Takdir Cinta Biru

Takdir Cinta Biru
Menyanyi


__ADS_3

Hari berikutnya...


Saat Biru keluar dari dalam kelasnya, Morgan sudah menunggu dirinya. Mereka akan pergi ke kantin dan Louis sudah ada di sana, tapi Dylan belum muncul. Mereka mengatakan kepada Biru bahwa Dylan masih sibuk dengan pekerjaannya.


Setelah selesai dengan makan siang, Morgan mengantar Biru ke tempat bekerjanya.


...----------------...


Satu minggu berlalu...


Biru tengah makan siang saat Kenzo berjalan mendekati arahnya.


"Hei, kau sendirian?" Tanya Kenzo kepada Biru.


Biru tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Dia terkejut saat dia melihat Kenzo duduk di depannya. Kenzo melihat ke arah Biru dan tersenyum kepada Biru yang tampak gugup itu.


Biru melihat ke bawah dan melanjutkan untuk menyantap makanannya. Tidak lama setelah itu, Sarah datang. Dia duduk di samping Biru.


Biru pun merasa lega dengan kehadiran Sarah.


*Biru maaf aku terlambat." Ucap Sarah.


"Tidak apa-apa." Balas Biru.


Kemudian saat mata Sarah melihat ke arah orang yang ada di depannya, dia menjadi begitu terkejut.


"Ken? Kenapa kau disini?" Kemudian Sarah menunjuk ke arah mereka berdua. "Apa kalian mengenal satu sama lain?"


"Memangnya kau mengenalnya?" Balas Biru balik bertanya.


Sarah mengangguk.

__ADS_1


"Tentu saja. Dia adalah leader dari klub hiking." Ucap sarah.


Biru tampak terkejut. Dia lalu menunjuk ke arah Ken.


"Maksudmu dia leadernya?" Tanya Biru tampak tidak percaya.


Namun Sarah kembali menganggukkan kepalanya.


"Oh benar, aku ingat. Saat kau datang ke sana, Ken tidak ada di sana. Jadi kau tidak pernah bertemu dengannya. Kau hanya bertemu dengan wakil leader yaitu Felix." Ujar Sarah.


Kemudian Sarah bertanya kepada Biru bagaimana dia bisa mengenal Kenzo. Biru mengatakan bahwa dia bekerja di tempat Kenzo. Dia adalah pemilik dari cafe di mana Biru bekerja. Sarah tidak tahu bahwa Kenzo memiliki bisnisnya sendiri. Tapi Sarah tidak berpikir bahwa Ken memiliki kafenya sendiri dan sungguh suatu kebetulan bahwa Biru bekerja di cafe miliknya.


'Dunia benar-benar kecil.' ucap Sarah dalam hati.


Kemudian Biru mengingat bahwa Sarah ingin mengatakan sesuatu kepadanya.


"Sarah, kau bilang kau ingin mengatakan sesuatu kepadaku. Apa itu?" Tanya Biru.


"Oh benar, aku hampir saja lupa." Ucap Sarah.


Sarah kemudian mengeluarkan sebuah brosur dan menunjukkannya kepada Biru.


"Apa itu?" Tanya Biru.


Dia lalu membaca kertas yang diberikan Sarah kepadanya. Mata Biru langsung melihat ke arah Sarah dengan tajam.


"Kompetisi bernyanyi?" Tanya Biru.


"Kenapa kau menunjukkan ini kepadaku?" Ucap Biru pada Sarah.


Dia lalu memegang tangan Biru.

__ADS_1


"Hadiahnya cukup bagus. Bagaimana jika kau mengikuti kompetisi itu." Ucap Sarah.


Biru menunjuk ke arah dirinya sendiri.


"Aku rasa kau tidak sakit bukan?" Ucap Biru.


Biru menarik tangannya dari kening Sarah.


"Kau mau aku menyanyi? Apa kau bercanda? Tidak... tidak bisa." Ucap Biru menggelengkan kepalanya.


Sarah menarik tangan Biru dan berkata, "aku tahu kau hebat dalam hal bernyanyi Biru."


"Bagaimana kau bisa tahu? Aku rasa, aku tidak pernah bernyanyi di depanmu." Ucap Biru kemudian Biru kembali melanjutkan ucapannya. "Jika aku bernyanyi, aku rasa seluruh penonton akan berlari menjauh atau mereka akan melempari ku dengan sepatu." Lanjut Biru.


Biru tertawa dan menggelengkan kepalanya lagi.


"Aku tidak bisa bernyanyi Sarah." Ucap Biru lagi.


Kenzo merasa bahwa suasa itu sangat lucu saat melihat mereka berdua dan dia pun tertawa. Biru dan Sarah mengalihkan kepala mereka dan menatap ke arah Kenzo. Mereka baru saja menyadari bahwa Kenzo ada di sana. Kenzo langsung terdiam dan hanya tersenyum Sarah kembali menatap ke arah Biru.


"Biru hadiahnya sangat bagus kita bisa menggunakannya untuk donasi kau tahu kita mengumpulkan uang untuk donasi bagi Panti Asuhan bukan." Ucap Sarah.


Biru melihat ke arah Sarah.


"Lalu kenapa tidak kau saja? Kau saja yang ambil bagian dalam kompetisi itu dan aku akan mendukungmu. Aku tahu kau juga bisa menyanyi Sarah. Aku sudah melihatmu menyanyi." Ucap Biru.


"Kapan?" Ucap Sarah mulai bingung sekarang.


"Di asrama kita, aku mendengar kau menyanyi di kamar mandi." Ucap Biru kemudian tertawa.


Sarah memukuli pundak Biru dan hal itu membuat Kenzo juga ikut tertawa.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2