
mendengar perkataan Yunita membuat Afandi memberhentikan mobilnya dan mendekat ke arah Yunita membuat Yunita jadi gugup.
"lo....Lo.... mau apa jangan deket-deket.... bukan muhrim"ucap Yunita memundurkan badannya hingga menyentuh pintu mobil.
"bukan muhrim ??"
"iya bukan muhrim kan Lo cowok ngga boleh deket-deket ama cewek di karang oy masa Lo ngga tahu sih"ucap Yunita.
"pufft!!! memangnya apa yang sedang kamu fikirkan hmm"ucap Afandi melepaskan sabuk pengaman yang Yunita pakai.
"kenapa ngga bilang mau ngelepasin sabuk pengamannya kan gw juga bisa sendiri kelez"ucap Yunita.
"tapi aku menginginkan melepaskan dengan tanganku sendiri"ucap afandi.
caelah nih cowok kaya pedofil aja sih batin Yunita ngeri.
Afandi mendekatkan tubuhnya lagi kearah Yunita membuat anak bungsu keluarga Anderson itu waspada untuk ke dua kalinya.
"Lo mau ngapain lagi!"pekik Yunita.
tak menggubris omongan yunita Afandi semakin mendekatkan tubuhnya ke Yunita dan...
CEKKLEK
pintu mobil di sebelah Yunita terbuka membuat dirinya tercengang.
ternyata cuman mau bukain pintu mobil toh huft dasar nih cowok jago banget buat hati dag dig dug serrr batin Yunita kesal.
"turunlah "ucap Afandi menjauhkan dirinya dari Yunita ia melepaskan sabuk pengaman yang terpasang di tubuhnya.
"turun?? bukannya Lo mau nganter gw pulang ya inikan bukan rumah gw"ucap yunita terheran-heran.
"aku memang berniat untuk mengantarmu pulang. tapi aku tak ingin membuat anak orang mati kelaparan jadi aku mengajakmu ke sini turunlah aku akan menyusulmu"ucap Afandi memandang Yunita.
__ADS_1
"oooo ok ok"ucap Yunita dengan wajah yang masih kebingungan.
saat ia melihat ke arah tempat makan itu matanya melebar karena ini adalah restoran yang terkenal dengan harga makanannya yang sangat mahal niat banget sih nih orang nelaktir gw makan emang ngga takut bangkrut apa ngajakin gw ke restoran beginian batinnya berucap.
"ngapain bengong??"tanya Afandi yang sudah berada di samping Yunita.
"eh ngga kok yuk masuk"
mereka pun memasuki restoran bergaya modern itu.
merekapun memilih tempat duduk di samping jendela.
pelayan menghampiri mereka membawa menu makanan yang ada di restoran itu.
"permisi tuan nona ingin pesan apa??"tanya si pelayan.
"keluarkan semua makanan yang terbaik di restoran ini"ucap Afandi.
"baik tuan silahkan tunggu sebentar"pelayan itupun pergi untuk menyiapkan pesanan dari Afandi.
"Lo beneran mau mesen makanan yang mahal-mahal di sini??"tanya Yunita .
"iya..."
"emang Lo ngga takut bangkrut apa??"tanya Yunita lagi.
"memang kamu pikir aku tak sanggup membayar makanan di sini??"
"ya bukan kek gitu maksud gw"lirihnya.
"kamukan belum makan aku tidak mau membawa pulang anak perempuan orang dengan keadaan yang kelaparan pasti orang tuamu mengira aku laki-laki yang tidak pecus"
nih orang ngomong apa sih ngga tahu ah gw laper pusing males ketemu ama nih orang bertambah parah batinnya berucap.
__ADS_1
pesanan pun datang pelayan langsung menaruh semua makanan itu ke meja dan mempersilahkan kedua tamu itu untuk mulai menyantap pesanannya.
"wahhhhh banyak banget kelihatannya enak semua lagi"ucap Yunita dengan mata yang berbinar-binar.
"makanlah sepuas yang kamu mau"
"??"
"kamukan sedang masa pertumbuhan harus makan yang banyak jangan menyiksa dirimu sendiri dengan makan yang sedikit di depanku aku sangat malas berhadapan dengan perempuan yang menjaga imejnya di depanku"
"wahhhhh terima kasih ini jadi boleh gw makan yang banyak??"tanya Yunita memastikan.
"hn"anggunnya.
merekapun menyantap makanan mereka dengan sangat hikmat.
beberapa saat kemudian.
"huh kenyangnya... abis kenyang gw jadi ngantuk"gumam Yunita memegangi perutnya yang seperti akan meledak karena kekenyangan.
"kamu sudah selesai makan??"tanya Afandi yang sudah kembali ke meja yang mereka duduki tadi karena tadi Afandi pergi untuk membayar makanan yang ia pesan tadi.
"iya yuk pulang gw di cariin ama Abang gw nih" Yunita bangkit dari duduknya dan berjalan keluar restoran itu di ikuti Afandi .
"makasih ya Lo udah nelaktir gw makan-makanan yang enak tadi"ucap Yunita.
"kamu ini dari tadi mengucapkan terima kasih apa kamu tidak capek ??"
mobil itupun meninggalkan tempat restoran itu dan pergi untuk mengantarkan Yunita ke rumahnya.
"ya mau gimana lagi lokan udah nelaktir gw jadi gw harus ngucapin makasih dong... kalo mau sih kapan-kapan gw yang gantian nelaktir Lo deh"
jangan lupa like coment and klik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini
__ADS_1