Takdir Cinta Biru

Takdir Cinta Biru
Meminta Maaf


__ADS_3

Saat Dylan terbangun, dia mendapati dirinya sendiri berada di apartemennya. Dia mengambil ponselnya dan melihat ke arah jam.


"Oh sial!" Ucap Dylan.


Dia lupa janjinya dengan Biru kemarin malam. Dia lalu dengan cepat menelpon nomor Biru, tapi Biru tidak menjawab panggilan darinya.


"Hebat, dia pasti sangat marah sekarang." Ucap Dylan.


Dylan lalu berdiri dan pergi ke kamar mandi. Setelah mandi dan mengganti pakaian, dia langsung mengambil kunci mobilnya dan bergegas pergi ke apartemen Biru.


Saat dia tiba di sana, dia menekan bel apartemen Biru, tapi tidak ada yang berada di dalam apartemen itu. Dia lalu mengendarai mobilnya pergi ke tempat kerja Biru.


Dia berjalan masuk ke dalam cafe tempat Biru bekerja. Matanya melihat ke sekeliling cafe, tapi dia tidak menemukan keberadaan Biru. Kemudian Dia memutuskan untuk menunggu di sana sembari memesan secangkir kopi dan duduk di dekat jendela.


Beberapa pelanggan wanita melihat ke arah Dylan dan berbisik. Lia teman kerja Biru juga terpesona saat dia melihat Dylan.


'Oh ya Tuhan, siapa dia? Dia sangat tampan.' ucap Lia dalam hati.


Biru yang baru saja mengganti pakaiannya berjalan keluar dari ruang ganti dan melihat Lia yang tampak termenung.


Biru lalu menepuk pundak Lia.


"Ada apa denganmu? Kenapa kau berdiri di sini?" Tanya Biru.


Lia menarik lengan Biru dan menunjuk ke arah Dylan. Dia berkata kepada Biru.

__ADS_1


"Biru, lihatlah pria itu. Dia sangat tampan. Apakah dia seorang model atau dia itu seorang selebriti?"


Biru melihat ke arah orang yang ditunjukkan oleh Lia itu. Dia menjadi begitu terkejut saat dia melihat ternyata orang itu adalah Dylan. Biru lantas dengan cepat berbalik dan berjalan menjauh. Dia masih marah kepada Dylan.


Dylan yang tengah meminum kopinya melihat Biru. Dia dengan cepat berdiri dan berjalan ke arah Biru.


"Biru." Ucapnya.


Biru tidak menghiraukannya. Lia menutup mulutnya karena terkejut.


'Pria tampan itu sebenarnya adalah teman Biru, ataukah dia adalah kekasih Biru?' tanya Lia dalam hati.


Biru tidak mau membuat cafe menjadi heboh jadi dia berjalan keluar dari cafe dan Dylan mengikutinya.


Dylan terus memanggil nama Biru.


Sekarang wajah mereka berdua melihat satu sama lain. Dylan lalu memegang dagu Biru dan membuat Biru melihat ke arahnya.


"Sayang, aku minta maaf. Aku tidak bermaksud untuk melupakan janji kita tadi malam. Aku minum terlalu banyak dan Leo mengantar aku pulang ke apartemenku dan aku tertidur." Ucap Dylan.


Biru melihat ke arah mata Dylan. Dia sangat mencintai Dylan dan bagaimana mungkin dia bisa marah kepada Dylan begitu lama. Dylan menundukkan kepalanya dan mencium kening Biru. Biru tampak merona dan Dylan lalu menarik Biru ke dalam pelukannya.


Beberapa orang yang berjalan di sekitar mereka tersenyum saat mereka melihat Biru dan Dylan sementara beberapa orang lainnya tampak iri.


Lia juga terkejut saat mengetahui bahwa pria tampan itu adalah kekasih Biru.

__ADS_1


'Biru benar-benar wanita yang sangat beruntung.' ucap Lia dalam hati.


"Aku aku harus pergi bekerja." Ucap Biru seraya melihat ke sekeliling.


Ada beberapa orang masih melihat ke arah mereka. Hal itu membuat wajah Biru merona. Dia merasa sangat malu. Dylan lalu melihat ke sekeliling dengan tatapan matanya yang dingin dan orang-orang yang melihat ke arahnya itu langsung berjalan pergi. Dylan pun mengusap rambut Biru.


"Aku akan menjemputmu nanti." Ucap Dylan.


Setelah itu, dia mencium kening Biru lagi lalu Dylan berjalan pergi ke arah mobil sporty nya dan mengendarainya pergi dari tempat kerja Biru.


Saat Biru berjalan masuk ke dalam cafe, Lia menarik Biru ke sudut ruangan.


"Oh ya Tuhan Biru, dia sangat tampan. Kau begitu beruntung. Dia terlihat sangat mencintaimu." Ucap Lia.


Biru tampak merona.


"Apakah dia teman kampus mu?" Tanya Lia lagi.


Biru menganggukkan kepalanya dan berkata, "dia teman kampusku. Dia sekelas dengan bos kita." Ucap Biru.


"Oh tidak heran, kelihatannya dia itu pria kaya. Lalu kenapa kau masih mau bekerja jika kau memiliki kekasih yang kaya?" Ucap Lia.


Biru memegang tangan Lia dan berkata, "tidak seperti itu Lia. Kekayaannya itu miliknya sendiri bukan milikku dan juga aku tidak suka bergantung kepada orang lain. Kau tahu aku bukan? Kita punya kehidupan kita sendiri." Ucap Biru.


Lia mengangguk. Biru lalu menepuk pundak Lia lagi dan berkata "ayo bekerja. Kita bisa dipecat jika kita terlihat terus mengobrol seperti ini."

__ADS_1


Kemudian mereka pergi ke tempat posisi mereka masing-masing. Biru lalu menghela nafa lega, untungnya cafe sedang tidak terlalu ramai saat Dylan datang.


Bersambung...


__ADS_2