Takdir Cinta Biru

Takdir Cinta Biru
Kalung


__ADS_3

Biru bertanya kepada Sarah tentang Kenzo. Sarah mengatakan kepada Biru bahwa Kenzo akan datang dengan orang tuanya dalam waktu 2 minggu. Biru mengatakan bahwa dia sangat bahagia untuk mereka.


Sarah melihat kearah Biru. Dia bisa merasakan kesedihan dalam tatapan mata Biru. Dia berpikir pasti ada sesuatu yang terjadi antara Biru dan Dylan. Sarah lalu bertanya kepada Biru tentang hubungannya dengan Dylan. Biru mengatakan bahwa mereka baik-baik saja.


Biru berkata kepada Sarah bahwa dia berencana untuk beristirahat. Dia akan resign dari pekerjaannya dan pergi ke Paris. Sarah bertanya kepada Biru lagi apakah Biru baik-baik saja. Biru mengatakan bahwa dia hanya sedikit bosan dengan semua rutinitasnya. Itulah kenapa dia memutuskan untuk pergi ke Paris untuk liburan sekaligus juga menemui Ruby. Dia sangat merindukan Ruby.


Sarah tidak bertanya lagi karena Biru tidak mau mengatakan apapun. Jadi dia tidak mau memaksa Biru lagi.


'Mungkin ini bukan waktu yang tepat.' pikir Sarah.


Dia lalu melihat ke arah kalung yang ada di leher Biru.


"Biru kalung ini?" Ucap Sarah.


Biru melihat ke arah kalungnya. Dia tersenyum seraya memegang kalung itu. Tapi senyumannya memudar. Matanya tampak merah. Sarah merasa terluka saat dia melihat Biru seperti itu.


"Mama mengatakan bahwa ini diberikan oleh orang tuaku. Maksudku orang tua kandungku. Kau tahu bahwa aku diadopsi oleh orang tuaku yang sebelumnya bukan? Sebelum Mamaku meninggal, Mama meninggalkan sebuah surat yang mengatakan bahwa kalung ini diberikan oleh orang tua kandungku. Mungkin aku bisa menemukan mereka melalui kalung ini. Tapi dunia ini terasa sangat luas Aku tidak tahu di mana mereka. Jadi tidak mudah bagiku untuk menemukan mereka." Ucap Biru.


Sarah lalu melihat ke arah Biru dan bertanya padanya.


"Bolehkah aku melihatnya?"


Biru membuka kalung itu dari lehernya dan memberikannya kepada Sarah.


Sarah melihat kalung itu. Dia merasa familiar dengan kalung itu. Tapi dia lupa di mana dia melihat kalung seperti itu dia. Lalu dia membalik liontin kalung itu. Tiba-tiba dia mengingat sesuatu.


'Benar, dia juga memilikinya.' ucap Sarah dalam hati.


Biru lalu bertanya lagi pada Sarah.

__ADS_1


"Kalung ini sangat indah bukan wajah Biru m?"


Sarah mengangguk.


"Iya, ini sangat spesial." Balas Sarah.


Sarah mengembalikan kalung itu kepada Biru. Namun Biru berpikir jika Sarah menyukainya, jadi dia memberikannya kembali kepada Sarah.


"Kau menyukainya bukan? Aku memberikannya kepadamu." Ucap Biru tersenyum seraya memberikan kalung itu kepada Sarah.


Sarah menggelengkan kepalanya. Dia menolak.


"Tidak... tidak... Bagaimana kau bisa memberikan kalung itu kepada sembarangan orang. Itu adalah identitas mu. Hanya itu petunjuk yang kau punya untuk bisa menemukan keluargamu. Cepat kau pasang lagi di lehermu. Kau jangan sampai menghilangkannya." Ucap Sarah.


"Aku akan membantumu Biru. Kita akan menemukan keluargamu. Bahkan walaupun kita tidak berhasil, tidak apa-apa. Keluargaku akan selalu menjadi keluargamu." Ucap Sarah.


"Terima kasih Sarah." Ucap Biru seraya memeluk Sarah dengan erat.


Sarah tidak berani mengatakan kepada Biru di mana dia melihat kalung yang sama persis seperti itu. Dia ingin meyakinkan dirinya sendiri lebih dulu. Dia ingin membuat semuanya pasti sebelum dia mengatakan semuanya kepada Biru. Dia tidak mau membuat sebuah kesalahan dan memberikan harapan palsu kepada Biru.


Setelah mereka mengobrol, mereka berdua memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar pantai. Mereka mengganti pakaian mereka dengan mengenakan pakaian kasual dan celana pendek. Mereka berdua terlihat seperti mahasiswa.


Di saat yang bersamaan, Dylan baru saja menyelesaikan meeting nya. Dia berjalan menuju lobby hotel dan dia melihat sosok yang familiar.


'Biru...? Tidak mungkin. Mungkin aku hanya sangat merindukannya.' ucap Dylan dalam hati.


Zoya yang berjalan di samping Dylan melihat seorang wanita yang sama. Dia juga terkejut karena wanita itu adalah Biru. Rencananya untuk melakukan kencan romantis dengan Dylan malam ini bisa saja kacau, jika Biru ada di sini. Dengan memikirkan hal itu, perasaan Zoya menjadi kesal. Dia dengan cepat mengatakan kepada Dylan bahwa dia ingin mengatakan sesuatu kepada Dylan.


Mereka berdua lantas kembali ke ruangan di lantai atas. Biru dan Sarah berjalan kembali dari pantai. Mereka mendengar beberapa staf bergosip tentang sesuatu.

__ADS_1


"Apa kau melihat mereka?"


"Iya Nona Zoya sangat cantik dan Tuan Muda Dylan juga tampan. Mereka adalah pasangan yang serasi."


"Aku dengar mereka akan melakukan pertunangan mereka bulan depan."


"Tapi aku dengar Tuan Muda Dylan memiliki seorang kekasih."


"Lalu apa yang akan terjadi kepadanya?"


"Walaupun dia punya kekasih, dia tidak akan bisa menikahi kekasihnya itu. Dia hanyalah mainan bagi Tuan Muda Dylan."


Biru berdiri di sana mendengarkan obrolan mereka. Hatinya merasa terluka dan wajahnya begitu pucat.


'Siapa yang mereka bicarakan Zoya yang mana? Dylan? Apakah yang mereka maksud adalah Zoya dan Dylan yang aku kenal?' tanya Biru dalam hati.


Sarah yang berjalan di depan Biru berbalik dan melihat wajah Biru yang pucat.


"Ada apa? Apakah baik-baik saja?" Tanya Sarah.


"Aku baik-baik saja. Aku hanya merasa kepanasan." Balas Biru seraya mengibaskan tangan di wajahnya.


"Ayo kembali ke kamar kita." Ucap Sarah seraya menarik tangan Biru.


Biru mengikuti Sarah masuk ke dalam lift. Sebenarnya Sarah juga mendengar rumor itu tapi dia berpura-pura tidak mendengarnya. Ada kesedihan di mata Biru.


Setelah mandi dan beristirahat beberapa saat, mereka berdua memutuskan untuk makan malam di restoran.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2