TAK AKAN MELEPASKAN

TAK AKAN MELEPASKAN
setan kah??


__ADS_3

" jadi gini bang..( Yunita berfikir sejenak)... mmm... Btw tadi sampe dimana ya??" tanya Yunita menggaruk tengkuknya sambil nyengir.


lelaki berusia 25 tahun itu menepuk jidatnya kesal. Ia kesal ketika sifat pelupa Yunita muncul tiba-tiba karena itu akan membuatnya tersulut emosi padahal yang ia tahu adiknya dulu adalah orang yang di cap sebagai orang dengan memori otak berkapasitas tak terbatas alias dia itu orang yang tidak mudah pelupa alias pikun tapi entah mengapa ketika adiknya menginjak di bangku sekolah menengah pertama adiknya berganti julukan sebagai cewmi (cewek telmi) oleh teman-temannya.


sabar ya lord ini Adek Lo maul jangan di apa-apain batinnya berucap.


"dek kalo punya uang dua ratus ribu mending buat beli memori otak kayaknya memori otak Lo udah habis deh ruang penyimpanannya"


Yunita melotot mendengar ucapan kakaknya itu.


"katanya mau gw cerita kok Lo malah ngejek gw sih bang. wahh parah.. Lo mau adu jotos sama gw yah!", ucap Yunita penuh dengan emosi.


yah gw salah ngomong lagi batin maulana berucap.


karena Maulana tipikal kakak yang sayang dengan adiknya maka dari itu ia lebih baik mengalah mengaku salah ketimbang masalahnya tambang panjang kek kacang panjang.


Maulana menyunggingkan senyumnya " hehe iya iya Abang yang salah sok atuh lanjutin ceritanya"


Yunita melirik Maulana kalau berkata "aneh Lo bang!"


sabar maul.. sabar Lo sayang adek lo kan jangan biarkan setan laknat di sekitar Lo ngehasut Lo buat nyakitin adik sendiri jangan maul jangan itu dosa batin Maulana menyemangati dirinya agar tidak terhasut oleh setan yang ada di sekelilingnya.


"maklum abangkan banyak pekerjaan di kantor jadi aneh hehehe" Maulana tersenyum masam meruntuki nasibnya yang memang banyak pekerjaan di kantor sampai-sampai dirinya kadang setress sendiri karena pekerjaan kantor yang tidak ada hentinya.


"makannya kalo ngga kuat megang perusahaan ayah jangan di paksa bang kasihan kepala Lo entar mengalami kebotakan dini gimana kan mbak Fina ngga bakalan suka lagi sama Lo bang" Yunita cengengesan ngga jelas menurutnya membuat Maulana tersulut emosi adalah kesenangan baginya.


"dasar Adek lucnut" gumamnya pelan.


"Lo bilang apa?!"teriak Yunita menatap tajam kakaknya.


waduh perasaan Indra pendengaran Adek gw ngga tajem deh kok dia denger yahh?? innernya berteriak keras.


"ngga... ngga hehehe... lanjutin cerita aja biar cepet kelar gw ada urusan di kantor lagi soalnya"


"oke gw bakalan ngelanjutin ceritanya tapi, kalo ada gangguan lagi dari Lo gw ngga bakalan lanjutin lagi ceritanya!" ucap Yunita.


"oke oke..." Maulana menganggukkan kepalanya.


"tadi Lo baru nyeritain awalan pas Lo ketemu sama tuh cowok" ucap Maulana.


"gw dah inget"


setelah berdebat baru inget bagus banget dek bagus buat kakakmu sendiri harus menahan amarahnya bagus dasar adik ngga punya akhlak batin Maulana berucap.

__ADS_1


"jadi kan tadi gw udah bilang kalo ada cowok yang mukanya ganteng pake banget nolongin gw. Tapi gw kan ragu dia itu cowok beneran apa bukan tapi kata Rifki harus hati-hati siapa tahu tuh cowok bukan manusia jadi gw takut deh kalo emang itu beneran" ucap Yunita memelankan suaranya ia sungguh takut dengan hal yang berbau mistis lebih baik melawan orang-orang jahat di luar sana dari pada berhadapan dengan yang namanya setan ia bisa pingsan seketika jika harus menghadapi hal seperti itu.


"emang Lo punya bukti kalo tuh cowok setan Ra??"


"ngga ada" ia menggelengkan kepalanya.


