
Zoya yang tengah duduk di dalam mobilnya tengah mendengar laporan dari orang-orangnya. Dia tampak sangat marah dan mengepalkan tangannya. Dia sangat membenci Biru.
Malam itu setelah insiden bersama Biru, dia merasa sangat bahagia. Dia kembali ke kamarnya dengan begitu puas. Tapi hari berikutnya, dia pergi untuk mencari Dylan.
Dia mengetahui dari seorang staf hotel bahwa Dylan sudah kembali ke kota. Zoya tahu alasan Dylan kembali dengan segera ada hubungannya dengan Biru. Jadi dia juga ingin kembali secepatnya. Tapi dia tidak mendapatkan tiket. Jadi dia harus mengambil penerbangan malam harinya.
Dia memiliki seseorang untuk mengikuti Biru dan orangnya mengatakan kepadanya bahwa Dylan datang dan tinggal di tempat Biru.
Zoya berpikir bahwa mereka akan bertengkar karena foto-foto itu. Jadi hari ini dia dengan sengaja datang lebih awal ke tempat Biru untuk meyakinkan dirinya. Dia ingin melihat wajah Biru yang menyedihkan. Tapi dia tidak menyangka bahwa dia akan mendengar jika Dylan tidak pergi bekerja dan dia tetap berada di apartemen Biru sepanjang hari dan itulah yang membuat Zoya menjadi semakin cemburu dan membenci Biru.
Dia juga sangat kesal, kenapa setelah mengetahui siapa Biru Dylan tetap sangat mencintai Biru.
...----------------...
Dylan duduk di sofa dan tengah bekerja dengan laptopnya. Sementara Biru berbaring di sampingnya.
__ADS_1
Hari ini Dylan dengan sengaja menunda semua meeting yang akan dia lakukan hanya untuk menemani Biru dan Biru merasa sangat bahagia. Tangan Dylan tengah mengetik di laptop dan satu tangannya lagi mengusap rambut Biru. Dia sangat mencintai Biru.
Setelah membalas beberapa email nya, Dylan melihat Biru sudah tertidur di sampingnya. Mungkin karena efek samping dari obat yang Biru minum atau Biru memang merasa nyaman karena Dylan yang terus mengusap rambutnya yang akhirnya membuatnya tertidur.
Dylan perlahan menaruh laptopnya di atas meja, kemudian menggendong Biru ke dalam kamar. Setelah menaruh tubuh Biru di atas tempat tidur dan menyelimutinya, Dylan memberikan ciuman di kening Biru kemudian berjalan menuju ruang tamu lagi untuk melanjutkan pekerjaannya.
Biru yang tengah tertidur, tiba-tiba berteriak. Dylan pun dengan cepat berlari ke arah kamar. Dia melihat Biru yang penuh dengan air mata dan keringat. Dia langsung memeluk Biru dan mengusap punggung Biru.
"Tenanglah sayang. Itu hanya mimpi. Aku di sini." Ucap Dylan.
Biru tidak mengatakan apapun dia hanya memeluk Dylan dengan erat dan menangis.
Biru lalu meminum air itu dan berterima kasih kepada Dylan.
Dylan tahu bahwa mimpi Biru pasti berhubungan dengan masa lalunya.
__ADS_1
'Apakah Biru mulai mengingat masa lalunya?' tanya Dylan dalam hati.
Dylan tidak tahu kenapa. Tapi hatinya merasa ketakutan dan dia tidak mau ingatan Biru kembali.
...----------------...
Dylan pergi untuk menyiapkan makan malam untuk mereka. Sementara Biru pergi mandi sebelum bergabung bersama Dylan di dapur. Biru merasa bahagia saat Dylan ada di sampingnya. Dia merasa begitu bersyukur memiliki kesempatan untuk bahagia seperti hari ini.
Semua kebersamaan yang dirasakan Biru hari ini mengingatkannya tentang masa lalu saat masih berkuliah.
Tadi saat makan malam, Dylan terus menyuapi Biru. Dia mengusap bibir Biru kemudian sekarang dia juga menemani Biru untuk menonton film. Biru merasa seolah dia menemukan kembali Dylan yang lama dimana dia yang selalu menemani dirinya, membuatnya nyaman dan melindunginya. Tanpa Biru sadari air matanya jatuh ke pipinya. Dia dengan cepat mengusap air matanya pergi. Dia mengalihkan wajahnya menatap Dylan dan langsung mencium Dylan.
"Terima kasih Dylan." Ucap Biru.
Dylan sedikit terkejut. Tapi dia menerima ciuman dari Biru dan membalasnya. Mereka berdua memiliki malam yang sangat indah.
__ADS_1
'Aku sangat mencintaimu Dylan.' ucap Biru dalam hati.
Bersambung...