TAK AKAN MELEPASKAN

TAK AKAN MELEPASKAN
mempersiapkan


__ADS_3

"pelita harapan bangsa dia bersekolah di sekolah itu lebih tepatnya x ips 2 kelas yang di dudukinya" ucap Nathan di sebrang sana.


lelaki bermata onyx hanya terdiam mendengar pernyataan yang Nathan berikan. Entah senang ataupun sedih yang harus dirasakan oleh lelaki itu.


Nathan yang tidak mendapatkan respon apapun dari sahabatnya itu menjadi kebingungan.


"hey kenapa kau malah diam saja?"


"entahlah aku bingung di sisi lain aku merasa senang karena akan segera bertemu dengan gadis itu tapi di sisi lain aku juga masih merasa bersalah..." ucapnya dengan suara yang datar.


" hey di mana sifatmu yang selalu pantang menyerah itu heh?! ini seperti bukan dirimu saja sih"


"kejadian itu membuatnya tersiksa bagaimana aku tidak bisa melupakan hal itu. Jika saja aku yang ada di posisinya waktu itu pasti dia tak akan merasakan kesakitan yang mendalam" ucap afandi nelangsa. apa?! orang itu adalah afandi? ya memang benar orang itu adalah afandi lelaki berparas tampan bersurai hitam pekat dan bermata onyx yang indah saking indahnya siapapun yang memandang mata itu pasti akan langsung terpaku dengan pemilik mata sekelam langit malam itu.


"jangan seperti itu kau harus bisa mengesampingkan perasaan bersalah mu mulai sekarang kau ingin mendekati gadismu lagi bukan?? kau tidak ingin dia bersama dengan laki-laki lain bukan?? maka dari itu kau harus bisa mengesampingkan perasaan bersalah yang kau rasakan itu juga untuk kebaikanmu dan dia"


mungkin yang dikatakan oleh Nathan benar jika aku ingin mendapatkan gadisku kembali maka aku harus bisa mengesampingkan perasaan bersalah ini batin Afandi berucap.


"aku tidak mau tahu aku sudah berusaha keras mencari tempat dimana gadismu itu bersekolah kau harus melancarkan aksimu yaitu merebut kembali milikmu yang telah kau tinggalkan bertahun-tahun lamanya. Kau harus bisa memiliki hatinya lagi jika tidak maka aku akan mengambilnya dari mu"

__ADS_1


mata Afandi menajam "jika kau masih ingin melihat dunia buang jauh-jauh fikiran itu!" ucap Afandi sarkastik.


Nathan yang mendengar Afandi mengucapkan sederet kalimat yang pedas membuatnya terkekeh geli. " hahaha... tidak tidak mana mungkin aku berani merebut milikmu itu lagi pula aku masih mencintai pacarku ....  Kau sebaiknya cepat-cepat menyusun rencana untuk mengambil gadismu itu jika tidak pasti laki-laki di luar sana mengantri untuk menembak dia..."


"jika mereka berani melakukan itu akan ku buatkan neraka untuk mereka" ucap Afandi kejam, pedas, dan sarkastik.


Nathan bergidik ngeri ancaman temannya itu tidak main-main bung dulu sewaktu SMA   ada yang merusak barang berharga miliknya saat Afandi tengah mengadakan rapat OSIS. Saat mengetahui orang yang merusak barang berharga miliknya ada di kelasnya tanpa basa-basi ia langsung pergi ke kelasnya dan ia pun memberi pelajaran yang menurutnya pantas di terima oleh orang itu.


"haha aku masih ingat bagaimana kau memberi pelajaran kepada sultan dulu kau membuatnya hampir kehilangan nyawanya ndi kau sungguh tidak punya akhlak aku kasihan kepada sultan yang tidak sengaja merusak gantungan kunci mu dan kau langsung kesetanan melihat gantungan itu sudah hancur tak berbentuk lagi" terdengar suara tawa Nathan setelah mengucapkan hal itu karena menurutnya Afandi itu adalah tipe orang yang akan mengamuk jika barang miliknya di sentuh apa lagi di rusak oleh orang lain. Selogannya adalah senggol bacok untuk orang-orang yang berani menyentuh barang berharga miliknya.


