TAK AKAN MELEPASKAN

TAK AKAN MELEPASKAN
kakak nyebelin


__ADS_3

Yunita menatap sengit Maulana yang seenak jidatnya masuk ke dalam kamarnya tanpa menunggu persetujuan darinya.


"Abang sendiri emang harus dilarang gitu masuk ke kamar Adeknya??" ia melangkahkan kakinya menuju ke tempat duduk yang biasanya di duduki oleh Yunita bila sedang ada pr.


"kalau iya kenapa mas Buloh! masalah buat Lo hah!?" ucap Yunita nyolot.


"maafin Abang ya tadi beneran kok di jalan lagi macet parah banget ta" jelas Maulana.


"cuma bilang maaf gitu?! abang ngga tahu aku tadi disana ketakutan nungguin abang datang udah tempatnya sunyi banget si Rifki mutusin panggilan telfon sepihak!. Abang datangnya lama harusnya tuh abang beliin sesuatu kek yang bikin aku ngga marah lagi sama abang!" ucap Yunita mencak-mencak.


OOO jadi dia pengin di beliin barang gitu??.


"oke deh asal Lo maafin abang"


"nah gitu dong!" seru Yunita senang.


"jadi Lo pengin di beliin apa nih sama gw??" tanya Maulana menyipitkan matanya.


"mmmm..... Gimana kalo Abang beliin aku kucing yang imut banget ngalahin keimutan ku ini" tawar Yunita.


"cuma kucing kan??"


cuma kucing mah kecil.


"ngga lah kandang sama makanannya masa ngga di beliin sih bang!?"


"oke... oke kaya gitu doang kan??"


"iyalah... Tapi inget kucingnya harus imut banget inget pake banget!" ucap Yunita penuh dengan penekanan.


"oke nanti malem Abang bawain deh"


cuma kucing makanannya sama kandangnya doang mah kecil kelez babang Maulana gitul oh batinnya membanggakan dirinya.


"okelah kalau begitu!"


Yunita merebahkan tubuhnya di atas ranjang empuk miliknya. Ia memejamkan matanya merilekskan tubuhnya yang pegal-pegal karena kejadian yang menimpanya tadi. Nyaman banget sih kalo ngerti bakalan ada kejadian tadi gw ngga bakalan masuk ke sekolah deh tadi walaupun.... Tadi ketemu sama cowok yang mukanya ganteng pake banget karena omongannya si Rifki gw jadi ngga yakin kalau dia beneran human alias manusia deh batinnya berucap.


"oy dek lo kenapa??" Maulana menghampiri adiknya yang tengah menikmati acara rebahannya ia mendudukkan dirinya di samping Yunita.


"ngga apa-apa kok" jawab Yunita.

__ADS_1


"ah masa sih dari penampilan Lo yang acak Adul kek gini kayaknya Lo baru aja ketemu sama setan yah" tebak Maulana ngawur.


kenapa kakaknya itu tahu??. Apakah Maulana sekarang adalah seorang cenayang??. Tapi sejak kapan??? batinnya bertanya-tanya.


"kok Lo tahu sih?!" tanya Yunita langsung bangkit dan mendudukkan dirinya menatap Maulana dengan pandangan meminta jawaban.


"cuma nebak aja.... jadi gimana??" tanya Maulana.


"hmmmm... Gimana ya... ??" Yunita berfikir sejenak.


"gimana apanya??" Maulana menatap wajah adiknya bingung.


"gw bingung mau menceritakan kejadian tadi mulai dari mana bang" ucapnya menyipitkan matanya berfikir.


"yaelah tinggal ceritain aja dek apa susahnya sih?"


"hmmm... gimana ya.."


"udah dek ceritain aja dek yaallah!" pekik Maulana.


"oke deh kalo Lo maksa jadi..."


mendengar ucapan dari adiknya itu membuat dirinya terkekeh geli adiknya itu jika sudah berbau hal mistis seperti makhluk halus bakalan menjadi penakut.


"kenapa malah ketawa sih bang apa yang lucu!?" tanya Yunita sewot.


