Takdir Cinta Biru

Takdir Cinta Biru
Pesta


__ADS_3

Biru baru saja bangun tidur. Saat dia mendengar suara bel apartemen berbunyi, dia dengan cepat pergi untuk membuka pintu dan melihat beberapa orang ada di luar.


"Selamat siang Nona. Apakah anda Nona Biru?" Tanya seseorang dari mereka.


"Iya, siapa kalian?" Tanya Biru bingung.


"Oh, kami dari butik Jojo dan kami diperintahkan oleh Tuan Dylan untuk mempersiapkan anda." Balas orang itu.


"Mempersiapkan aku? Untuk apa?" Tanya Biru semakin bingung.


Di saat yang bersamaan, ponsel Biru berdering. Dia melihat ke arah layar dan tersenyum kemudian dia menjawabnya.


"Biru apakah mereka sudah sampai?" Tanya Dylan.


Biru melihat ke arah orang-orang yang menatapnya, kemudian dia bertanya kepada Dylan.


"Apakah kau yang mengirim mereka datang kemari? Tapi untuk apa?" Tanya Biru.


"Tentu saja untuk membuat kau menjadi wanita paling cantik di dunia ini." Balas Dylan.


Biru tampak merona.


"Tapi aku tidak membutuhkan hal itu." Ucap Biru lagi.


"Kau membutuhkannya sayang, karena malam ini kau akan menjadi pasanganku pergi ke pesta." Ucap Dylan.


"Kau ingin membawaku pergi ke pesta perusahaan mu?" Ucap Biru hampir tidak mempercayai apa yang dikatakan Dylan.


"Tentu saja, kau adalah kekasihku." Balas Dylan.


"Tapi...."


Biru ingin mengatakan sesuatu tapi Dylan memotong ucapannya.


"Biru duduklah dengan tenang dan biarkan mereka membuatmu menjadi yang paling cantik, oke. Aku akan pulang ke rumah secepatnya." Ucap Dylan kemudian memutuskan sambungan telepon.


Biru pun lalu membiarkan orang-orang itu untuk masuk.


...----------------...


Setelah beberapa saat, Biru melihat dirinya sendiri di dalam cermin. Dia terlihat sangat cantik.


"Nona anda sangat cantik. Anda memiliki mata yang sangat indah." Ucap seseorang yang datang mendandani Biru tadi.


"Terima kasih." Balas Biru.


"Tuan Dylan memang memiliki mata yang hebat. Dia lah yang memilih pakaian ini untuk anda." Ucap yang lainnya.


Biru tersenyum dan bertanya, "Benarkah?"


"Tentu saja." Balas orang itu lagi.


Di saat yang bersamaan, pintu apartemen terbuka dan Dylan berjalan masuk.


"Tuan Dylan..." Ucap orang itu.

__ADS_1


Dylan mengangguk dan memberikan tanda kepada mereka semua untuk pergi. Leo yang ikut masuk bersama Dylan tadi, membawa orang-orang itu keluar dari apartemen. Dylan lalu berjalan ke arah Biru.


Biru masih terpesona memandang dirinya sendiri di depan cermin. Dia hampir tidak mengenali dirinya sendiri. Dylan tersenyum dan perlahan memeluk Biru dari belakang.


"Kekasihku sangat cantik." Ucap Dylan.


Biru melihat Dylan dari cermin dan dia pun tersenyum.


"Apa kau pikir begitu?" Tanya Biru.


Dylan menganggukkan kepalanya.


"Aku pikir juga begitu." Ucap Biru seraya tertawa.


Dylan lalu mencubit hidung Biru.


"Gadis nakal." Ucap Dylan.


Biru memukul tangan Dylan.


"Hentikan, kau akan merusak make up indah ku." Ucap Biru.


Dylan melihat ke arah Biru dengan penuh cinta. Dia melihat ke arah bibir Biru dan dia benar-benar ingin mencium bibir itu. Tapi dia harus menahan dirinya. Jadi, dia hanya memberikan ciuman di kepala Biru.


Setelah itu, mereka berdua berjalan keluar dari dalam apartemen dan Leo sudah menunggu mereka diluar.


Saat Leo melihat mereka datang, dia langsung membuka pintu mobil. Dia juga terpesona dengan kecantikan Biru. Tapi dia dengan cepat melihat ke arah lain sebelum bosnya mengetahui hal itu dia tersenyum dan berpikir dalam hati.


'Nona Biru memang sangat cantik. Tidak heran Tuan Dylan sangat posesif kepadanya.' ucap Leo dalam hati.


"Dylan, apa kau yakin untuk membawaku pergi ke pesta?" Tanya Biru.


"Kenapa? Kau tidak percaya kepadaku? Apa kau gugup?" Balas Dylan balik bertanya.


Biru menganggukkan kepalanya. Tentu saja dia gugup karena ini adalah pertama kalinya Dylan membawanya pergi ke sebuah acara formal.


Dylan lalu memegang tangan Biru dengan erat dan memberikan senyuman pada Biru untuk membuatnya merasa nyaman.


