TAK AKAN MELEPASKAN

TAK AKAN MELEPASKAN
menjenguk 2


__ADS_3

"dasar si Gilang mah ada ada aja" ucap Reza menggelengkan kepalanya"


"kayak ngga tahu aja sifatnya si Gilang" ucap Yunita


"yaallah udahlah jangan ngegibahin gw Mulu gantian kek napa gibahinnya si Rifki kek si Reza kek atau si bang Maulana kek jangan gw lah pokoknya udah cukup ortu gw di rumah ngegibahin gw"ucap Gilang kesal.


"yaelah dulu aja pas SMP Lo sering ngegibahin gw Ama Reza di kantin kalo kita berdua lagi ngga ada ya kan"ucap Rifki kesal.


Gilang menatap Yunita "kan dia juga ikutan ngegibah Ki" ucapnya sambil menunjuk ke arah Yunita.


Yunita menatap Gilang kaget "hey yang mulai gibahin mereka berdua siapa dulu ***** bukannya Lo duluan yah Lang" ucapnya menatap sengit gilang. enak aja gw ikut di bawa-bawa yang mulai gibah siapa dulu anjirr nih si Gilang batinnya kesal.


"lah kan tapi Lo ikutan ngegibah jadi ya Lo juga salah ta" ucap Gilang tak mau kalah.


Reza hanya menatap datar teman-temannya tak berniat buka suara ia sedang malas bicara sekarang. efek perut yang lapar menjadikan Reza malas mengeluarkan sepatah katapun. Ia menggendikkan bahunya lalu kembali makan jajanan itu.


BRAK


Yunita menggebrak meja marme di depannya "***** Lo ngajak berantem hah!" ia menggulung baju tidurnya hingga sikut menantang Gilang.


Gilang bergidik ngeri melihat hal itu ia menelan ludahnya kasar " ehehe iya itu mungkin salah gw hehehe" ucapnya nyengir kuda. anjirr ngga mau lagi gw nyalahin si Yunita lagi sayang nyawa Bray batinnya berucap.


Rifki terkekeh geli melihat Gilang yang takut dengan Yunita "makannya jangan berani-beraninya nyalahin si bos kena amukkan Lo " ejek Rifki.


"iya tuh kalo Lo masih mau hidup jangan bikin gw marah oke" Yunita kembali mendudukan dirinya di sofa empuk itu .


"iya iya gw tahu" ucapnya nelangsa.


"udahlah jangan ribut-ribut dah malem" lerai Reza.


"betul tuh katanya Reza. Bingung gw kenapa di sini yang sifatnya dewasa cuma si Reza doang" ucap Yunita .


Reza yang mendengar ucapan itu pun langsung bersuara "gw lagi lapar jadi diem deh. males debat deh gw" seru reza.

__ADS_1


mereka bertiga memandang kaget Reza "yaelah gw kira Lo emang irit bicara" seru mereka bersamaan.


"ngga lah buat apa gw irit bicara kalian kan sahabat gw mana mungkin gw tunjukkin sifat dingin gw ke kalian yang sudah lama berteman" ucap Reza.


"bagus deh good boy" Yunita mengacungkan jempolnya ke arah Reza.


beberapa menit kemudian mereka pun di sibukkan oleh kegiatan Meraka masing-masing memainkan gadget mereka.


merasa suasana menjadi sunyi membuat cewek bermarga Anderson itu memulai pembicaraan lagi.


"eh btw ngga ada yang nantangin balapan apa??" tanyanya menatap teman-temannya.


"kayaknya ngga ada deh ya kan Lang" ucap Rifki di balas anggukan oleh Gilang.


"eh iya ta besok malam si Devano nantangin lo buat balapan di tempat biasa" ucap Reza.


"iya gw tahu" jawab Yunita santai.


