
Yunita tersenyum setelah membaca pesan dari grup miliknya.
"dasar ada-ada aja si Gilang mah" ucapnya sambil terkekeh geli.
ganteng-ganteng goblog itulah yang bisa mendeskripsikan tentang Gilang saat ini.
lelaki itu menjadi bahan topik pembicaraan saat ini di grupnya. kakak sepupunya bilang jika Gilang tadi tertangkap operasi ketika akan pergi ke rumahnya Rifki.
entah apa yang ada di fikiran Gilang saat itu, bukannya merengek minta maaf karena telah di tilang oleh pihak porles malahan dia melayangkan gombalan kepada polwan cantik yang menangkapnya tadi.
dan ketika dia di suruh untuk menghubungi ayahnya ternyata Gilang salah menghubungi nomor telepon dia malah menelfon ibunya yang terkenal dengan amukannya yang tidak tertandingi itu.
dan alhasil dia kini di kurung di dalam kamarnya dan tidak di perbolehkan untuk keluar selama seharian ini.
"apes banget sih nasib Lo Lang" ucap Yunita sambil terkekeh geli.
"ya mau bagaimana lagi udah terjadi juga " balas Gilang di sebrang sana.
kini mereka berdua tengah berbincang lewat telepon genggam.
"lonya juga b**go udah tahu lagi ada operasi masih aja lewat situ"
"eh gw emang sengaja lewat situ ta soalnya ada yang bilang disana tuh ada polwan cantik yang gw taksir itu"
"dasar bocah gebleg! modarlah kalo kek gitu"
"eh ta udahan dulu ya soalnya Mak gw ngamuk bye!"
Tut!.
panggilan pun terputus, Yunita pun langsung masuk kedalam rumah, dia berjalan ke ruang tamu dan dia melihat Thomas yang sedang menonton acara kartun kesukaannya.
ia pun menghampiri Thomas dan duduk di sampingnya.
"kakak udah selesai nelfonnya??" tanya Thomas menatap Yunita sebentar.
"iya udah...."
"kakak cari paman?? "tanya Thomas minat Yunita yang melirik ke sana kemari mencari keberadaan seseorang yang tidak hadir di sini.
"eh iya... paman kamu ada di mana kok ngga ada disini sih??"tanya Yunita.
"OOO paman lagi ada di perpustakaan"
"ngapain dia ke sana??"
"biasa baca buku...."
"OOO..."
Thomas menatap Yunita "kakak mending ikut paman ke perpustakaan aja sana..."
"emangnya kenapa??" tanyanya bingung.
"kan kakak suka baca novel... soalnya di sana itu novelnya bagus-bagus loh semua gendre ada di sana"
"tapi kakak lagi ngga mood baca novel kakak mau nemenin kamu aja disini" ucap Yunita dengan senyum manisnya.
__ADS_1
"udah kakak kesana aja deh... kasian paman aku sendirian disana ... kakak paman aku tuh adalah seorang laki-laki yang kesepian jadi kakak temenin paman aku aja yah.."
semoga kak cantik mau yallah batin Thomas berucap.
"mmm gimana ya..."
"ayolah kak kasihan paman aku... masa kakak ngga kasihan sih sama paman aku"
"mmm yaudah deh kakak ke sana.. kamu disini aja ya jangan pergi-pergi"bicaranya mengelus pelan kepala Thomas.
"iya tenang aja..."
"yaudah kalo kaya gitu kakak pergi dulu...."
Yunita pun pergi menuju ke perpustakaan pribadi milik Afandi.
di sisi lain Thomas menyunggingkan senyumnya.
ia mengirimkan pesan kepada sang ayah.
mission complete!.
.
.
.
.
.
"aduh... b**o banget sih gw... kenapa tadi ngga nanya ruang perpustakaannya di mana!"
"bodo lah udah sampai disini mending nyari sendiri aja" ucapnya kepada dirinya sendiri.
Yunita menatap kagum rumah bergaya modern tersebut. walaupun dari depan rumah ini kelihatannya biasa-biasa saja namun ketika melihat dari dalamnya langsung. ternyata rumah ini sangatlah besar dan barang-barang yang terdapat di dalamnya adalah barang-barang dengan harga yang mahal.
"aduh rumah sebesar ini gimana mau nyari ruang perpustakaannya...." keluh Yunita sambil terus berjalan melewati beberapa ruangan.
tetapi ketika dia melihat ruangan yang berbeda dari ruangan sebelum-sebelumnya, yang membedakan ruangan itu dari ruangan sebelum-sebelumnya adalah bisa dilihat dari pintu ruangan itu.
jika ruangan lainnya memiliki satu pintu yang kecil berbeda dengan ruangan yang berada di depannya itu.
ruangan yang berada di depan Yunita memiliki pintu yang besar .
