
Sementara itu di dalam villa, Morgan bersama pasangannya tengah bermesraan di ruang tamu. Sementara Louis tengah bermain di ponselnya dan pasangannya duduk di sampingnya.
Saat Biru dan Dylan berjalan masuk ke dalam villa, wajah Biru memerah melihat Morgan bersama dengan pasangannya. Dylan pun menutup mata Biru kemudian berteriak terhadap Morgan.
"Pergilah ke kamar kalian." Teriak Dylan.
Kemudian dia menarik Biru pergi ke kamar mereka.
"Apa kita akan tidur di sini?" Tanya Biru seraya melihat ke sekeliling kamar.
Hanya ada satu tempat tidur dan satu sofa panjang di dalam kamar itu.
'Bagaimana kami akan tidur?' pikir Biru.
Wajahnya tampak memerah. Dia tidak pernah tidur di kamar yang sama dengan seorang pria. Walaupun Dylan sering pergi ke apartemennya, kadang-kadang Dylan juga sering tidur siang sebentar di sana. Tapi mereka tidak pernah tidur di kamar yang sama.
__ADS_1
Melihat kecanggungan di wajah Biru, Dylan menjawab seraya berjalan ke arah kamar mandi.
"Kau tidur di atas tempat tidur dan aku bisa tidur di sofa. 2 kamar lainnya sudah dipakai Louis dan Morgan." Ucap Dylan.
Biru tentu tahu bahwa Louis dan Morgan akan memilih kamar masing-masing dengan pasangan mereka.
'Dasar para pria mesum.' pikir Biru.
Saat Dylan selesai mandi, dia meminta Biru untuk mandi juga. Dia sendiri keluar dari dalam kamar dan pergi ke tempat di mana makan malam sudah disiapkan. Beberapa pelayan yang bekerja di sana terlihat sibuk menyiapkan makanan.
Setelah makan malam selesai, mereka duduk santai di depan teras melihat pantai seraya menikmati pemandangan malam yang indah.
Biru duduk di samping Dylan. Dylan menaruh salah satu tangannya di pundak Biru. Kadang-kadang dia akan mengusap rambut Biru. Louis melihat itu dan dia menggelengkan kepalanya seraya tersenyum. Dia pun bergumam dalam hatinya.
'Jika orang-orang di luar sana melihat hal ini, mereka akan berpikir bahwa kedua orang itu tengah jatuh cinta.'
__ADS_1
Kemudian dia berbalik melihat ke arah Morgan yang juga tersenyum melihat ke arah Dylan dan Biru.
Setelah duduk di sana beberapa saat, Dylan menyadari bahwa Biru sudah tertidur. Dia dengan perlahan berdiri dan menggendong Biru menuju kamar mereka. Dia dengan perlahan menaruh tubuh Biru di atas tempat tidur dan menutupi tubuh Biru dengan sebuah selimut.
Setelah itu dia keluar lagi dan melihat hanya Morgan dan Louis yang masih ada di teras. Mereka lalu menghabiskan waktu mereka sampai tengah malam. Kemudian mereka kembali ke kamar mereka masing-masing.
Saat Biru terbangun, dia melihat Dylan masih tertidur. Dia perlahan berjalan ke arah kamar mandi dan membasuh wajahnya. Setelah mengganti pakaiannya, dia pun berjalan keluar.
Sekarang masih begitu pagi, matahari juga baru saja muncul. Biru berjalan menuju pantai. Langkah demi langkah dia berjalan menyusuri pantai. Dia tidak menyadari bahwa dia semakin menjauh dari villa.
Dia menunduk dan melihat beberapa kerang. Dia mulai mengutip kerang yang dia temukan yang tampak antik itu. Saat dia mengutip kerang itu, ada perasaan familiar yang dia rasakan. Seolah di masa lalu dia sering pergi ke pantai dan juga mengutip kerang seperti ini. Dia juga berlari di pantai bersama dengan seorang anak laki-laki kecil.
Hatinya merasa sedikit terluka. Dia lalu duduk dan mencoba mengingatnya. Tapi dia tidak bisa mengingat apapun yang dia alami dan kemudian air matanya pun terjatuh di pipinya dan dia pun melihat ke arah laut.
'Apa yang sebenarnya terjadi kepada diriku sendiri? Kenapa aku memiliki perasaan seperti ini? Kenapa aku merasa sedih?' tanya Biru dalam hati.
__ADS_1
Bersambung...