
lah kok dia bisa tahu sih ucapnya dalam hati.
"mmmm.... e....i...iya" jawab Aldo gugup.
"Lo kenal ngga ama tuh orang?"tanya Yunita dengan tatapan mengintimidasi.
aduh gimanaih kan kata dia ngga boleh ngomong identitas nya tapi sekarang gw lagi. berhadapan langsung ama yunita nasib gw gimana nih apa gw beritahu aja yah dari pada gw di gebukin batin Aldo berucap.
"mmmmm.... iya gw kenal"balas Aldo dengan muka yang ketakutan.
"siapa?? siapa tuh orang?"tanya Yunita.
"do tuh orang guru kan??"tanya Reza.
"mmmm..... mmmmm"
"ck! za"ucap Yunita menatap tajam Reza.
"cepet jawab do!"ucap Yunita.
"iya.... tuh..... orang.....gu....guru"ucap Aldo terbata-bata.
mendengar pernyataan dari Aldo membuat semua orang yang ada di sana menjadi kaget ngga nyangka kalo yang di ucapin ama si Reza itu adalah sebuah kebenaran.
"APAH!!!!???"ucap mereka semua.
mata Yunita melotot ngga percaya batu dua hari masuk ke sekolah ini kenapa ada seorang guru yang suka dengannya kalo itu seorang murid sih wajar tapi ini!? seorang guru yang notabennya guru di sekolah ini itu udah tua-tua lagian si Yunita belum pernah ketemu ama seluruh guru yang ada di sini dia bahkan baru bertemu lima guru dan rata-rata yang dia temui itu perempuan tapi ada satu pak killer yang mengajar pelajaran geografi.
ya masa gw di sukai Ama guru geografi sih dia kan katanya dah punya istri apa lagi anak ucap Yunita nelangsa.
"hah trus siapa namanya do dia masih muda atau udah punya istri??"ucap Faisal.
Yunita menatap kesal Faisal ia pun menonyor kepala Faisal gemas.
"ih Lo tuh ya jangan buat gw ketakutan kek napa !!!!!!!!"teriak Yunita.
"iya nih si Faisal mah tambah bikin bos ketakutan"ucap Rifki.
"iya iya gw minta maaf bos"ucap Faisal.
"dah Lo bisa jawab"ucap Reza.
"dia tuh guru baru di sini masih muda"jawab Aldo.
"guru baru di sini??"ucap Rifki.
"masih muda??"ucap Gilang.
"setahu gw sih ya guru masih baru di sini ama masih muda tuh......"mata mereka semua melebar seketika menatap satu sama lain lalu menatap ke arah Yunita membuat Yunita menjadi tambah ketakutan.
"siapa jangan natep gw kek gitu dong siapa orangnya??"tanya Yunita.
bukannya menjawab pertanyaan dari Yunita mereka malah menyunggingkan senyum yang misterius di tambah menyipitkan matanya.
__ADS_1
"oy jawab **** Lo pada budeg ya?!"ucap Yunita kesal.
"tuh orang adalah...........
"siapa??"
"adalah..........
"siapa????"tanya Yunita ngga sabaran .
"adalah.......
"ck! gw tonjok Lo!"mendapat ancaman dari Yunita membuat Rifki berhenti menggoda adik sepupunya itu.
"orang yang tadi nolongin kita ta"ucap Rifki.
"yang nolongin kita siapa sih??"ucap Yunita kebingungan.
"yaampun baru aja tadi pagi dah lupa lagi"ucap Rifki menepuk jidatnya.
"udah ah jangan banyak bacot! siapa orangnya tinggal bilang aja siapa namanya ntar gw bakalan cari tahu"ucap Yunita.
"namanya adalah Afandi!"ucap mereka semua dengan suara yang keras.
loading......
loading.......
loading.....
oke cukup loading nya.
"apah?!!!!!!!!!"teriak Yunita kaget.
"cie...cie ... bos ..... cie"ucap mereka.
"aaa... apaan sih gw mau balik duluan Lo boleh balik ke kelas Lo"Yunita pun mengambil tasnya dan berjalan keluar kelas karena ia malas di ledekin sama teman-temannya.
"sial kenapa jantung gw ngga karuan coba!"ucap Yunita memegangi dadanya yang berdegup kencang.
"ma.... masa sih tuh orang yang bayarin gw kemaren"gumam Yunita.
