
"Weh Gilang Rifki enak aja Lo ngga bawa keranjang sebanyak ini nih gantian!"ucap Reza kesal.
"eh ada bos lagi ngapain bos??"tanya Reza saat melihat Yunita yang ada di hadapannya itu.
"lagi beli makanan lah... tumben banget beli makanan yang banyak mau ngapain Lo Lo pada??"tanya Yunita.
"ohh kita habis ini mau main game di rumahnya si Rifki bos"ucap Gilang.
"ohhh yaudah selamat bersenang-senang"ucap Yunita menaruh keranjang belanjaan di meja kasir.
"eh ya ngomong-ngomong Lo tahu ngga ntar malem ada pasar malam loh"ucap Rifki.
Yunita menatap Rifki dengan antusias.
"dimana Ki lokasinya??"tanyanya antusias.
"ituloh lapangan yang kosong beberapa meter dari rumah gw"
"hah beneran??"
"iya Lo mau ikut ngga kita bertiga nanti malam silabus mau kesitu mau nyobain rumah hantu yang katanya terkenal dengan keseramannya"
tanpa berpikir panjang Yunita mengiyakan ajakan dari Rifki itu.
Yunita pun keluar dari supermarket.
setalah Yunita keluar dari supermarket tersebut ada seorang laki-laki yang menghampiri gerombolan Rifki.
"eh pak Afandi lagi ngapain pak di sini??"ucap Rifki yang melihat Afandi berjalan kearahnya.
"apa kau tadi bilang pasar malam??"tanyanya pemasaran.
"iya pak......"jawab Rifki.
"emangnya kenapa pak?? pak afandi mau ikut kita nanti malem ke sana??"tanya gilang.
"apakah... ekehm temanmu tadi akan ikut bersama dengan kalian??"tanyanya.
__ADS_1
"teman??... siapa sih??"ucap Rifki mengalihkan pandangannya kearah Gilang dan Reza. Reza menepuk tangannya ke dahinya.
"si bos Ki"ucap Reza.
"oooo iya pak dia ikut emangnya kenapa??"
tak menjawab pertanyaan dari Rifki Afandi malah pergi keluar.
"eh pak Afandi... hidih dianya malah pergi aneh tuh orang"
"udah yuk balik katanya mau nge-game"
merekapun pulang ke rumah Rifki untuk melakukan kegiatan setiap hari libur yaitu main game bareng.
Yunita mendapat pesan dari abangnya bahwa dia dan Fina sudah pulang ke rumah.
"kampret! dasar Abang lucnut nyebelin banget sih untung jalannya ngga terlalu jauh dari rumah"
SKIPTIME
Yunita menjatuhkan tubuhnya di kasur empuknya. Maulana membuka pintu kamar Yunita masuk ke dalam kamar itu tanpa mengetuk pintu karena terburu-buru.
"auah gelap!"jawab Yunita.
"maafin Abang dong jangan kaya gitu...."bujuk Maulana lagi.
Yunita berfikir. nanti malem kan ada pasar malam di deket rumahnya si rifki kalo gw minat Dateng ke sana pasti di marahin tapi ini kesempatan bagus gw minta aja di bolehin pergi ke pasar malam itu nanti gw maafin hahaha pinternya diriku batin Yunita berucap.
"oke aku bakalan maafin Abang kalo Abang ngijinin aku pergi ke pasar malam nanti malem"ucap Yunita.
"hah emang pasar malamnya ada di mana??"
"ituloh di lapangan yang Deket rumahnya si Rifki"jelas Yunita.
"ooooo"
"ijinin ngga??"
__ADS_1
"mmmm .... oke Abang ijinin tapi Abang harus ikut kesana"ucap Maulana.
Yunita melotot lalu menggeleng-gelengkan kepalanya.
"ngga ini acara aku sama temen-temen aku Abang mana boleh ikut-ikutan"
"Abang ke sananya sama Fina kok lagian Fina juga lagi sedih jadi Abang ajak ke pasar malam itu aja biar ngga sedih lagi"
"ohhhh yaudah ngga apa-apa deh yang penting pergi yang jauh-jauh jangan ngerusak waktu bersama dengan teman-teman aku ya bang"
"oke"
malam harinya Yunita sudah siap untuk pergi ke pasar malam tadi ia sudah memberitahukan kepada teman-temannya untuk menunggu di pasar malamnya langsung karena ia akan menggunakan motor gede milik Maulana.
saat ia sudah berada di garansi tiba-tiba lampunya menyala dan ternyata Maulana ada di sana menatapnya dengan tatapan yang menuntut.
"e... eh Abang kan katanya mau berangkat bareng mba Fina tadi kok ini Abang masih di sini sih??"tanya Yunita cengengesan.
"kamu mau apa??"tanya Maulana .
"ya mau berangkat ke pasar malam lah"balas yunita.
"kenapa ke garansi segala?"tanyanya.
"ya ..... aku ngambil motorlah"jawab Yunita.
"idih siapa yang ngijinin??"
"aku sendiri dah lah bang ntar aku telat"jawab Yunita . ketika dia akan melewati Maulana tangannya di cekal oleh Maulana dengan malas ia menatap wajah abangnya itu.
"ngga berangkat bareng sama Abang"Maulana menarik Yunita keluar.
"eh.... eh.... bang... aku mau berangkat sendiri!"Yunita meronta-ronta ingin di lepaskan.
"ngeyel banget sih Abang udah bilang berangkat bareng Abang Fina kasian tuh dah nungguin di dalem mobil"
setelah itu Maulana memasukan Yunita ke dalam mobilnya dan langsung melesat ke tempat pasar malam.
__ADS_1
jangan lupa untuk like and coment ya guys jangan lupa untuk klik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini