafasnya terlebih daahulu dari pada lebih memilih untuk menghirup debu bercampur darah yang akan membuatnya mual. ia ingin berteriak meminta pertolongan namun, mulutnya di sumpah dengan kain sehingga gadis kecil itu tidak bisa berteriak meminta pertolongan.


Badannya bergetar hebat. Cairan bening hangat yang keluar dari manik hazelnya itu membasahi pipinya chubby.


"bunda.... ayah.... abang... Tolong aku. Ita takut sendirian..." batinnya berucap ketakutan.


"dimana ini kenapa aku bisa ada disini?? tempat ini menyeramkan... aku ingin pulang aku takut sendirian kumohon siapapun tolong aku*"


suasana di ruangan itu yang tadinya sunyi tiba-tiba *menjadi gaduh karena beberapa orang yang tiba-tiba muncul di balik pintu besi yang dibuka secara kasar.


BRAK!


pintu terbuka secara kasar sehingga membuat gadis bermata hazel itu tambah ketakutan. Mata cantiknya menangkap empat orang bergenre laki-laki berpenampilan seperti preman itu berjalan mendekatinya.


"mmmmmm!!!!!!!!!" teriaknya tertahan.


kepala cokelat mudanya menggeleng-geleng meminta kepada ketiga laki-laki itu tidak mendekatinya, dirinya sungguh takut walaupun ia masih berusia di bawah umur tapi, perempuan bersurai cokelat muda itu tahu bahwa keempat laki-laki itu berniat buruk kepadanya.


tak menggubris teriakan tertahan dari gadis kecil itu. Mereka berempat malah menyunggingkan seringainya yang sangat menyeramkan.


"hey jangan takut kami tidak akan menyakitimu adik manis" lelaki bersurai putih itu menyunggingkan senyumnya yang lebar bukannya membuat gadis kecil itu merasa tenang senyuman itu malah membuatnya menjadi tambah takut kepada keempat orang itu.


"hey Yonatan jangan menakutinya seperti itu" ucap laki-laki botak berkumis lebat yang tengah memegang hand gun.


"hey kau fikir mukaku ini menyeramkan apa?!" ucap lelaki yang bernama Yonatan itu kesal.


"memangnya kau berharap apa heh"

__ADS_1


"apa kau!..."


"hey sudahlah kalian berdua jangan seperti anak kecil saja*!"


*lelaki berperawakan tinggi dan berambut sepak itu menatap kedua temannya jengah.


"bukan aku yang memulainya si Fin dulu yang memulainya okey"


"enak saja kau yang memulainya bukan aku*!"


"*diamlah! aku sedang menerima telfon dari bos jadi kalian berdua harus diam jika tidak aku akan mengikat kalian berdua. Jack ikut aku" lelaki bermata sipit itu berjalan ke arah balkon di ikuti oleh lelaki berperawakan tinggi di belakangnya.


"hey kalian berdua jaga gadis itu jangan biarkan dia kabur mengerti aku dan Alex akan berbicara dengan si bos" ucap lelaki berambut cepak itu.


"tenang serahkan saja kepada kami berdua lagian kita hanya menjaga gadis kecil yang tak berdaya mana mungkin dia bisa kabur*"


"mana mungkin bisa kabur gadis kecil yang lemah ini mana mungkin bisa kabur"


"sudahlah jangan urusi omongan Jack kita bersantai saja sambil menunggu perintah dari bos"


lelaki bernama Yonatan dan Fin itupun duduk di sebuah meja kayu yang panjang sambil bermain kartu seperti yang biasa di lakukan mereka berdua ketika beristirahat seperti ini.


gadis kecil itu menahan tangisannya supaya tidak membuat dua orang dewasa itu tidak melukainya lagi.


"yaallah tolong aku!" innernya berteriak minta tolong.


.

__ADS_1


.


.


.


Yunita berjalan melewati lorong-lorong gedung yang sudah tak berpenghuni itu dengan raut wajah yang sedikit ketakutan.


"ck! sebenarnya ini dimana sih?! kenapa tiba-tiba aku berada di sini? perasaan setahu gw tadi gw lagi tidur deh ck! jangan-jangan gw diculik lagi.... Kalo bener awas aja gw bakalan nemuin orang-orang yang berani nyulik gw itu" Yunita berjalan sambil mengamati ruangan-ruangan kosong yang terdapat di Sepanjang lorong yang ia lewati.


tapi ketika dia sedang asik-asinya menggerutu sebal Indra pendengarannya menangkap suara tawa seseorang yang tak jauh dari tempatnya berdiri.


"tuh suara siapa yah??" tanya Yunita kepada dirinya sendiri.


"mau di deketin takut tapi kalo ngga di deketin kepo..... mmmm gimana yah???" tangan kanannya ia letakkan di bawah dagunya berfikir pendapat apa yang akan ia pilih.


"huft! apa gw deketin aja yahhh soalnya gw kepo banget tapi.... Kalo suara itu asalnya bukan dari orang gimana?! kalo dari setan gimana?? kan kan nyeremin *****.... tapi..... ARGHHH auah gelap gw kepo tingkat tinggi bodo Ahmad lari gw cepat inih" Yunita yang merasa rasa keingintahuan yang sangat besar mengelilingi dirinya pun memutuskan untuk berjalan mendekati sumber suara yang tadi ia dengar.


"yallah selamatkan hambamu ini.... aku belum nikah yallah jangan ambil nyawaku dulu....." gumam Yunita.


kakinya melangkah mendekati sumber suara yang semakin keras terdengar di telinganya. tepat di depan pintu besi yang sudah berkarat suara yang tadi ia dengar semakin keras terdengar di dalam balik pintu besi itu.


"suaranya ada disini tapi kok diantara ruangan-ruangan lainnya cuma ini yang ada pintunya sih??? ya.. walaupun tadi gw liat beberapa ruangan yang ada pintunya tapi, itupun cuma pintu kayu yang udah rusak.... yaudah gw masuk ah tapi.... kalo di dalem itu setan gimana???... setan muka rata hiiii nyeremin banget ih jangan nyampe yallah jangan nyampe..... moga-moga aja orang aja yallah jangan sampe makhluk ghoib lebih baik ngelawan para orang-orang jahat ketimbang ketemu sama makhluk ghoib yang ngga ada wujudnya ya dimana-mana makhluk gaib ngga ada wujudnya ta.... sumpah demi apapun lebih baik berhadapan sama preman yang banyak dari pada satu makhluk ghoib karena preman ada wujudnya dan bisa di kalahin dari pada setan yang ngga ada wujudnya eh kok gw dari tadi ba**t Mulu sih?? udah ah terobos aja lah an**ng!" Yunita pun membuka pintu besi yang sudah berkarat itu dengan sekuat tenaga yang ia miliki. Pasalnya pintu itu sangatlah berat seharusnya satu orang dewasa yang bisa membuka pintu itu dengan mudah.


"ya lord berat banget sumpah!!!" innernya berteriak keras*.


jangan lupa like share vote and coment ya guys dan jangan lupa untuk mengklik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini....

__ADS_1


__ADS_2