
"Suhu tubuhmu sangat panas, kau demam. Apa kau mau aku membawamu ke dokter?" Tanya Morgan.
Biru menggelengkan kepalanya.
"Tidak perlu Morgan. Aku hanya perlu meminum obat." Ucap Biru.
Biru menunjuk ke arah meja di sampingnya. Morgan lalu membantunya untuk mengambil obat dan memberikannya kepada Biru dengan segelas air.
Setelah meminum obat, Biru kembali berbaring lagi.
Saat itu Morgan juga mendapat sebuah panggilan dari Papanya. Biru meminta Morgan untuk pergi dan mengatakan kepada Morgan bahwa dia sudah lebih baik sekarang. Morgan sebenarnya tidak mau meninggalkan Biru sendirian. Dia pun mengeluarkan ponselnya dan kemudian menelpon Dylan.
Di saat yang bersamaan, Dylan yang baru saja tiba di apartemen Biru melihat mobil Morgan.
'Kenapa Morgan ada di sini? Apakah mereka mulai dekat sekarang? Seberapa dekat mereka? Kenapa Biru membawa Morgan ke apartemennya?' tanya Dylan dalam hati.
Dylan merasa kesal saat dia memikirkan tentang mereka yang tengah berduaan. Dylan adalah pria yang egois dan sangat posesif. Dia tidak pernah membiarkan Biru membawa pria lain ke apartemennya selama ini.
__ADS_1
Ponsel Dylan pun berdering. Dia lalu mengeluarkan ponselnya dari dalam sakunya dan melihat nama Morgan di layar ponselnya.
"Apa?" Teriak Dylan kesal.
"Kau ada di mana Dylan? Bisakah kau datang ke apartemen Biru?" Tanya Morgan.
"Kenapa? Aku sibuk." Balas Dylan.
"Biru sedang sakit. Bisakah kau datang kemari untuk menjaganya. Aku sudah memberikannya obat dan dia sudah tertidur. Tapi aku tidak bisa meninggalkannya sendirian dan aku harus pergi sekarang karena ada yang harus aku lakukan." Ucap Morgan.
Hati Dylan melemah saat dia mendengar bahwa Biru tengah sakit. Dia pun menghela nafas panjang dan berkata, "aku akan ada di sana 10 menit lagi."
Dia menyentuh kening Biru. Keningnya masih sedikit hangat dan Biru tampak berkeringat. Dylan lalu pergi mengambil handuk dan mengusap keringat Biru.
Kemudian dia mencium kening Biru dengan tangannya yang berada di pipi Biru.
"Semoga cepat sembuh Princess." Ucap Dylan.
__ADS_1
Saat Dylan hendak mengangkat tangannya, Biru tiba-tiba menarik tangan Dylan. Biru terus menggelengkan kepalanya dan bicara dengan matanya yang tertutup.
"Mama aku takut. Mama di mana? Tolong jangan tinggalkan aku." Ucap Biru dalam tidurnya.
Kemudian Biru mulai menangis dan terus mengulang ucapannya itu.
Dylan tidak pernah melihat Biru seperti itu. Dia lantas memegang tangan Biru dengan erat.
'Apa yang salah dengan nya?' tanya Dylan dalam hati.
"Aku ada di sini. Jangan takut, aku tidak akan meninggalkanmu Princess." Ucap Dylan seraya mengusap wajah Biru dengan lembut.
Setelah itu, dia lalu berbaring di samping Biru dan menarik Biru ke dalam pelukannya.
Biru menaruh tangannya di pinggang Dylan. Dia mulai merasa tenang dan kemudian tertidur lagi. Sekarang dia merasa lebih aman.
Dylan melihat ke arah Biru dan dia tidak bisa menahan dirinya sendiri. Dia pun mendekat ke arah Biru dan mencium bibir Biru dengan erat. Ini adalah pertama kalinya dia mencium Biru di bibirnya. Mereka pun tertidur dengan saling memeluk satu sama lain sampai pagi hari.
__ADS_1
Bersambung...