Takdir Cinta Biru

Takdir Cinta Biru
Marah


__ADS_3

Louis melihat wajah marah Dylan. Dia mau menepuk pundak Morgan dan memberikan kode kepada Morgan.


Kemudian dia berkata, "mungkin dia itu teman kelasnya dan mereka secara tidak sengaja bertemu saat Biru berjalan ke arah kelasnya." Ucap Morgan.


"Iya mungkin saja." Balas Louis setelah melihat wajah Dylan yang marah.


...----------------...


Setelah 2 jam berlalu, kelas pun berakhir. Biru berjalan keluar dari dalam kelasnya. Dia melihat arlojinya sudah jam 05.00 sore. Anthony mengejarnya dan saat dia berdiri di samping Biru, dia menanyakan nomor ponsel Biru dan Biru pun memberikan kepadanya.


Anthony sangat bahagia. Mereka berdua lalu berjalan keluar dari dalam gedung kampus. Sebenarnya Anthony ingin menawarkan tumpangan kepada Biru, tapi dia menahan dirinya sendiri. Dia menahan dirinya karena dia tidak ingin semua itu terlalu cepat. Dia ingin melakukannya dengan perlahan-lahan.


Setelah mengucapkan perpisahan, Anthony berjalan ke arah mobilnya. Biru juga berjalan ke arah gerbang kampus. Tidak jauh dari sana, Dylan yang sudah menunggu di dalam mobilnya melihat interaksi antara Biru dan Anthony. Dia tidak kembali setelah meninggalkan Morgan dan Louis.


Dia mengendarai mobilnya menuju ke arah Biru yang berdiri di depan gerbang. Biru yang bersiap melewati jalanan merasa terkejut saat Dylan memencet klakson mobilnya dan membuat Biru membalikkan kepalanya dan melihat mobil Dylan.


Dylan membuka jendela mobilnya dan berkata, "masuklah."


Biru tersenyum saat dia membuka pintu mobil Dylan dan masuk ke dalam mobil itu. Dylan mengendarai mobilnya menjauh dari kampus. Biru melihat ke arah Dylan yang fokus mengendarai mobilnya.


"Dylan, kenapa kau belum pulang juga? Bukankah kau seharusnya sudah pergi bersama Morgan dan Louis?" Tanya Biru.

__ADS_1


Dylan tidak menjawab pertanyaan Biru.


Biru pun melihat kemarahan di wajah Dylan kemudian dia terdiam karena melihat tidak ada reaksi apapun dari Dylan. Dia mengalihkan kepalanya ke arah jendela di sampingnya dan melihat keluar.


"Siapa dia?" Tanya Dylan.


Biru merasa bingung. Dia melihat ke arah Dylan yang masih fokus mengendarai mobilnya.


"Siapa?" Ucap Biru bertanya balik pada Dylan.


Dylan bertanya kepadanya lagi.


"Pria itu. Siapa dia?"


"Pria yang mana?" Tanya Biru.


"Pria mana? Apa kau punya banyak sekali pria. Wah, kau sangat hebat sekarang." Ucap Dylan.


Biru terdiam dan dia merasa sedikit kesal dengan ucapan Dylan.


'Apa maksudnya dengan berkata seperti itu?' ucap Biru dalam hati.

__ADS_1


Dylan bertanya lagi.


"Pria yang berjalan bersamamu tadi itu, siapa dia?"


Biru menghela nafas panjang.


"Maksudmu Anthony? Dia itu teman kelasku. Kenapa?" Tanya Biru.


Dylan tidak menjawab lagi dan hal itu membuat Biru juga ikut terdiam.


'Ada apa dengan pria ini? Dasar aneh.' ucap Biru dalam hati.


Biru lalu mengalihkan pandangannya ke arah Dylan. Melihat wajah Dylan yang dingin dan tidak senang, Biru pun kembali berpikir.


'Kenapa dia terlihat marah? Apakah dia cemburu? Tidak mungkin. Biru kau berpikir terlalu banyak.' gumam Biru.


Kemudian Biru mengingat ucapan Dylan yang baru saja dia katakan.


'Aku yang seharusnya marah dengan ucapannya.' ucap Biru dalam hati.


Kemudian Biru mengalihkan kepalanya menatap ke arah jendela, ke arah jalanan lagi di sampingnya. Mereka berdua tidak bicara sampai akhirnya Biru melihat sebuah supermarket. Dia lalu meminta Dylan untuk berhenti di sana karena dia ingin membeli sesuatu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2