"hmmm.... btw tuh cowok kesitu pake apa??"


"mmm... Pake motor ninja warna item gw lupa ninja apa pokoknya ninja lah" ucap Yunita.


Maulana mengerutkan keningnya. masa setan bisa naik motor sih batinnya bertanya.


"kayaknya tuh cowok bukan setan deh ta" ucap Maulana memandang adiknya.


"hah yang bener bang?? masa sih" ucap Yunita tak percaya.


"iya masa ada setan yang mukanya ganteng trus bisa naik motor gede sih kan aneh apalagi kan setan hanya mana mau mereka nolongin manusia" ucap Maulana.


bener juga sih tapi gw masih belum percaya sumpah gw masih takut banget batin Yunita bergidik ngeri.


"Lo lebih percaya omongannya si Rifki?? Lo kan tahu dia tuh sukanya nakut-nakutin Lo sedari kecil mau aja Lo di bohongin sama tuh orang" ucap Maulana santai.


ini yang bener siapa sih?! Abang gw atau si Rifki ya lord bingung banget...


"perkataan Lo ada bebernya juga sih tapi,... kalo tuh cowok setan beneran gimana ntar malah datengin gw lagi gimana kan kan... serem hueee bang gw takut banget sumpah" Yunita memasang wajah takut.


"kalo dia setan gimana ya kali masa gw jatuh cinta sama setan astagfirullah jangan nyampe amit-amit jabang bayi!"Yunita bergidik ngeri membatalkan hal itu.


moga-moga tuh cowok beneran orang innernya berteriak.


"udahlah Abang mau berangkat ke kantor lagi banyak tugas yang belum di kerjain diem aja di rumah jangan banyak gerak kalo Lo mau tuh kaki cepet sembuh" Maulana mengacak-acak Surai cokelat muda milik adiknya dengan gemas setelah itu ia mencium jidat Yunita dan tak lupa ia menyentil jidat itu membuat Yunita menatapnya tajam.


"sakit ****!" Yunita mengusap-usap jidatnya pelan.


"hahaha...( Maulana terkekeh pelan) Abang berangkat dulu yah assalamualaikum" Maulana pun meninggalkan kamar Yunita.


"waalaikumsalam hati-hati bang jangan nyampe ketemu setan di jalan!" teriak Yunita .


"insyaallah ngga bakalan!" jawab Maulana .


setelah sepeninggal Maulana Yunita memejamkan matanya ia sungguh ingin seharian ini berbaring di ranjangnya ini tubuhnya sudah kehilangan banyak energi gara-gara masalah tadi.


"auah gelap"perlahan-lahan nafasnya pun mulai teratur yunita pun terbuai ke alam mimpi.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


"kebiasaan nih si Afandi datang kesini terlambat " seorang laki-laki bersurai hitam menyesap kopinya dengan hikmat bersama dengan teman-temannya.


"mungkin dia sedang dalam perjalanan ke sini kau tahu sendiri kan sandi itu lelaki yang gila kerja pasti dia sedang sibuk berkencan dengan dokumen-dokumen penting miliknya di ruangannya" ucap seorang laki-laki bermata sipit tengah membuka bungkus ramen kesukaannya yang baru saja ia seduh.


"hey Nathan memangnya kau tak bosan makan ramen terus??" tanya Janson.


"ramen itu adalah separuh jiwaku mana mungkin aku bisa bosan memakannya" lelaki yang di ketahui bernama Nathan itu membalas ucapan temannya dengan cengiran khas andalannya.


"ck menyebalkan kalian semua menggangu tidurku!" decak seorang laki-laki bersurai hitam panjang yang di ikat. Ia mendudukkan dirinya di sofa singel yang telah di siapkan sebelumnya.


"yah si tukang tidur bangun deh"ucap mereka bersamaan.


"gara-gara kalian juga aku terbangun menyebalkan!" balasnya menatap tajam sahabatnya.


"huh kenapa teman-temanku tak ada yang benar sih kelakuannya " ucap seorang laki-laki bersurai coklat model poni lempar.


"kau juga tidak benar kelakuannya Kenny" ucap Nathan.


"whatever Nat whatever!"

__ADS_1


**jangan lupa vote like and coment untuk cerita ini ya....


dan jangan lupa bagi para pembaca untuk meninggalkan jejak dengan cara mengomentari cerita ini bagaimana penda kalian mengenai cerita ini tolong komentarnya ya**


__ADS_2