TAK AKAN MELEPASKAN

TAK AKAN MELEPASKAN
cabe-cabean kriting


__ADS_3

"eh Yunita.... Apa kabar ?"seorang cowok bertubuh tinggi berambut model poni lempar tersenyum menatap kedatangan Yunita.


"Baik"jawabnya cuek bebek.


"Eh Kesambet apa Lo tumben mau datangin acara kek ginian??"ucap devano.


"Ya suka-suka gw lah masalah buat Lo!"jawab Yunita cuek.


"Masih kek gini aja sih sifat Lo kapan berubahnya eh?"ucap cowok berkulit Tan di sebelah devano.


"mau gw sifatnya berubah kek engga kek ya terserah gw lah kok Lo Lo pada yang sewot sih"ia memutar bola matanya bosan, sesungguhnya ia tak ingin ke sini tapi ia dan Maulana kan sedang bermusuhan eh bukan bermusuhan tapi lebih tepatnya Yunita yang memusuhi kakaknya itu because maulana yang mengorbarkan bendera perang terlebih dahulu kepadanya.


"yaelah yang sewot siapa sih orang kita cuma nasehatin Lo doang iya kan no" cowok di samping devano mengikut lengan devano dan devano menganggukkan kepalanya.


"iya... bener tuh"ucap devano.


"bodo Ahmad gw ngga peduli!"


"eh tim lawannya mana nih?! udah jam segini belum dateng-dateng?!"ucap cowok bernama grab kenapa gw tahu?? karena ada papan nama di bajunya.


"iya nih.. oy ta Rifki, Reza, Gilang dan kawan-kawan mana nih?? kok ngga muncul-muncul... jangan-jangan mereka takut ngelawan kita kan"ucap cowok berkulit Tan itu memandang rendah Yunita.


Yunita kesal karena gio mengejek para sahabatnya. karena ia tak terima sahabatnya itu di ejek seperti itu, ia langsung menonjok muka gio Dengan kekuatan monsternya. gio pun tersungkur agak jauh dari tempatnya berpijaknya tadi. semua orang terkejut karena Yunita mengeluarkan aura yang sangat menyeramkan itu.


BUGH!


"eh jaga ya omongan Lo! ngga ada sejarahnya ya sahabat-sahabat gw jadi seorang yang pecundang! yang ada Lo ama gerombolan Lo yang ... kek pecundang sukanya ngeremehin sahabat-sahabat gw! Lo ada dendam kesumbat apa sih ama gw hah!? selesaikan aja di sini kalo Lo ngaku bergenre cowok!?"matanya menatap tajam gio yang telah membuat dirinya begitu marah. kedua tanganya mengepal erat sampai-sampai kukunya yang panjang belum ia potong membuat tangannya terluka.


Yunita berjalan ke arah gio yang masih terkapar di lantai yang dingin itu dengan memasang seringainya yang menakutkan.


"oy itu si yunita... dia mau mukulin gio lagi.Dia pasti ngga bakalan ngelepasin si gio!. devano bantuin dong gio kan sobat karibnya Lo!"salah satu temen ceweknya devano mendorong devano untuk mendekat ke arah Yunita dan menenangkan hati Yunita supaya tidak melukai gio karena ia dapat melihat amarah yang begitu besar dari tubuh Yunita.


devano pun bergegas menghampiri Yunita dan menarik tangan yunita. membuat bungsu Anderson itu menatapnya tajam.


"ta! gio lagi sedeng tuh jangan dengerin!"ucap devano.

__ADS_1


"lagi sedeng kek lagi waras kek lagi sakit kek. gw n-g-g-a p-e-d-u-l-i!. dia udah berani ngeremehin sahabat-sahabat gw jadi gio harus tanggung jawab ama kesalahannya yang ngebuat gw pengin matahin seluruh tulang yang menempel di tubuhnya!"geramnya.


"tapi ta!. Lo pikir-pikir lagi deh!.... kalo ampe masalah ini sampe kedengaran ke telinganya bang maul.bisa di pastikan dia bakalan ngelarang Lo buat main bareng temen-temen Lo ta... pikir baik-baik"hasut devano.


bener juga bisa-bisa gw di kurung di rumah dan gw bakalan jadi anak rumahan lagi deh.... ngga boleh oke gio Lo gw lepasin tapi inget kalo ngulang kedua kalinya gw ngga segan-segan beneran matahin tulang yang nempel di badan Lo innernya berteriak kesal.


"oke Lo selamat gio tapi no! bilangin ke gio kalo dia ngulangin hal yang sama kek kejadian barusan jangan salahin gw beneran matahin tulang-tulangnya!"ancam Yunita dengan nada tinggi.


"iya... iya ..... gw bakalan bilangin ke dia"devano mendekati gio dan membantunya berdiri memampahnya berjalan ke kursi terdekat.


"cih baru di tonjok kek gitu aja langsung Lo pincang! dasar lemahhhhh....."cibir Yunita.


"eh itu lawannya dah Dateng!"


"yaampun ganteng-ganteng banget sih lawannya kek oppa oppa korea gitu loh mukanya!"


"kyaaaaa!!!! ganteng banget!"


tiba-tiba ruangan itu menjadi ramai seperti di pasar karena para cabe-cabean kriting pada teriak histeris sampe pita suaranya mau copot.