"hahah... Lagian Lo itu mana ada makhluk halus yang nyamar jadi orang ganteng ta ta... Aneh lo....( Maulana menggeleng-gelengkan kepalanya sambil terkekeh geli)... dulu pas bunda hamil Lo ngidam apaan sih ta ta yaampun perut gw jadi sakit" ucap Maulana memegangi perutnya yang sakit gara-gara tertawa terpingkal-pingkal.


"ketawa terus sampe perut Lo keram!" ucap Yunita memicingkan matanya.


melihat adiknya tambah marah membuat Maulana mau tak mau berusaha menghentikan tawanya.


"ha..ha..ha.. Iya iya Abang ngga bakal ketawa lagi.. " Maulana menyeka air matanya yang keluar dari kedua matanya yang indah gara-gara omongan adiknya itu.


Yunita hanya menatap abangnya malas. dirinya di suruh menceritakan kronologi yang terjadi tapi kakaknya itu malah menyertawakannya apa dia pikir itu lelucon. dirinya merasakan ketakutan yang amat besar karena kejadian tadi tapi kakaknya itu malah berfikir itu adalah sebuah lelucon.


"Lo nyuruh gw buat ceritain kronologi nya tapi lo malah ngga percaya nyebelin banget sih Lo!" ia menatap sengit kakaknya dirinya sangat jengkel karena kakaknya itu mentertawakan hal yang menurutnya tidak lucu sama sekali.


"iya... hahaha... iya... ha.. (berusaha mengatur nafasnya) Abang minta maaf ok" Maulana menatap adiknya yang tengah melayangkan tatapan membunuh andalan adiknya itu.


"minta maaf?! enak banget Lo bilang maaf bang.adik sendiri lagi ketakutan Lo malah anggep hal ini lucu otak Lo taruh mana sih kok gobloknya sampe ke sumsum tulang sih!?"ucap Yunita masih setia dengan tatapan mata yang tajam yang di tunjukkan untuk kakaknya itu.

__ADS_1


Maulana mendekat ke arah Yunita tangannya terulur menyentuh jidat lebar milik Yunita ia mengetuk jidat itu membuat siempunya mengaduh kesakitan.


"bang! ngapain sih yaallah sakit tahu!"pekik Yunita kesakitan.


"Lo itu ya kalo ngomong tuh di jaga jangan maen ceplos aja! gw Abang Lo hormati gw dong sebagai kakak Lo ta jangan ****-begoin gw uhhhhh!!!! untung Lo Adek gw kalo ngga Lo ngga bakalan bisa liat dunia lagi "ucap Maulana gemas karena adiknya itu sangat rewel dan tidak mau di atur.


"iya.. iya maaf udah dong sakit !"


Yunita mengusap-usap jidatnya dengan rambut miliknya. si***n ini sakit banget ****! batinnya berteriak.


Maulana menatap adiknya sebentar lalu dia membaringkan tubuhnya di kasur itu ia menyipitkan matanya dan menyuruh Yunita untuk berbaring juga di kasur.


"ta sini tiduran " dia menepuk-nepuk sisi kiri kasur yang kosong.


Yunita menoleh ke Maulana sebentar lalu memasang wajah datar andalannya.


"ngapain??"


"lanjut cerita yang tadi" ucapnya dengan suara yang serak ia menguap lembur semalaman membuat dirinya merasakan rasa kantuk yang besar.


"ih jorok banget sih Lo! tutupin dong mulutnya nguapnya lebar banget kalo lalat masuk ke dalam baru tahu rasa" ucap Yunita yang melihat Maulana mengusap sangat lebar dan tidak menutupi mulutnya sehingga membuat Yunita kesal.


"yaelah ta sensi amat sih jadi orang lagi dapet ya Lo?"


"taek Lo!"


"dah lah jangan berantem lanjut cerita yang tadi ta"


entah setan apa yang merasuki anak sulung keluarga Anderson itu membuat dirinya mengalah dan melerai adiknya supaya tidak beradu argument dengannya lagi.


"tapi Lo jangan ketawa!"


"iya... iya"


"awas aja sampe Lo ketawa gw botakin tuh rambut"


Yunita menjatuhkan tubuhnya di ranjang miliknya dia memiringkan tubuhnya guna berhadapan dengan kakaknya.


"oke kita lanjut yang tadi.."


jangan lupa vote like and coment ya guys dan jangan lupa untuk klik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini

__ADS_1


__ADS_2