"dia merusak gantungan kunci yang di buat oleh gadisku mana mungkin aku tinggal diam saja. Gadisku sudah rela meluangkan waktu berharganya untuk membuatkan ku sebuah gantungan kunci yang aku jaga baik-baik dan dengan seenak jidatnya lelaki ke****t itu merusaknya bagaimana aku tidak akan marah jika dia telah membuat gantungan kunci buatan gadisku itu rusak seketika " ucap Afandi dengan nada kesal.


kejadian itu satu tahun yang lalu saat dirinya masih menetap di new York city. Ada di sebenarnya ingin langsung pergi ke Indonesia saat ia mendengar kabar buruk baginya itu. Tapi teman-temannya melarang Afandi untuk datang ke Indonesia karena ia tidak ingin Afandi di benci oleh gadisnya sendiri gara-gara sifat Afandi yang cepat terpancing emosi itu. Maka ia pun memilih melampiaskan amarahnya dengan cara menjadi orang yang gila kerja Afandi bahkan di depan komputernya selama 29 jam dan itu membuat Nathan yang mendengar hal itu langsung menghampiri ruang kerja Afandi dan mengomeli lelaki itu selama hampir setengah jam tapi apa yang ia dapatkan.


Afandi malah mengusirnya dengan paksa menyeretnya keluar dari ruang kerjanya dan mengunci ruangan supaya siapapun tidak bisa masuk ke dalam ruangannya itu.


Nathan tidak ingin mengulang kejadian itu lagi dirinya merasakan sakit yang amat terasa di bagian bokongnya karena Afandi yang menyeretnya paksa dan menjatuhkannya membuat bokong cantiknya itu terasa sakit hingga satu harian penuh.


"sudahlah lagi pula itu hanya gantungan sebuah kunci kau tahu"

__ADS_1


Afandi tersulut emosi karena Nathan dengan santainya berbicara jika itu hanya sebuah gantungan kunci?!


"jika kau berani mengucapkan hal itu lagi akan ku pastikan kau tidak bisa melihat dunia lagi" ucapnya kesal.


sial apa salahku lagi?? apa gara-gara aku berbicara itu hanyalah sebuah gantungan kunci saja?? jika ia maka aku adalah orang yang dalam bahaya sekarang dasar mulut tidak sinkron dengan otak.


"ahahaha... jangan diambil hati aku tadi cuma bercanda saja ... eh sudah dulu ya komandan memanggilku"


Tut!


panggilan itu terputus secara sepihak oleh Nathan. Afandi berdecih pelan sedikit kesal sifat sahabatnya itu yang dari dulu tak berubah-ubah masih seperti anak-anak.


"cih, kekanakan" ia memutar bola matanya bosan. Tapi, ia seharusnya berterima kasih kepada sahabatnya itu yang telah mencarikan dimana tempat gadisnya itu berada. hatinya merasa gembira yang sangat besar karena sebentar lagi dia bisa berada di dekat gadisnya lagi. Afandi berjanji dia tak akan pernah membiarkan lelaki manapun mendekati gadisnya itu jika pun ada yang berani maka akan ia buatkan neraka untuk mereka dengan tangannya sendiri.


ia sudah muak mendengar kabar bahwa gadisnya itu banyak di dekati oleh para lelaki hidung belang di luar sana maka dari itu mulai sekarang ia pastikan tak ada satupun lelaki yang mendekati gadisnya itu kecuali dirinya sendiri.


"bersiaplah Cherry aku akan segera menjemput mu"


jangan lupa untuk like share and coment dan jangan lupa untuk mengklik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini....

__ADS_1


__ADS_2