"huft"
tanpa di sadari Yunita telah memasuki parkiran yang sudah sepi karena para murid-murid sudah pulang 20 menit yang lalu.
saat berjalan di parkiran ia melihat seorang yang sangat ia kenal tengah menyenderkan badannya di mobil yang juga ia sangat mengenalinya.
"sial gw kan udah janji buat pulang bareng ama Afandi!!????! trus gimana dong gw masih malu nih"gumam Yunita.
"mumpung tuh orang belum nyadar keberadaan gw.... cabut duluan ah kesempatan emas jangan di sia-siakan" Yunita pun berjalan mengendap-endap sambil melihat ke arah Afandi takut jika tiba-tiba ke pergok.
dikit lagi bisa lolos.......
__ADS_1
"apa yang kamu lakukan??"
Yunita membalikan badannya ia melihat Afandi yang sudah ada di belakangnya menatap dirinya datar.
sialnya nasibku....
"a hahhahahaha...... Lo kok tiba-tiba ada di belakang gw sih kaya setan aja bikin kaget hehehe"ucap Yunita cengengesan ngga jelas.
"karena tadi aku melihatmu berjalan mengendap-endap seperti tadi aku takutnya kamu lagi kenapa-kenapa jadi aku menghampiri mu langsung"balas Afandi.
sial berarti dari tadi nih orang liat gw ngendap-ngendap dong batin Yunita berucap.
"a hahahahaha. trus Lo mau ngapain nyamperin gw selain alasan itu??"tanya Yunita sambil melihat ke arah sekelilingnya karena ia takut kalo ada yang melihatnya berduaan dengan guru apa lagi guru yang notabennya pendiam dingin and cuek.
"kan kita berdua janji pulang bersama"ucap afandi.
sial kenapa nih orang inget sih batin Yunita berucap.
"a oh iya ya gw lupa hehehe"ucap Yunita menggaruk belakang kepalanya.
"jadi ayo jangan pulang terlalu sore nanti kakakmu akan memarahimu"ucap Afandi menggandeng tangan Yunita menuju ke mobil miliknya.
"e... e.... jalannya pelan-pelan dong kaki gw tuh pendek tahu"
mereka pun sudah masuk ke dalam mobil dan mobil itupun meninggalkan tempat parkiran sekolah.
di dalam perjalanan hanya suara mobil yang menemani perjalanan karena Yunita sedang tidak ingin mengeluarkan satu kata pun untuk ia tanyakan kepada Afandi kalo Afandi sendiri ya sudah tahu lah dia kan orangnya irit bicara ya jadi ngga usah kaget.
haduh yaallah hamba sih ngga bakal nolak kalo di tembak ama nih cowok tapi masalahnya dia itu guru yang ngajar di sekolah hamba ya kali hambamu ini pacaran ama guru kan perbuatan itu di larang huweee andai si Afandi bukan guru di sekolah gw pasti bakalan gw terima dengan lapang dada ucap Yunita di dalam hatinya.
Yunita ternyata diam-diam mencuri pandang ke arah Afandi yang sedang fokus menyetir entah mengapa hatinya tiba-tiba dag Dig dug serrr gimana gitu pas liat mukanya si Afandi yang guantengnya kek orang-orang belasteran itu.
"sial ganteng banget"gumam Yunita masih fokus melihat ke arah Afandi.
"kenapa?? terpesona dengan ku eh??""ucap Afandi melirik ke arah Yunita dengan seringainya yang menawan.
sial kepergok lagi!.
"e.... ngga kok apaan siapa juga yang terpesona ama Lo "ucap Yunita mengelak.
Yunita langsung mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela sumpah demi apapun gw ngga berani liat matanya si Afandi matanya tuh kaya kegelapan malam kalo sekalinya natep bakalan terjerat dan ngga bisa lepas batinnya berucap.
"benarkah. tapi aku amati kamu mulai terpesona denganku"ucap Afandi dengan kepedean yang sama Ama gong ou.
njirr nih orang ngengitin gw ama si gong ou deh sifatnya yang kek bos-bos sombong haduh.
"mmm.... ngga kenapa Lo bisa nyimpulin hal itu heh??"
"karena tadi kamu sudah ketahuan mencuri-curi pandang ke arahku yang sedang fokus menyetir jadi itu alasanku"
"oke... oke...gw akui tadi gw curi-curi pandang ke arah Lo tapi bukan terpesona okeh gw akui Lo ganteng tapi Lo tuh bukan selera gw"
jangan lupa like dan coment ya guys jangan lupa klik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini ya.......
__ADS_1