Takdir Cinta Biru

Takdir Cinta Biru
Belanja


__ADS_3

"Dylan, berhenti di sana. Aku perlu membeli sesuatu." Ucap Biru.


Dylan langsung masuk ke area parkir supermarket itu. Biru lalu membuka pintu mobil dan dia berkata kepada Dylan.


"Dylan, aku mau masuk ke supermarket untuk membeli bahan makanan. Kau bisa kembali lebih dulu. Tidak apa-apa nanti aku akan pulang ke apartemenku dengan taksi." Ucap Biru.


Dylan sendiri tidak pernah pergi ke supermarket. Semua bahan-bahan keperluan yang dia butuhkan selalu disiapkan oleh pelayannya.


Dylan lalu mematikan mesin mobilnya kemudian keluar dari dalam mobil tanpa menjawab ucapan Biru. Biru menggelengkan kepalanya dan bergumam.


'Dasar aneh.'


Mereka berdua lantas masuk ke dalam supermarket. Biru mengambil troli dan Dylan masuk ke dalam supermarket mengikuti Biru.


Saat mereka masuk semua wanita yang ada di sana melihat ke arah Dylan. Mereka pun berbisik.


"Oh Tuhan lihat pria itu dia sangat tampan."


"Dia benar-benar tampan."


"Lihatlah tubuhnya, wow dia sangat menarik."


"Gadis itu beruntung sekali."


"Apakah dia suaminya..."


Dan blablabla...

__ADS_1


"Dia begitu beruntung, kekasihnya itu sangat tampan..."


Bahkan beberapa wanita mencoba untuk menggoda Dylan.


Saat Dylan mendengar semua itu wajahnya menjadi marah. Tatapannya langsung menjadi dingin. Wajah Biru merona. Dia dengan cepat berjalan ke arah Dylan dan menarik Dylan bersamanya.


Dylan pun memegang troli yang dipegang Biru tadi. Mereka dengan cepat mencari barang apa yang mereka inginkan dan membelinya lalu pergi membayarnya. Setelah itu mereka berjalan menuju mobil Dylan.


Pada saat itu Alexa juga ada di sana. Dia tengah berbelanja dengan Mamanya. Saat dia melihat mereka berdua, wajahnya menjadi marah. Dia tampak mengepalkan tangannya. Dia merasa cemburu karena selalu saja Biru yang berada di dekat Dylan.


Alexa merasa bahwa dirinya jauh lebih baik dibandingkan Biru. Dia berpikir kenapa Dylan tidak melihat dirinya. Dia pun ingin menemukan cara untuk bisa menarik perhatian Dylan.


...----------------...


Di dalam mobil Dylan...


Biru melihat ke arah Dylan yang tengah mengemudikan mobilnya.


'Dia pasti seorang pencium yang hebat karena bagaimanapun dia itu pria yang memiliki banyak kekasih.' pikir Biru.


Dylan yang tengah mengemudi tiba-tiba bicara.


"Princess, apa kau sudah selesai memandangku?"


Biru langsung merona. Dia dengan cepat melihat ke arah lainnya.


Dia pun berkata, "siapa yang memandang dirimu?"

__ADS_1


Dylan mengangkat tangannya dan mencubit pipi Biru.


"Aku melihatnya Princess."


Biru menggigit Bibir bawahnya dan melihat keluar melalui jendela. Sikapnya tadi diketahui oleh Dylan dan itu membuatnya merasa sangat malu.


"Jangan lakukan itu Biru." Ucap Dylan.


Melihat Biru menggigit bibirnya sendiri, Dylan menelan ludahnya.


'Sial, kenapa aku merasa tergoda dengan bibirnya.' pikir Dylan.


"Melakukan apa?" Tanya Biru.


"Apa kau mencoba menggodaku?" Tanya Dylan.


Biru tampak bingung.


"Siapa yang mencoba menggoda mu? Aku? Kapan?" Tanya Biru.


Melihat wajah Biru yang menggemaskan, Dylan pun menghentikan mobilnya lalu membuka seat belt yang dia gunakan lalu membalikkan tubuhnya ke arah Biru.


"Kenapa kau berhenti di sini? Apakah ada yang salah dengan mobilmu?" Tanya Biru.


Biru melihat ke arah Dylan.


Dylan mendekat ke arah Biru. Biru pun beranjak mundur.

__ADS_1


"Apa... apa yang ingin kau lakukan?" Tanya Biru.


Bersambung...


__ADS_2