Takdir Cinta Biru

Takdir Cinta Biru
Mulai Dekat


__ADS_3

Setelah beberapa saat, Dylan melihat wanita itu mulai terlihat mengantuk. Dylan pun tersenyum dan saat buku gadis itu hampir terjatuh, gadis itu pun bangun dan mengambil bukunya dan melepaskan earphone-nya lalu menaruhnya di dalam tas.


Gadis itu kemudian menggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan. Saat itulah Dylan melihat wajah gadis itu dengan jelas.


"Cantik..."


Itulah apa yang dikatakan Dylan dalam hatinya.


Rambut dari gadis itu sedikit coklat. Dylan tidak tahu apakah rambutnya itu memang asli atau karena dari produk salon dan wajah dari gadis itu tertutupi dengan make up simpel yang membuat kecantikannya terlihat lebih indah. Gadis itu melihat ke arah jam di tangannya dan berlari dari sana. Dylan kembali tersenyum.


"Mungkin kelasnya akan dimulai secepatnya." Ucap Dylan kepada dirinya sendiri lagi.


Saat Dylan hendak berbalik, matanya menatap sesuatu yang ada di bangku itu. Sepertinya gadis itu meninggalkan sesuatu di sana. Dia berjalan keluar dari dalam kelasnya dan pergi ke bangku itu. Dia melihat sebuah pena biasa. Dia lalu mengambil pena itu dan menaruhnya di dalam sakunya.


Saat dia kembali ke kelasnya, Louis bertanya padanya.


"Ke mana saja kau pergi?"

__ADS_1


Dylan tidak mengatakan apapun. Dia hanya duduk di kursinya.


...----------------...


Beberapa hari kemudian Dylan melihat gadis itu lagi. Dia tengah berjalan ke arah perpustakaan lagi. Tapi kali ini Dylan melihat gadis itu sendirian. Dylan dengan cepat mengikuti gadis itu. Dia melihat gadis itu mencoba untuk menggapai sebuah buku. Dylan lalu berjalan ke arah gadis itu dan membantunya untuk mendapatkan buku itu.


Biru melihat ke arah Dylan dan berterima kasih kepadanya. Pada saat itu Dylan terdiam saat dia melihat ke arah mata Biru.


Biru memiliki sepasang mata yang indah. Mata Biru begitu indah sampai mengingatkan Dylan kepada adiknya. Adik Dylan juga memiliki sepasang mata yang sangat indah. Dylan lalu mengikuti Biru ke arah mejanya, kemudian dia duduk di depan Biru.


Beberapa mahasiswa yang berada di perpustakaan melihat Dylan. Mereka begitu terkejut melihat Dylan mendekati Biru.


Dylan sangat suka menatap wajah Biru. Setelah beberapa saat, Biru berdiri dan saat itu dia melihat wajah Dylan. Dia tersenyum kepada Dylan kemudian berjalan menjauh dari sana. Dylan melihat punggung Biru sampai Biru tidak terlihat lagi. Kemudian dia berjalan keluar dari dalam perpustakaan dan kembali ke kelasnya.


...----------------...


Tiga hari kemudian, Dylan menunggu Biru di depan perpustakaan. Dia hampir menyerah menunggu selama 1 jam. Saat dia hendak berbalik, dia melihat Biru kemudian dia mendekat ke arah Biru. Dia mengeluarkan pena yang dia temukan dan mengembalikannya kepada Biru.

__ADS_1


Biru berterima kasih kepadanya. Dia tidak pernah berpikir bahwa penanya ditemukan oleh Dylan.


"Terima kasih...." Ucapan Biru terhenti karena dia tidak tahu nama Dylan.


"Dylan.... Siapa namamu?" Ucap Dylan mengambil kesempatan untuk mengetahui nama Biru.


"Biru Aksara. Kau bisa memanggilku Biru." Ucap Biru tersenyum.


Sejak saat itu setiap kali Dylan mendapat kesempatan, dia akan mengikuti Biru ke perpustakaan dan mereka akan mengobrol tentang banyak hal. Mulai tentang pelajaran dan yang lainnya.


Setelah saling mengenal selama 1 bulan, mereka menjadi dekat. Saat Sarah mengetahui hal itu, dia juga begitu terkejut. Kemudian dari Sarah, Biru akhirnya mengetahui bahwa Dylan itu adalah orang yang Sarah katakan kepadanya hari itu. Biru juga merasa terkejut dan Sarah mulai untuk menggoda Biru tentang Dylan. Biru menjelaskan kepada Sarah bahwa mereka hanya berteman.


Alexa yang mengetahui hal itu, merasa cemburu kepada Biru. Selama ini dia mencoba begitu keras untuk bisa mendapatkan perhatian Dylan. Tapi Dylan selalu tidak menghiraukannya.


Melihat Biru yang begitu mudah mendapatkan perhatian Dylan, membuat Alexa mulai membenci Biru di dalam hatinya. Tapi dia tidak mau menunjukkannya secara langsung. Dia tetap berada di sisi Biru sebagai temannya. Dia berpikir mungkin dia bisa menggunakan kedekatan Biru untuk bisa dekat dengan Dylan.


Dan orang yang paling marah, cemburu juga benci kepada Biru adalah Emily. Dia sudah menyukai Dylan sejak pertama kali dia melihat Dylan. Tidak hanya mereka berdua, kedekatan Biru dan Dylan juga membuat banyak wanita lainnya merasa cemburu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2