
"makasih ya pak, ini uangnya" setelah menunggu beberapa menit akhirnya pesanan pizza nya telah sampai, Yunita langsung menyerahkan uang itu kepada pengantar pizza dan tak lupa mengucapkan terimakasih.
"iya sama-sama... Maaf ya saya telat tadi dek soalnya tadi di jalan macet"orang itu menerima uang yang Yunita berikan dan memberi alasan kenapa dia sedikit terlambat tadi.
"iya ngga apa-apa kok.. Lagian pizza-nya udah nyampe kan" Yunita memberikan senyum tulusnya kepada pemuda itu ia tahu kawasan disini memanglah sering terjadi kemacetan jadi tak heran jika pengantar pizza itu telat walaupun sedikit.
"yaudah dek saya mau ngantar pesanan di tempat lain.." ia pun langsung meninggalkan tempat itu karena pelanggannya pasti menunggunya.
"dah..." Yunita melambaikan tangannya dan tersenyum menatap kepergian sang pengantar pizza tersebut. Dulu sewaktu ia menginjak di kelas 3 SMP keluarganya sering memesan pizza di tempat itu dan yang mengantarkan pesanannya adalah pemuda tadi, Sangat di sayangkan pemuda itu bekerja sebagai pengantar pizza padahal mukanya lumayan ganteng tapi mengapa nasibnya seburuk itu. Ia mengendikan bahunya acuh dan melenggang pergi masuk ke dalam teman-temannya pasti sedang kelaparan fikirnya.
"***** si Yuni mana sih?! jangan-jangan dia dah balik dulu nih. Ngga setia kawan banget sih tuh orang!" Rifki memasang wajah kesal tak lupa hidung yang kembang kempis karena marah.
__ADS_1
"sabar ntar juga datang"Reza memandang Rifki datar kekanakan gumamnya.
"tapi udah sepuluh menit dia keluar" timpal teman di samping Reza. Reza hanya memutar bola matanya malas.. Malas dengan kelakuan temannya yang kekanakan.
"iya nih..."
seketika ruangan itu menjadi ramai kek pasar membuat Reza tambah kesal dan ia lebih memilih untuk memasang earphone miliknya yang ada di dalam tas yang ia bawa lalu setelah itu ia menyetel lagu dengan volume yang keras lebih baik ia tuli karena mendengarkan musik dengan volume yang keras dari pada mendengar suara teriakan yang berasal dari temannya itu.
Yuni bersiul pelan sambil mengumbar kan senyumnya yang lebar pasti teman-temannya sedang menunggu kedatangannya dengan perut yang keroncongan tapi dari kejauhan ia melihat teman-temannya sedang berteriak-teriak tidak jelas, ia mencepatkan langkah kakinya dan menuju ke kerumunan kaum Adam yang sedang dalam mode kelaparan.
Yuni seketika melongo gara-gara melihat temannya tengah beradu argumen dalam artian saling meneriaki satu sama lain, ia melirik ke samping menemukan Reza yang acuh tak acuh memainkan handphonenya tanpa memperdulikan bahwa ada percekcokan besar di depannya, Reza yang merasa ada yang memperhatikan langsung menengadahkan kepalanya, ia melihat Yunita menatapnya bertanya apa yang telah terjadi.
__ADS_1
Reza menyuruh Yunita mendekat karena ia sangat sedang (mager) malas gerak. Yunita menghampiri Reza dan menaruh kotak pizza itu di bawah.
"za??"
"mereka dah kelaparan tingkat tinggi jadinya kek gitu" ucapnya sambil menatap kearah depannya.
"gw udah bawa pizza ( ia menunjuk kotak pizza yang ada di sampingnya) bantu gw nenangin mereka (ia melirik ke belakang melihat betapa menyeramkan ya mereka jika dalam mode kelaparan tingkat tinggi) mereka bahkan ngga nyadar kalo gw udah ada di sini"
Reza membuang nafasnya kasar sambil memejamkan matanya sejenak. "hmm.. yuk"
mereka berdua bangkit dari duduknya dan menghampiri beberapa temannya yang seperti kesurupan makhluk halus.
__ADS_1
jangan lupa untuk like share and coment ya guys dan jangan lupa untuk klik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini...