
Setelah Dylan tiba di bandara, dia meminta asistennya untuk mengantarnya menuju apartemennya. Tapi dia tidak menemukan Biru di sana. Dia menjadi takut saat dia tidak mendapati Biru berada disana. Dia mencoba menelepon Biru beberapa kali, tapi ponsel Biru tidak aktif.
Dia mengambil kunci mobilnya dan berjalan menuju pintu dan di saat yang bersamaan Biru membuka pintu dan berjalan masuk. Dylan langsung menarik Biru ke dalam pelukannya.
"Sayang kau membuatku takut. Kau pergi ke mana saja dan kenapa kau tidak menjawab panggilan dari ku?" Tanya Dylan.
Biru awalnya terdiam kemudian dia membalas pelukan Dylan.
Dylan akhirnya kembali dan Biru sangat merindukannya. Dylan melepaskan pelukannya dan dengan satu tangan berada di pinggang Biru, dia mulai mencium bibir Biru.
Setelah beberapa saat dia melepaskan Biru dan mengusap rambut Biru dan berkata, "aku merindukanmu Princess."
"Aku juga merindukanmu Dylan." Balas Biru.
Dylan kembali mencium Biru dan setelah beberapa saat, dia melepaskan ciumannya.
Sebenarnya Biru datang ke apartemen Dylan hari ini karena dia ingin mengambil beberapa pakaiannya yang tertinggal. Dia tidak menyangka bahwa dia akan bertemu Dylan di sini. Dylan tidak meneleponnya selama 2 minggu.
Bagi Dylan sendiri dia merasa bersalah karena tidak menelpon Biru. Tapi dia benar-benar memiliki banyak pekerjaan yang harus dia urus dan yang terpenting Opa nya, Papa dari Mamanya juga memintanya untuk segera menikah.
Setelah selesai mandi, Dylan dan Biru makan malam bersama dan mereka menghabiskan waktu mereka dengan menonton film favorit mereka.
Mereka masuk ke kamar dan mulai melampiaskan kerinduan yang sudah lama terpendam.
...----------------...
Dylan berdiri di samping jendela mengenakan pakaian mandinya. Dia melihat ke arah Biru yang masih tertidur di atas ranjang.
'Biru pasti kelelahan setelah apa yang terjadi semalam.' pikir Dylan dengan bibir yang tampak tersenyum.
__ADS_1
Dylan berjalan mendekat ke arah Biru dan berbaring di samping Biru. Dia mencium kening Biru kemudian dia mulai mencium hidung, bibir dan menggigit telinga Biru. Dia sangat mencintai Biru. Tapi dia tahu bahwa Opanya tidak akan menerima Biru karena Biru adalah orang yang sudah membuat Dylan kehilangan adik dan mamanya. Mama Dylan adalah satu-satunya putri dari Opanya.
Biru terbangun karena ciuman Dylan.
"Dylan...," Ucap Biru.
"Ssshhh...." Ucap Dylan melihat ke arah Biru.
Dia menarik Biru ke dalam pelukannya. Dia lalu mencium kening Biru dan dia mengusap pundak Biru perlahan sampai Biru tertidur lagi karena itu masih tengah malam.
'Dia adalah orang yang sudah membuatku kehilangan kebahagiaan yang pernah aku punya dulu. Aku seharusnya tidak menginginkannya dengan cara seperti ini. Aku merasa seolah aku sudah mengkhianati Mama dan Ella. Tapi aku tidak mau kehilangan dia. Aku mencintainya dan dia adalah milikku.' ucap Dylan dalam hati.
Lusa adalah peringatan kematian adik dan Mama Dylan. Opa Dylan akan kembali. Jika dia tahu tentang Biru, dia pasti akan menyakiti Biru. Dylan hanya bisa memijat keningnya memikirkan semua itu.
Opa Dylan dikenal sebagai orang yang sangat kejam karena dia adalah mantan perwira tentara dan dia sangat mencintai putrinya, yaitu Mama Dylan, Liliana.
Mengenai Papa Dylan, walaupun dia adalah orang yang baik, Dylan sendiri juga tidak tahu apa yang akan terjadi jika papanya juga mengetahui tentang Biru.
Selama ini papa Dylan hanya sibuk bekerja dan melatih Dylan. Dia tidak pernah membicarakan apapun tentang Mama dan adik Dylan.
Dylan berpikir mungkin Papanya tidak mau sedih lagi.
'Tapi jika Papa tahu tentang Biru, apakah Papa juga akan menyakiti Biru atau tidak?' pikir Dylan.
Itulah alasan kenapa Dylan tidak pernah membawa Biru bertemu dengan keluarganya atau membiarkan publik mengetahui tentang Biru.
...----------------...
Saat jam menunjukkan pukul 06.00 pagi, Dylan sudah mandi. Dia bersiap-siap membuat sarapan untuk Biru dan juga meninggalkan catatan untuk Biru sebelum dia keluar dari dalam apartemennya.
__ADS_1
Asisten Dylan sudah menunggu dirinya di mobil. Mereka akan pergi ke bandara untuk menjemput Opa Dylan dan mengantar Opanya pergi ke kediaman utama mereka. Opa Dylan sudah pergi ke luar negeri selama beberapa tahun dan sekarang dia akhirnya kembali pulang ke rumah.
Dylan duduk di ruang tamu bersama dengan Opanya.
"Kapan kau akan menikah? Jangan biarkan Zoya menunggu terlalu lama." Ucap Opa Dylan.
Sejak awal Opa Dylan memang ingin Dylan untuk menikahi Zoya. Mama Zoya adalah sahabat baik dari mama Dylan.
"Opa..." Ucap Dylan.
"Dia adalah gadis yang baik. Besok bergabunglah bersama kami. Perlakukan dia dengan baik." Ucap Opa Dylan.
Setelah mengatakan hal itu, Opa Dylan berjalan naik ke lantai atas. Dylan sendiri pergi ke perusahaannya.
Malam harinya Dylan tidak kembali ke apartemennya karena dia kembali ke kediaman keluarganya. Dia melihat Papanya berdiri sendirian di taman belakang rumah. Dia lalu berjalan mendekat ke arah Papanya.
"Papa..." Ucap Dylan.
"Kau kembali." Ucap Papa Dylan.
Sejak kematian Mama Dylan, mereka jarang sekali membicarakan tentang keluarga. Hanya ada satu hal yang mereka bicarakan yaitu tentang perusahaan.
Papa Dylan ingin Dylan untuk mengambil alih perusahaan keluarga mereka, dan Dylan harus menunggu sampai bulan depan untuk memimpin perusahaan mereka secara keseluruhan.
Setelah menemani Papa nya beberapa saat, Dylan kembali ke kamarnya sendiri. Dia bisa merasakan kesepian yang dirasakan Papanya.
Hubungan Papanya dengan Opa Dylan sendiri juga tidak terlalu bagus. Opanya masih menyalahkan Papa Dylan atas kematian Mama Dylan yang merupakan putrinya itu. Dylan pun merasa sedih untuk papanya.
Bersambung...
__ADS_1