
Sementara itu di ruangan Dylan.
Dylan melihat ke arah Zoya yang duduk di sofa tengah memegang ponselnya. Dylan memijat keningnya.
Hatinya merasa terluka saat dia melihat wajah pucat Biru pada saat dia memarahi Biru tadi. Dia ingin memegang tangan Biru dan menarik Biru ke dalam pelukannya. Dia sudah begitu stres akhir-akhir ini karena pekerjaannya dan juga Zoya. Proyek ini sangat penting baginya jadi dia begitu marah saat dia melihat dokumen yang tidak lengkap. Tapi dia tidak pernah berpikir bahwa Biru adalah orang yang mengerjakan dokumen itu.
Dylan tahu bahwa Biru tidak pernah sembarangan tentang pekerjaannya.
'Jadi ada apa dengan dokumen itu sebenarnya?' tanya Dylan dalam hati.
Dylan menutup matanya seraya merasa kecewa dalam hatinya sendiri. Dia tidak pernah memarahi Biru seperti itu dan sekarang saat Biru berjalan masuk ke dalam ruangannya lagi, dia melihat Zoya di sampingnya.
Dylan bisa melihat rasa terkejut di wajah Biru dan juga rasa sakit di matanya. Dylan pikir bahwa dia harus menjelaskan semuanya kepada Biru.
Malam harinya saat Dylan kembali ke apartemennya, dia tidak menemukan Biru di sana. Dia pikir Biru akan ada di sana karena Biru tahu bahwa dia sudah kembali. Tapi pada kenyataannya, tidak ada siapapun di apartemennya. Dylan lalu mencoba menelepon Biru. Tapi ponsel Biru tidak aktif.
Dylan merasakan sesuatu yabg tidak nyaman di dalam hatinya. Dia terus menelepon Biru beberapa kali, tapi tetap saja nomor Biru tidak aktif. Kemudian Dylan berpikir bahwa mungkin Biru berada di apartemennya sendiri.
Dylan langsung pergi ke apartemen Biru, tapi ternyata Biru juga tidak ada di sana. Dylan menjadi khawatir.
Sementara itu, Biru sebenarnya tengah makan malam dengan Sarah di sebuah restoran yang ada di mall. Mereka tengah merayakan ulang tahun Biru.
Ulang tahun Biru sebenarnya sudah berlangsung 4 hari yang lalu. Sebenarnya di hari ulang tahun Biru, Sarah ingin mentraktir Biru makan malam. Tapi dia pikir Biru akan merayakan ulang tahunnya dengan Dylan. Jadi dia tidak ingin mengacaukan kencan mereka berdua. Tapi Sarah tidak pernah menyangka bahwa Dylan sebenarnya lupa akan ulang tahun Biru. Dia ke luar kota dan baru saja kembali kemarin.
Biru mengatakan kepada Sarah tentang apa yang terjadi.
Cara merasa kasihan kepada Biru. Dia juga merasa kecewa kepada Dylan. Dia bahkan menyumpahi Dylan.
"Dasar brengsek! Bisa-bisanya dia melupakan ulang tahunmu." Umpat Sarah kesal.
Biru hanya terdiam.
Kemudian Sarah mengatakan, "Biru, mungkin ini waktu yang tepat untuk kau pergi travelling."
__ADS_1
Biru yang tadinya menunduk bergegas menatap Sarah.
"Aku mendapat voucher gratis untuk menginap di sebuah resort. Ayo, kau ikut saja bersama ku pergi ke sebuah resort yang ada di pinggir pantai minggu depan." Ucap Sarah lagi mencoba membujuk Biru agar mau.
Biru ingin menolak, tapi Sarah memaksanya untuk ikut dengannya. Akhirnya Biru pun setuju.
Mereka pergi berbelanja setelah makan malam, kemudian mereka pergi ke ruang karaoke. Mereka bersenang-senang di sana.
Biru merasa sedikit pusing saat dia berjalan keluar dari ruang karaoke dia bertemu Zayn.
Zayn menawarkan untuk mengantar mereka berdua pulang karena sudah larut malam. Mereka pun akhirnya setuju. Awalnya Zayn mengantar Sarah pulang ke rumahnya. Setelah itu dia mengantar Biru ke apartemennya.
Di apartemen Biru...