"apa mungkin di depan gw itu perpustakaannya ya?? "
"hmmm coba buka aja deh siapa tahu bener"
Yunita pun berusaha membuka pintu tersebut dengan sekuat tenaganya namun entah kenapa pintu itu tidak bisa terbuka dan membuat dirinya kesal.
"yaampun kok ngga bisa di buka sih?? oke Yunita masa dorong pintu aja ngga kuat coba sekali lagi deh siapa tahu bisa!" serunya kembali mencoba mendorong pintu itu.
tetapi sepertinya nasib sial telah datang menimpa anak bungsu keluarga Anderson itu. saat dirinya mengeluarkan seluruh tenaganya untuk membuka pintu itu, tiba-tiba pintu tersebut terbuka dan membuat dirinya terjatuh.
bruk!
__ADS_1
"aduh!" serunya sakit.
Yunita terjatuh dengan tidak elitnya ke depan, Afandi yang melihat Yunita terjatuh pun langsung membantunya berdiri.
"hey apa yang kau lakukan disini??" tanyanya menatap wajah Yunita.
Yunita tersenyum masam. "baca novel"
Afandi memampah Yunita menuju tempat duduk yang berada di ruang perpustakaan itu.
"apa ada yang sakit??" tanya Afandi berjongkok di depan Yunita.
Yunita menggelengkan kepalanya sebagai jawaban tidak.
"ck.. kau tahu kau itu orang yang payah dalam berbohong... (Afandi melihat lutut yunita sekilas)"
lututnya memang tidak terluka namun nanti pasti lutut itu akan membiru karena dia tadi terjatuh cukup keras batin Afandi berucap.
"kau tunggu disini aku akan mengambil kotak obat" setelah mengucapkan itu Afandi langsung pergi meninggalkan Yunita di ruang perpustakaan itu sendirian.
Yunita menatap datar kepergian Afandi.
"padahal gw ngga kenapa-kenapa... udahlah terserah dia"
"tunggu... gw lagi di mana nih??.. ini ... beneran ruangan perpustakaan milik Afandi kah??.. gede banget ruangan ..."Yunita menatap kagum ruangan perpustakaan itu.
"haduh ini mah gedenya kaya kamar plus kamar mandi gw... yaampun banyak banget bukunya ... yaampun....!" ucapnya menatap tak percaya ruangan itu.
"yaampun seberapa kaya Afandi sampai-sampai dia bikin perpustakaan pribadi Segede ini??... yaampun besar banget..."
Yunita berjalan menuju ke rak buku yang paling ujung. dia berniat mencari buku yang menurutnya bagus.
"waw! inikah novel yang pertama kali gw baca!" seru Yunita langsung mengambil sebuah novel dari salah satu sederet rak yang berada di situ.
"demi apa ini beneran novel itu... yaampun berapa banyak novel yang ada di sini??... ribuan... ratusan...jutaan banyak banget.... emang si Afandi kuat ya baca buku sebanyak ini.." gumamnya kepada diri sendiri.
Yunita pun berjalan-jalan melihat novel maupun buku biasa yang ada di perpustakaan itu.
dia berhenti ketika melihat novel yang sangat best seller di masanya.
novel itu berjudul A Tale of TWO Cities.
menceritakan tentang dimana pihak perempuan dari sepasang kekasih tersebut merupakan anak sekarang dokter. bernama manette yang menjadi tahanan politik selama 18 tahun.
setelah dokter manette bebas dari tahanan. akhirnya dia bisa bertemu kembali dengan anak perempuannya yang di Inggris dan kembali berkehidupan seperti semula.
dan selama dokter manette di penjara, anaknya ternyata di cintai oleh dua laki-laki yang bernama Charles Carney dan sydney carton. namun sayangnya hanya satu laki-laki yang berhasil mendapatkan putri dari dokter manette, yang kini menjadi pasangannya.
diwarnai dengan terjadinya revolusi Perancis. Hal tersebut membuat kisah asmara kedua pasangan tersebut penuh drama dan terasa menegangkan.
menurut Yunita novel itu sangatlah bagus karena bahasa dan jalan ceritanya yang bagus.
apa lagi novel itu mengungsur tema revolusi Perancis.
jangan lupa untuk like share dan komen cerita ini ya guys dan jangan lupa untuk mengklik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini.
__ADS_1