Takdir Cinta Biru

Takdir Cinta Biru
Gadis Baru


__ADS_3

Beberapa mahasiswa yang ada di sana juga melihat bahwa mahasiswi baru itu mendekati Dylan. Mereka semua mulai melihat ke arah Biru. Mereka ingin mengetahui bagaimana respon Biru karena bagaimanapun Biru adalah gadis yang selalu bersama Dylan.


Selama ini mereka bahkan berspekulasi bahwa Dylan mulai bosan terhadap Biru dan mengganti wanitanya lagi. Mereka melihat ke arah mahasiswa baru itu dari atas sampai bawah kemudian ke arah Biru. Mereka berdua benar-benar sangat berbeda.


Mahasiswi baru itu sangat cantik seksi dan juga pakaiannya sangat berkelas. Sementara Biru? Bagaimana Biru bisa dibandingkan dengan gadis itu? Mereka berdua seperti langit dan bumi.


Beberapa mahasiswi bahkan mulai berbisik satu sama lain.


"Mungkin Biru akan dibuang oleh Dylan secepatnya." Ucap mereka seraya melihat ke arah Biru dengan tatapan yang mengejek.


"Dia bahkan berpikir dia akan bisa bersama Dylan selamanya. Hahaha itu semua berakhir sekarang." Ucap para mahasiswi lainnya.


Mahasiswi baru itu menaruh tangannya di lengan Dylan. Dia melihat ke arah Biru dan yang lainnya kemudian matanya kembali menatap Dylan.


"Dylan, aku sangat merindukanmu. Kenapa kau tidak menjawab panggilanku dan siapa mereka?" Tanya gadis itu dengan suara yang menggoda kepada Dylan.


Matanya melihat ke arah Biru dengan tatapan cemburu dan juga benci. Dylan melihat ke arah gadis itu dan bertanya dengan suara yang dingin.

__ADS_1


"Kenapa kau ada di sini?"


Gadis itu memegang lengan Dylan dan menaruh kepalanya di pundak Dylan.


"Karena aku merindukanmu." Balas gadis itu tersenyum pada Dylan.


Dylan menggoyangkan pundaknya yang membuat kepala gadis itu tidak lagi bersandar di pundaknya.


Gadis itu tampak cemberut. Dia lalu mengalihkan pandangannya pada Morgan dan yang lainnya.


Biru lantas melihat ke arah Morgan dan yang lainnya. Mereka bertiga mengatakan halo kepada Jenny. Jenny hanya melihat mereka sekilas kemudian matanya kembali menatap kearah Dylan.


"Dylan, bisakah kau menemani aku. Aku ingin makan di luar. Aku tidak terbiasa makan di tempat seperti ini." Ucap gadis bernama Jenny itu seraya nerangkul lengan Dylan.


Dylan langsung melepaskan tangan gadis itu dari lengannya.


"Aku tidak bisa." Balas Dylan.

__ADS_1


Kemudian dia mengalihkan kepalanya menatap ke arah Biru dan melihat Biru ternyata sudah tidak makan lagi. Kemudian Dylan bertanya kepada Biru.


"Apa kau sudah kenyang?" Tanya Dylan.


Biru mengangguk dan menjawab "iya" seraya menganggukkan kepalanya.


Kemudian Biru melihat ke arah Jenny. Tatapan gadis itu seolah membencinya. Biru dengan cepat mengalihkan kepalanya ke arah Morgan dan Louis lalu kembali ke arah Dylan. Biru lalu berdiri. Dylan pun menarik tangannya.


"Hei, kau mau pergi ke mana?" Tanya Dylan.


"Aku masih ada kelas yang harus aku hadiri. Aku akan pergi lebih dulu, bye guys." Ucap Biru kemudian dia pergi.


Biru ingin pergi ke kelasnya. Tapi sebenarnya masih ada waktu setengah jam lagi sebelum kelasnya di mulai. Kemudian Biru memilih untuk berjalan ke taman dan duduk di atas sebuah bangku yang ada di bawah pohon. Biru benar-benar tidak mau berurusan dengan gadis bernama Jenny tadi.


Biru bisa melihat dengan jelas tatapan Jenny terhadapnya. Dia juga tidak mau para mahasiswa lainnya akan bergosip banyak tentang dirinya dan Dylan. Jadi dia memilih untuk menghindar dan duduk di bawah pohon itu sembari menunggu kelas berikutnya akan di mulai.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2