Dylan mencoba untuk menelpon Biru lagi. Tapi ponsel Biru tetap tidak aktif. Setelah menunggu beberapa saat, Dylan menunggu di samping jendela dan mencoba untuk menelpon Biru lagi. Tepat saat itu dia melihat Biru keluar dari dalam mobil Zayn. Wajah Dylan menjadi murka.
Dia menunggu Biru, dan juga khawatir kepada Biru. Tapi dia malah melihat Biru keluar dari mobil pria lain. Dia menjadi begitu marah. Kekhawatiran dan rasa bersalahnya menghilang digantikan oleh kemarahan dan kecemburuan.
"Kau pergi ke mana?" Ucap Dylan dari sofa saat Biru masuk ke dalam apartemennya.
"Aku pergi makan malam dengan temanku." Ucap Biru saat berjalan masuk ke dalam.
"Apa dia Zayn?" Tanya Dylan.
"Tidak, aku pergi bersama Sarah." Balas Biru.
"Kau tidak hebat dalam berbohong Biru." Ucap Dylan.
"Aku tidak bohong." Ucap Biru.
Dylan berdiri dan berjalan mendekat ke arah Biru dia mengeluarkan tangannya dan menarik Biru dengan erat.
"Apa kau tahu konsekuensinya saat kau berbohong kepadaku?" Ucap Dylan kemudian dia melihat Biru dari atas ke bawah.
__ADS_1
Biru hanya menggunakan pakaian ketat dan sebuah rok panjang dan itu menunjukkan lekuk tubuhnya. Biru terlihat begitu seksi dan sangat menggoda.
Mata Dylan tampak murka saat dia melihat Biru mengekspos tubuhnya seperti itu dan saat dia berpikir tentang Biru yang memperlihatkan kulitnya kepada pria lain, darahnya terasa mendidih menuju kepalanya. Kemudian dia mencium aroma alkohol di tubuh Biru dan wajahnya menjadi semakin murka.
"Kau mabuk dan apa-apaan dengan pakaianmu ini?" Ucap Dylan.
Dia tidak melihat Biru mengenakan pakaian kerjanya tadi pagi dan matanya semakin tampak murka saat dia mengingat bahwa Biru keluar dari mobil Zayn.
'Bukankah itu berarti sepanjang jalan Zayn melihat Biru seperti ini dan Biru juga mabuk?' pikir Dylan.
"Bukankah ini terlihat bagus di tubuhku?" Ucap Biru.
Saat Dylan mendengar pertanyaan Biru seperti itu, dia menarik tangan Biru lebih erat yang membuat Biru merasakan kesakitan.
"Dylan ini sakit, lepaskan aku." Ucap Biru. "Aku sudah mengatakan kepadamu bahwa aku pergi makan malam dan berbelanja dengan Sarah. Aku hanya bertemu dengan Zayn saat kami hendak pulang ke rumah. Kemudian dia menawarkan untuk mengantar kami karena hari sudah larut malam dan tidak aman bagi kami dan juga memangnya kenapa dengan pakaianku ini?" Ucap Biru melihat ke tubuhnya sendiri.
Pakaian yang dikenakan biru itu memang sedikit terbuka. Tapi Biru masih merasa itu baik-baik saja dibandingkan dengan pakaian yang dipakai Zoya di kantor tadi.
Dylan melihat 2 shopping bag di tangan Biru.
"Biru, jangan berbohong kepadaku dan lihat dirimu sendiri. Kau bilang tidak ada salahnya dengan pakaian ini? Apakah kamu mencoba untuk menggoda pria lain dengan pakaian yang kau gunakan ini?" Ucap Dylan.
"Dylan...." Teriak Biru. "Kau berpikir terlalu jauh tentang diriku."
Hati Biru merasa terluka saat dia mendengar Dylan menganggapnya seperti itu.
Biru menarik tangannya dari genggaman Dylan dan kemudian dia berjalan melewati Dylan. Dia menaruh tasnya dan shopping bag nya di sofa. Dia tidak tahu kenapa dia langsung merasa bad mood.
"Jika kau tidak percaya kepadaku, maka tidak ada gunanya untuk menjelaskan semuanya padamu. Aku lelah, aku ingin tidur." Ucap Biru.
Dylan mengikuti Biru dari belakang, wajahnya tampak kesal karena sikap Biru yang seperti itu.
Bersambung...
__ADS_1