"Jangan khawatir, aku disini." Ucap Dylan seraya menarik Biru ke dalam pelukannya.


Dia memeluk Biru dengan erat dan mengusap punggung Biru.


...----------------...


Di dalam sebuah ballroom hotel berbintang 5, wajah Zoya tampak sangat marah. Dia menunggu Dylan untuk menjemputnya. Tapi Dylan sama sekali tidak datang.


Akhirnya Zoya harus datang ke hotel itu bersama orang tuanya. Saat dia melihat Opa Dylan dan Papa Dylan, dia berjalan ke arah mereka dan menyapa mereka. Opa Dylan melihat sekeliling dan tidak mendapati Dylan ada di ruang pesta itu.


"Zoya di mana Dylan?" Tanya Opa Dylan.


"Aku tidak tahu Opa. Dia tidak datang denganku." Balas Zoya.


Opa Dylan bisa melihat kekecewaan di wajah Zoya.


Dia mengusap pundak Zoya dan berkata, "bersabarlah. Mungkin dia sibuk."

__ADS_1


Tidak lama setelah itu, ada keributan dari luar. Semua tamu yang ada memutar wajah mereka melihat ke arah pintu. Disana tampak sosok Dylan dengan mengenakan setelan jas berwarna hitam masuk ke dalam. Dia terlihat sangat tampan dan di sampingnya ada seorang wanita yang sangat cantik mengenakan sebuah gaun berwarna navy yang tampak serasi dengan dasi yang dikenakan Dylan. Mereka berdua terlihat sangat cocok satu sama lain.


Wanita yang ada di samping Dylan terlihat sangat cantik dan elegan. Leo berjalan di belakang mereka. Semua orang mulai berbisik.


"Siapa wanita itu?"


"Dia sangat cantik."


"Mereka tampak serasi..."


Dan yang lainnya.


Zoya mengepalkan tangannya untuk menahan amarah dan rasa cemburunya. Orang tuanya juga terkejut. Mereka tidak menyangka Dylan akan menolak putri mereka dan membawa wanita lain. Mama Zoya tampak terkejut saat dia melihat wajah wanita yang familiar itu.


Papa Dylan juga terkejut. Sementara Opa Dylan juga tampak terpaku. Wanita itu adalah wanita yang membantunya hari itu.


'Siapa dia?' tanya semua orang dalam hati mereka.


Biru mencoba menenangkan dirinya sendiri saat dia melihat orang-orang berbisik. Dylan melihat kekhawatiran di wajah Biru. Dia memegang tangan Biru dengan erat untuk memberikannya keberanian. Biru melihat ke arah mata Dylan, kemudian dia tersenyum.


"Wow senyumannya sangat cantik. Dia benar-benar menawan." Ucap seorang wanita.


Dylan membawa Biru masuk. Kemudian mereka bertemu Morgan, Louis, dan juga Emily. Mereka berdua bergabung dengan mereka semua.


"Selamat Bro." Ucap Louis dan Morgan kepada Dylan seraya menepuk pundak Dylan.


Emily juga mengucapkan selamat kepada Dylan, kemudian dia melihat ke arah Biru.


"Biru, kau tampak sangat cantik." Ucap Emily.


Biru tersenyum dan wajahnya merona.


"Iya, kau sangat cantik." Ucap Morgan juga.


Louis menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Setelah itu Dylan membawa Biru bertemu Papanya. Saat mereka berjalan menuju Papa Dylan, Biru melihat dua orang pria dan jantung Biru berdetak sangat kencang saat dia melihat mereka.


'Mereka pasti Papa Dylan dan Opa Dylan.' ucap Biru dalam hati.


Dylan menyapa mereka dan memperkenalkan mereka kepada Biru.


Biru mengangguk dan menyapa mereka, sementara Zoya yang berdiri di samping mereka mengepalkan tangannya.


Biru tampak terkejut melihat pria tua itu. Dia juga mengenali Opa itu. Dia tidak menyangka akan melihat pria itu adalah Opa Dylan. Saat matanya melihat ke Papa Dylan, dia merasa sangat familiar. Sementara mata Papa Dylan tampak sedikit berair melihat ke arah Biru.


Saat dia mendengar nama Biru, jantungnya berdetak kencang juga. Tapi dia berpikir kenapa nama panjang Biru malah berbeda. Papa Dylan ingin menanyakan hal itu kepada Biru. Tapi dia menahan dirinya.


Orang tua Zoya datang dan bertanya kepada Dylan tentang Biru. Dylan pun memperkenalkan Biru kepada mereka.


Biru merasa mata Mama Zoya selalu menatap ke arahnya dan dia melihat kebencian dalam mata itu. Dia tidak mengerti kenapa wanita itu membenci dirinya. Biru sendiri bahkan tidak mengenal Mama Zoya sama sekali.


'Apa ini karena Zoya? Karena dia pikir aku merebut Dylan dari Zoya?' tanya Biru dalam hati.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2