Rifki menggelengkan kepalanya" ngga"


Gilang dan Rifki yang tak mengetahui akan hal itu pun terkejut pasalnya beberapa Minggu lalu devano kalah dalam pertarungan balap tersebut dan dia kehilangan motor ninja kesayangannya mereka berfikir devano tak akan berani lagi menantang Yunita lagi. Mereka tak habis pikir kenapa anak yang satu itu sangat ingin mengalahkan Yunita yang notabennya ahli dalam balapan bahkan Yunita belum pernah kalah dalam pertandingan balap dari dulu hingga sekarang entah apa yang membuat bungsu keluarga Anderson itu selalu menang dalam perlombaan tersebut


"***** kok kita berdua ngga tahu sih, dan kenapa kalian berdua aja yang tahu kenapa kita ngga,??" Gilang dan Rifki tersulut emosi karena cuma mereka lah tidak mengetahui kabar tentang ini.


"gw tadi dapet pesan dari devano tadi pagi dia nantangin gw buat adu balap" ucap Yunita.


"gw juga sama" ucap Reza.


"kok aneh ya padahal kan dia punya nomer telpon kita berdua juga kan Lang" ucap Rifki di balas anggukan oleh Rifki.


"mungkin dia ngga punya pulsa kali dia kan kartunya beda sama kalian" ucap Reza.


"masa sih?? emangnya kartu kalian berdua sama kaya si Devano ??" tanya Rifki.

__ADS_1


"iya Ki kartu yang di pakai yunita ama gw sama ama yang di pakai devano" ucap Reza.


"puft ..... bwahahahahah..... yaampun devano yang notabennya anaknya Mentri pake kartu yang murahan kaya gitu yaampun ngga yangka gw ngga yangka sumpah " Yunita tertawa terbahak-bahak mengetahui devano yang kaya itu memakai kartu yang murahan seperti yang dia pakai.


"yaelah Lo juga kan sama Lo tuh anaknya sultan ta pakenya kartu murahan kaya gini" ucap Reza di iyakan oleh Rifki dan Gilang.


Yunita menggaruk tengkuknya sambil nyengir kuda "hehehe gw pakai nih kartu gara-gara kuotanya murah-murah jadi sisa uang gw bisa beli bensin sama jajanan buat nyemil hehe"


udah tahu jawabannya pasti itu batin mereka bertiga berucap.


"mmmm..."


"udah lah jangan bahas ini lagi pokoknya gw bakalan terima tantangan dari devano" ucap Yunita serius.


"kan kaki Lo lagi sakit ta" ucap Rifki khawatir sebagi kakak sepupu yang baik Rifki ngga bakalan ngebiarin adik sepupunya kenapa-kenapa masalahnya kalo Yunita masuk ke rumah sakit Rifki bakalan ngucapin selamat tinggal kepada dunia karena Maulana Anderson bakalan membunuhnya karena telah lalai menjaga adiknya.


"tenang aja udah mendingan kok besok pasti dah sembuh"


"sembuh apanya coba buat jalan aja masih sakit kaya gitu!. Kalo Lo kenapa-kenapa gw bakalan di bunuh sama bang maul ta jadi ngga usah balapan deh!" tegas Rifki.


"ngga ntar gw di cap sebagai pengecut lagi ogah banget gw!" seru Yunita. ia mengambil handsetnya dan memasang benda itu ke dalam telinganya ia akan mendengar musik untuk menenangkan pikirannya dan memikirnya bagian caranya dia bisa memenangkan balapan itu walaupun dengan keadaan kaki yang masih sakit itu.


Rifki menatap tajam Reza. "ck! gara-gara Lo sih za harusnya Lo ngga usah ngomong tentang tantangan itu" ucapnya kesal.


"kalo pun gw ngga beritahu si Yunita dia juga bakalan tahu kan si Yunita dapet pesan langsung dari devanonya" ucap reza.


"hmm bener juga sih" ucap Rifki.


"udahlah gw mau beres-beres dulu by" Rifki pun membawa nampan dan gelas-gelas yang sudah kosong itu ke dapur.


**jangan lupa vote like and coment ya guys.


jangan lupa gimana pendapat kalian mengenai cerita yang aku tulis ini dengan cara komentar di bawah ya**

__ADS_1


__ADS_2