Takdir Cinta Biru

Takdir Cinta Biru
Kedekatan


__ADS_3

Dua bulan berteman, Dylan membawa Biru bertemu dengan Morgan dan Louis. Sejak saat itu mereka berempat pun menjadi teman dan tidak butuh waktu lama mereka menjadi teman baik. Mereka semua sangat senang kepada Biru, terutama Dylan. Dia memperlakukan Biru dengan begitu spesial. Dia peduli kepada Biru bahkan melindungi Biru.


Seelah beberapa saat, Dylan dan Biru menjadi lebih dekat. Bahkan Louis dan Morgan berpikir bahwa mereka telah berkencan. Tapi Biru menjelaskan bahwa mereka berdua hanya berteman dan tidak lebih.


Namun, Dylan bahkan mulai menjemput Biru di tempat kerja dan mengantar Biru ke kampus. Sama dengan Louis dan Morgan, semua orang juga mulai bergosip bahwa mereka berdua tengah berkencan.


Biru tidak tahu harus mengatakan apa. Dia juga merasa sedikit aneh melihat cara Dylan memperlakukannya. Bahkan kadang-kadang Dylan begitu posesif terhadap dirinya. Dia tahu bahwa Dylan peduli kepadanya dan itu hanya karena mereka berteman baik.


Tapi kadang-kadang kepedulian Dylan terlalu berlebihan dan menakuti Biru karena dia takut suatu hari nanti, dia akan jatuh cinta kepada Dylan. Dia pernah mencoba sekali untuk tidak menghiraukan Dylan. Tapi Dylan selalu mengikuti Biru dan sekarang Dylan bahkan jauh lebih posesif lagi.


Setelah hari itu, Biru mencoba untuk bertingkah normal. Dia bahkan mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa Dylan dan dua temannya adalah sahabat baiknya. Dia akan memperlakukan mereka sebagai saudara sendiri.


Biru mengingat bahwa saat dia masih kecil, dia sering cemburu saat dia melihat teman-temannya memiliki seorang kakak laki-laki yang peduli kepada mereka dan sekarang melihat ketiga pria itu memperlakukannya dengan baik, membuat hatinya tersentuh.


...----------------...


Seperti biasanya, setelah selesai kuliah atau bekerja, Dylan pergi ke tempat kerja Biru dan menjemputnya kemudian mengantar Biru ke apartemennya.


"Mau mampir untuk makan malam?" Tanya Biru.

__ADS_1


"Baiklah." Balas Dylan seraya mengusap lehernya lalu duduk di sofa milik Biru.


Dylan melihat sekeliling apartemen milik Biru. Apartemen itu ukup kecil tapi membuatnya merasa nyaman berada di dalamnya dan Dylan sangat menyukainya. Biru pergi ke dapur dan mulai memasak 2 piring spaghetti. Mereka pun makan malam sembari mengobrol.


Memang selama dua minggu ini Dylan sering pergi ke tempat Biru. Kadang-kadang dia membawakan makanan dan menghabiskan waktu bersama. Mereka berdua menjadi lebih dekat lagi.


Setelah makan malam, Dylan pun pergi setelah memberikan ciuman selamat malam kepada Biru di keningnya.


"Sampai bertemu besok, bye." Ucap Dylan.


"Bye." Balas Biru.


...----------------...


Di waktu makan siang, kantin tampak sibuk dengan semua mahasiswa terutama para mahasiswa perempuan yang melihat ke arah Biru dengan tatapan kesal karena kemanapun Biru pergi, dia selalu dikelilingi oleh ketiga pria yang mereka sebut sebagai pangeran itu yang di mana itu adalah hal yang diimpikan oleh para gadis di kampus itu.


Mereka juga tidak tahu kenapa ketiga pria itu mau dekat dengan Biru yang mereka pikir adalah gadis biasa. Pakaian Biru juga pakaian biasa dan tidak mahal karena Biru selalu mengenakan jeans dan kaos longgar. Dia juga tidak mengenakan make up yang seperti para gadis lainnya lakukan. Mereka berpikir bahwa mereka lebih cantik dan lebih menarik dibandingkan Biru. Tapi kenapa Biru malah bisa mendapatkan perhatian dari ketiga pria itu.


Biru tengah menikmati bubble tea nya. Dia bahkan tidak peduli tentang tatapan mata semua orang. Dia tahu bahwa mereka tidak menyukai dirinya. Tapi dia mulai terbiasa dengan hal itu. Biru pernah mendengar hal buruk tentang dirinya. Tapi dia memilih untuk tidak menghiraukannya.

__ADS_1


"Apakah minuman itu memang enak?" Tanya Dylan melihat ke arah Biru yang menikmati bubble tea nya sejak tadi.


Biru memang sangat menyukai bubble tea. Biru mengangguk.


"Iya, ini enak." Balas Biru.


Dia tengah meminum bubble tea dengan sedotan dengan matanya yang tertutup. Saat dia meneguk minuman itu, dia terlihat menggemaskan dan juga menarik. Kedua temannya Morgan dan Louis mengalihkan mata mereka ke arah Biru. Saat mereka mendengar obrolan Dylan dan Biru. Mereka menelan ludah saat melihat Biru.


'Sial, dia memang sangat menarik.' ucap Morgan di dalam hatinya.


Dylan melihat mata kedua sahabat baiknya itu. Dia lalu melihat ke sekeliling di mana para pria juga melihat ke arah Biru.


Wajahnya tampak murka. Dia lantas dengan cepat mengambil bubble tea milik Biru dan membuka tutupnya lalu meminumnya dengan sekali tegukan.


"Ini tidak bagus untuk kesehatanmu. Jangan minum ini lagi." Ucap Dylan.


Biru tampak kesal melihat Dylan menghabiskan bubble tea miliknya. Dylan berdiri dan memegang tangan Biru lalu berjalan keluar dari kantin menuju mobilnya meninggalkan kedua temannya yang tampak diam di belakang mereka. Dylan tidak mengerti kenapa Biru sangat suka bubble tea dan kenapa dia merasa bahwa cara Biru meminum bubble tea itu begitu mempesona dan dia tidak menyukai hal itu. Dia mengendarai mobilnya menuju apartemen Biru karena mereka sudah tidak memiliki kelas lagi hari itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2