
Biru melihat Sarah masih tertidur. Jadi dia pergi berjalan-jalan di sekitar resort. Biru bertemu Zoya dan seorang wanita. Dia tidak tahu siapa wanita itu. Tapi wanita itu melihat Biru dengan tatapan menjijikkan seolah jika Biru itu adalah wanita menjijikkan dan rendahan. Biru tidak mengenali wanita itu sama sekali. Tapi wanita itu melihat ke arah Biru dengan tatapan yang tidak baik.
Zoya memanggil Biru.
"Apakah Dylan yang memintamu datang kemari untuk bekerja?" Tanya Zoya.
"Oh Zoya, tidak. Aku disini untuk liburan. Apakah Pak Dylan ada di sini juga?" Ucap Biru berpura-pura terkejut mengetahui bahwa Dylan ada di sini dan dia menyebut nama Dylan dengan sebutan Pak Dylan, menunjukkan bahwa dia hanyalah karyawan dari Dylan.
Kemudian wanita yang bersama Zoya itu melihat ke arah Biru dari atas ke bawah kemudian dia berbalik menatap ke arah Zoya dan bertanya kepada Zoya.
"Apakah kita akan sarapan dengan Kak Dylan? Di mana dia?" Tanya wanita itu.
Zoya melihat ke arah temannya yang bernama Alisa itu dan berkata, "mungkin dia belum bangun karena dia sangat kelelahan kemarin."
Ucapan Zoya terdengar ambigu. Biru merasakan sakit dalam hatinya.
Alisa menatap ke arah Biru kemudian dengan sengaja berkata, "oh ya Tuhan kakak! Apa kau dan Kak Dylan semalam... kalian berdua...."
__ADS_1
Zoya tampak merona. Dia memukul tangan Alisa dan berkata, "ssssstttt Alisa hentikan. Kau membuatku malu."
"Ayolah Kak. Kalian berdua akan segera menikah. Melakukan hal seperti itu adalah hal yang wajar bukan?" Ucap Alisa.
Biru merasa tidak nyaman dengan obrolan mereka. Dia tahu bahwa Zoya dengan sengaja membuatnya kesal. Dia tahu Zoya pasti mengetahui sesuatu tentang dirinya dan Dylan, tapi dia terus saja berpura-pura tidak tahu.
"Zoya, aku harus kembali ke kamarku sekarang. Temanku mungkin mencari ku." Ucap Biru.
"Biru, karena kau ada di sini, kenapa kau tidak bergabung bersama kami untuk sarapan. Bagaimanapun kita mengenal satu sama lain. Dylan pasti senang melihatmu di Sini, temannya yang lain juga ada di sini." Ucap Zoya.
Biru menolak tawaran itu. Dia menemukan alasan untuk bisa pergi. Kemudian dia dengan cepat berjalan menjauh dari Zoya. Dia tidak ingin bertemu Dylan.
"Biru... kau Biru bukan?" Ucap pria itu.
Biru sedikit ragu untuk menjawab. Tapi dia tetap mengangguk.
"Iya, tapi siapa kau?" Tanya Biru, dia tidak mengingat siapa pria itu.
__ADS_1
"Aku Brian. Kita pernah bertemu sebelumnya. Kita biasa bertemu saat kemping." Ucap pria bernama Brian itu.
Kemudian Brian mengatakan kepada Biru tentang masa lalu mereka. Biru pun akhirnya mengingat hal itu. Biru meminta maaf karena melupakan hal itu. Brian pun tersenyum dan mengerti karena mereka hanya bertemu dua kali di masa lalu.
Brian sendiri sekarang adalah seorang dokter dan dia di sini untuk melakukan pertemuan.
Setelah mereka mengobrol dan bertukar nomor ponsel, mereka berdua masuk ke dalam lift. Alisa berjalan keluar dari tempat persembunyiannya dengan ponselnya dan dia tampak tersenyum jahat.
Saat Biru sampai di kamarnya, dia melihat Sarah sudah berganti pakaian. Mereka berjalan ke lantai bawah untuk sarapan. Setelah itu mereka akan melakukan tour di kota itu.
Malam harinya Brian menelpon Biru dan mengundang Biru dan Sarah untuk makan malam. Mereka berdua lalu pergi ke sebuah restoran seafood yang ada di dekat resort itu.
Di saat yang bersamaan, Dylan juga akan makan malam dengan tamunya. Dia ditemani oleh Zoya. Saat dia berjalan keluar, dia menerima sebuah pesan dari nomor tidak diketahui dan dia melihat beberapa foto Biru yang menari dengan pria yang tidak dikenal. Kemudian foto lainnya memperlihatkan Biru bersama pria lainnya lagi.
Dylan mengepalkan tangannya pada ponselnya. Matanya dipenuhi kemarahan. Saat dia masuk ke dalam mobil, Leo bisa merasakan aura mematikan dari diri Dylan. Dia melihat wajah bosnya itu tampak murka. Zoya sendiri terlihat merasa kesal. Dia mengikuti Dylan masuk ke dalam mobil dan dia melihat wajah Dylan yang dingin yang membuatnya semakin merasa kesal.
Awalnya Zoya berencana untuk membuat Dylan marah kepada Biru karena memiliki pria lain dengan mengirimkan gambar Biru dengan pria lain kepada Dylan. Tapi dia malah kesal melihat Dylan yang tidak mau menghiraukannya. Kemudian mereka tiba di hotel. Dia meninggalkan Zoya dan kembali ke kamarnya. Dia mencoba untuk menelpon Biru beberapa kali. Tapi Biru tidak menjawab panggilan darinya.
__ADS_1
Dylan menelpon Leo dan mengatakan kepadanya bahwa mereka akan kembali ke kota malam ini karena urusan bisnisnya juga sudah selesai. Dylan ingin segera bertemu dengan Biru. Dia tidak mengatakan kepada Zoya tentang dirinya yang akan kembali ke kota. Dia lalu mengemasi barang-barangnya dan berjalan ke lantai bawah. Leo sudah menunggu dirinya di sana.
Bersambung...