
Biru tengah memeriksa pakaiannya di depan cermin. Dia sudah bekerja di sebuah perusahaan desain selama 1 bulan. Dia adalah sekretaris dari CEO perusahaan itu. Bosnya bernama Robi, merupakan seorang pria yang baik. Dia punya 3 sekretaris dan Biru merupakan salah satu dari mereka.
Biru berjalan keluar dari apartemennya dan pergi ke perusahaan. Dia dengan cepat menyiapkan semua yang dibutuhkan oleh bosnya untuk meeting.
Saat bosnya tiba dengan asisten prianya, dia memanggil Biru ke dalam ruangannya. Biru mengatakan kepada bosnya bahwa dia sudah menyiapkan semuanya untuk meeting. Bahkan walaupun Biru baru saja lulus, tapi dia sudah sangat hebat dalam pekerjaannya dan kemampuannya untuk bicara beberapa bahasa membuatnya mendapat nilai lebih bagi bosnya.
Biru melihat jam di ponselnya dan sudah waktunya untuk pulang. Dia pun membereskan semua barang-barangnya. Dia pergi ke hotel di mana sahabat baiknya Ruby menginap. Dia baru saja kembali dari Paris.
Ruby meminta Biru untuk ikut dengannya ke Paris. Dia ingin Biru bekerja bersamanya. Ruby dan kekasihnya memiliki perusahaan pakaian disana. Biru mengatakan bahwa dia sudah mempunyai pekerjaan. Tapi dia akan pergi ke sana untuk mengunjungi mereka saat dia memiliki waktu luang. Mereka adalah teman satu sekolah dan sekarang mereka sedang mengadakan acara reunian di ballroom sebuah hotel.
Setelah mengganti pakaian mereka dan mengenakan make up, mereka berdua keluar dari dalam hotel dan melihat Hery yang duduk menunggu mereka di lobby. Dia datang untuk menjemput mereka. Setelah itu mereka lalu pergi ke hotel tempat acara reunian dilakukan.
__ADS_1
Di ballroom Hotel, Ruby bertanya kepada Biru tentang Dylan. Biru sudah menceritakan kepada Ruby tentang Dylan. Biru mengatakan Dylan masih sangat sibuk dan mungkin dia masih berada di New York. Dia akan kembali minggu depan. Ruby merasa kecewa karena tidak bisa bertemu dengan Dylan karena dia harus kembali ke Paris besok. Tapi Biru mengatakan bahwa suatu hari dia akan membawa Dylan untuk bertemu dengannya.
Hery yang berada dekat dengan mereka mengatakan kepada Ruby bahwa Dylan adalah pria yang sangat tampan karena dia pernah melihatnya. Saat mereka tengah mengobrol, seseorang memanggil Biru.
"Biru..." Ucap seseorang.
Biru memutar kepalanya dan melihat bahwa itu adalah Zayn teman kelasnya yang disukai dulu.
Zayn melihat ke arah Biru dari atas sampai bawah. Dia tersenyum dan berjalan ke arah Biru. Dia menganggukan kepalanya ke arah Ruby dan Hery dan mengatakan 'halo' kepada mereka berdua.
"Zayn, aku baik." Balas Biru tersenyum meski sebenarnya dia merasa sangat gugup.
__ADS_1
Zayn selalu tidak menghiraukannya saat di masa sekolah dulu. Saat ini adalah pertama kalinya Zayn menyapa Biru dengan senyuman manisnya itu.
Biru memang langsung menyukai Zayn secara diam-diam sejak pertama kali dia melihat Zayn di sekolah dulu. Tapi sayangnya cintanya bertepuk sebelah tangan dan Zayn melihat Biru tidak lebih dari teman kelas saja.
Biru hanya bisa mengagumi ketampanan wajah Zayn dari jauh dulu di masa sekolah. Setelah tidak lama Zayn memiliki seorang kekasih dari kelas lain. Jadi Biru pun berhenti berharap.
Sekarang pria tampan bernama Zayn itu berdiri di depannya dengan senyuman manis yang dulu pernah membuat hatinya luluh dan Zayn bahkan terlihat lebih dewasa dan tampan dibandingkan sebelumnya.
Ruby dan Hery yang mengetahui tentang cinta Biru yang bertepuk sebelah tangan di masa lalu, mencoba untuk menahan tawa mereka saat melihat Biru yang tiba-tiba gugup. Ruby dan Hery melihat satu sama lain. Ruby mendekat ke arah telinga Hery dan berbisik.
"Apa-apaan ini? Dia bilang bahwa dia sudah move on dan mempunyai seorang kekasih. Tapi saat dia melihat Zayn, kenapa dia begitu gugup. Jangan bilang bahwa dia masih menyukai Zayn."
__ADS_1
Hery hanya mengangkat pundaknya saja.
Bersambung...