"yaampun itukan Rifki yang jago main permainan yang ada di olahraga!!!!!"


"iuh pengin muntah gw!"ucapnya sambil berpura-pura muntah dengan ekspresi wajah yang ngenekin.


"satu... dua... tiga..... eh pemainnya kurang nih??"ucap grab menghitung jumlah orang yang baru memasuki ruangan itu.


Yunita langsung ikutan menghitung jumlah sahabatnya itu. dan benar saja jumlahnya kurang tapi hanya kurang satu orang, ia mengingat-ingat siapakah gerangan orang yang ilang itu...


" A...... ***** Afandi!"gumamnya


"oy Afandi mana??!"tanya Yunita melihat ke kiri dan kanan mencari keberadaan laki-laki bernama Afandi itu.


"oooo pak Afandi..... ntar juga Dateng "jawab Reza santai ia langsung melenggos pergi menghampiri gerombolan devano.


"mana tuh orang Ki?!"karena Reza pergi ia langsung menghampiri Rifki dan menanyakan pertanyaan yang sama kepada kakak sepupunya itu.

__ADS_1


"ntar juga bakalan dateng tenang ta"ia juga melenggos pergi meninggalkan Yunita menuju ke Reza...


saat Yunita akan menghujam pertanyaan yang sama kepada teman-temannya yang ada di hadapannya itu mereka langsung ikut-ikutan menuju ke tempat Reza berada.


"yaallah kok punya temen kek ******* banget sih"ucapnya memasang wajah datarnya.


"sebenarnya si Afandi mana sih?! kenapa tuh orang ngga muncul pertandingannya kan mau di mulai kenapa malah ngga Dateng secara bersamaan sih?! apa jangan-jangan tuh orang cabut dari sini ya... gara-gara dia ngerasa gengsi karena udah berumur tapi masih aja main kek ginian yah"fikirnya aneh-aneh.


"*kyaaaaa!!!!! ganteng banget suer!!!! sampe-sampe mata gw jadi langsung bening ngeliatnya!!!!"


"yaampun untung gw ikut nonton pertandingan hari ini karena para pemain lawannya ganteng-ganteng banget.... tapi ini lebih ganteng dari Meraka ini mah mukanya bak jelmaan dewa-dewa Yunani gantengnya kebangetan!!!!"


"yaampun so handsome!!!!!!!"


"eh! itukan guru yang ada di sekolah SMA pelita harapan... yang katanya terkenal dengan kegantengan, kepintaran, ke kharismatik nya,kedinginannya,kecuekanya. itu!!!!!! yaampun ngga nyangka bisa ketemu di sini!!!!!"


"iya yah mimpi apa kita semalem bisa ketemu ama cogan-cogan sekolah*"


"ck! berisik apa lagi sih nih cabe kriting!"ucapnya kesal.


ia melihat ke arah pintu. matanya tiba-tiba melebar, bibirnya terbuka membentuk huruf o, matanya berkedip-kedip berkali-kali melihat seorang yang ganteng banget dari arah pintu masuk siapa lagi kalo bukan pemeran cowok Afandi .


"ganteng banget... kali ini gw setuju ama apa yang di omongin ama cabe-cabean kriting itu Afandi emang ganteng. ganteng banget malahan, kenapa gw baru nyadar sih kalo cowok yang tadi naik motor bareng ama gw itu gantengnya kebangetan."


ya Afandi berpenampilan berbeda ia menggunakan baju tim milik geng Yunita yang untungnya muat di pakai olehnya. mata yang hitam dan tajam, rambut hitam yang sedikit berantakan, hidung yang mancung,kulit yang tidak terlalu Tan tidak terlalu putih membuat menambah nilai plus untuk dirinya, bibir yang seksi, dan yang lebih membuatnya ganteng adalah lesung pipi yang akan muncul jika si empunya tersenyum ataupun tertawa. tapi semua orang tak akan melihat lesung pipi yang menawan itu because senyuman manis milik Afandi sudah menjadi milik pemeran utama tokoh cewek di cerita ini siapa lagi jika bukan Yunita Anderson.


"untung tuh baju muat"gumamnya manish terpaku oleh kegantengan Afandi.


Reza menghampiri Yunita. ia menatap Yunita aneh pasalnya cewek itu terbengong menatap ke arah pintu masuk hanya satu orang yang ada di situ. Pak Afandi. jadi apakah sahabatnya ini sudah mulai naksir dengan gurunya sendiri??...


"oy(menggibas-nggibaskan tangannya di depan mata Yunita) sadar ta!"ucapnya terus menggibas-nggibaskan tangannya supaya Yunita sadar dan tidak tenggelam lagi memikirkan gurunya yang tampan itu.


"eh astagfirullah!... apaan sih za?!"ucapnya sewot.


"seharusnya gw yang bilang ke Lo. Lo kenapa heh?? kenapa masang wajah menjijikan kaya tadi?? udah mulai tertarik ama penguntit rahasia Lo eh??"tanyanya sambil menaik turunkan alisnya menggoda bosnya yang galak ini sepertinya mengasyikkan.

__ADS_1


"huh?! apa tertarik?... yang bener aja!?"ucapnya memasang wajah menjijikan.


jangan lupa untuk like share and coment ya guys dan jangan lupa untuk klik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini.....


__ADS_2