
Dylan menyeringai kemudian dia merenggangkan tangannya untuk memegang dagu Biru. Dylan menundukkan kepalanya dan mencium pipi Biru.
"Dylan kau...."
Biru memegang pipinya kemudian dia mendorong Dylan menjauh dari dirinya. Biru menundukkan kepalanya kemudian melihat ke arah lainnya. Wajahnya tampak merona. Dylan pun tertawa.
"Kenapa? Tidak bisakah aku mencium sahabat baikku? Dan aku juga tidak mencium bibirmu atau kau berharap bahwa aku mencium bibirmu?" Ucap Dylan.
Wajah Biru semakin memerah. Dylan tertawa saat dia melihat wajah Biru yang memerah seperti tomat itu.
Dylan mengusap rambut Biru. Biru tampak menggemaskan. Dylan benar-benar ingin menggoda Biru lagi. Tapi melihat wajah Biru yang merona, dia pun berhenti melakukannya. Dia lalu kembali menghidupkan mobilnya kemudian mengendarai mobilnya menjauh dari tempat itu.
Mobil Dylan akhirnya sampai di parkiran apartemen Biru.
__ADS_1
Biru membuka pintu mobil Dylan dan dengan cepat. Dia lalu berjalan keluar menuju apartemennya setelah mengambil tas belanjaannya. Dylan juga mengikutinya masuk ke dalam apartemen Biru. Biru tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya sendiri. Jantung nya terus berdetak kencang. Dia memegang dadanya dan merasakan wajahnya juga terasa panas.
'Wanita mana yang tidak akan gemetar jika dia diperlakukan seperti itu setiap hari.' ucap Biru dalam hati.
Biru sangat takut bahwa suatu hari dia akan benar-benar jatuh cinta kepada Dylan. Dia takut perasaan itu muncul dan malah akan membuat dirinya terluka karena dia sadar diri jika dia bukan siapa-siapa jika disandingkan dengan Dylan.
Biru membuka pintu apartemennya dan langsung menuju dapur. Dylan yang melihat Biru berjalan ke arah dapur pun mengikuti Biru. Dylan pikir bahwa Biru marah kepadanya karena sudah mencium pipi Biru tadi.
Dylan menarik Biru ke dalam pelukannya. Dia memeluk Biru beberapa saat seraya mengusap rambut Biru. Dia terus mencium rambut Biru dan kening Biru juga.
Biru tidak mengatakan apapun dia hanya membiarkan Dylan memeluknya. Kelihatannya Biru tidak bisa menahan hatinya sendiri untuk tidak jatuh cinta kepada Dylan. Matanya pun mulai basah.
Biru benar-benar tidak mau ada perasaan cinta itu ada di dalam hatinya untuk Dylan. Dia takut jika nantinya dia akan terluka.
__ADS_1
Hari demi hari yang dilalui Biru selama ini memang sikap Dylan semakin membuat Biru menjadi bingung. Kadang-kadang Biru berpikir tentang statusnya dengan Dylan.
'Apakah kami ini hanya teman atau yang lainnya?' pikir Biru.
Biru tidak mau menjadi besar kepala karena dia takut untuk dipermalukan oleh kenyataan nanti. Tapi dia harus menghadapi semua kenyataannya.
Bahkan walau Dylan selalu peduli kepadanya lebih dari seorang teman, tapi Dylan tidak pernah memberikan komitmen kepadanya.
Tiba-tiba Biru merasakan sakit di dalam hatinya.
'Mungkin Sarah memang benar, bahwa aku lebih baik menemukan aktivitas lain, jadi aku tidak terlalu fokus kepada Dylan saja.' ucap Biru dalam hati.
Biru sejak dulu terbiasa bekerja keras dan dia tidak pernah memikirkan tentang hal apapun seperti yang dia alami saat ini. Tapi sejak dia mengenal Dylan dan teman-temannya, dia mulai menjadi lemah dan tidak fokus pada tujuannya utamanya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, Biru mempersiapkan dua piring nasi goreng dan menaruhnya di meja makan. Mereka berdua pun makan malam dengan diam. Setelah makan malam selesai, Dylan pun pulang ke rumahnya.
Bersambung...