Takdir Cinta Biru

Takdir Cinta Biru
Tentang Tiga Pria


__ADS_3

"Biru biarkan aku mengatakan kepadamu, mereka itu adalah para pangeran tampan kita. Mereka berasal dari keluarga kaya dan berkuasa terutama Dylan. Keluarganya adalah yang paling kuat dan berkuasa. Dia satu-satunya pewaris keluarganya. Dia juga sangat pintar, dia juga sudah memiliki bisnisnya sendiri. Di samping itu dia juga mulai untuk menjalankan perusahaan keluarganya dan mereka juga yang memiliki wewenang di kampus ini. Setelah dia, ada sosok Morgan. Dia adalah pangeran kedua dari grup itu dan dia juga sudah memiliki perusahaan gaming tersendiri. Sementara Louis, keluarganya berasal dari firma hukum yang terkenal. Orang-orang mengatakan bahwa keluarga mereka berasal dari kelas yang berbeda dengan kita. Mereka bahkan memiliki ruangan spesial untuk kuliah di kampus ini. Mereka belajar bisnis, hukum politik dan semuanya." Ucap Sarah.


"Oh Sarah, kau tahu banyak hal. Aku tidak tahu bahwa kau seorang reporter juga." Ucap Biru menggoda Sarah.


Sarah memukul lengan Biru.


"Aku juga tahu tentang mereka dari teman kelasku. Teman-teman di kelasku mengatakan tentang mereka setiap hari. Para gadis di kelasku sangat tergila-gila pada mereka." Ucap Sarah.


Biru tertawa dan mengatakan, "termasuk dirimu?"


Sarah melihat ke arah Biru dan berkata, "aku? Tentu saja tidak. Kau pikirkan saja. Mereka tidak akan pernah melihatku. Bagaimanapun mereka itu tampan, tapi lihat aku. Aku ini bukanlah dari level mereka."

__ADS_1


Biru berkata kepada Sarah, "jangan memandang rendah dirimu sendiri. Kau juga gadis yang cantik. Tidak ada yang akan tahu apa yang akan terjadi dimasa depan bukan?"


Sarah melihat ke arah Biru dan kembali berkata, "tapi aku ini berbeda dengan dirimu. Kau sangat cantik Biru. Bahkan mungkin mereka akan jatuh cinta denganmu."


Biru memukul tangan Sarah.


"Jangan bermimpi di siang bolong seperti ini. Ayo kita pergi ke perpustakaan." Ucap Biru.


Mereka berdua lalu berjalan menuju perpustakaan.


Setelah Sarah kembali ke kelasnya, Biru berjalan menuju sebuah bangku yang tidak jauh dari perpustakaan dan dia duduk di sana sendirian. Dia merenggangkan tubuhnya, agar terkena sinar matahari. Dia lalu mengeluarkan earphone dan menaruhnya di telinganya kemudian mengeluarkan buku dari dalam tasnya dan mulai membacanya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, Biru merasa mengantuk. Mungkin karena angin yang bertiup membuat dia merasa nyaman. Dia menguap dan melihat ke arah arloji ditangannya. Hanya 15 menit sebelum kelasnya dimulai. Dia dengan cepat bangun dan menaruh buku dan earphone-nya masuk ke dalam tasnya. Kemudian dengan cepat berlari ke arah kelasnya.


Kelasnya pun dimulai. Dia mengeluarkan buku dan pensilnya kemudian dia menyadari bahwa salah satu dari penanya menghilang. Dia pun mencari penanya lagi di dalam tasnya, namun tidak menemukannya.


'Oh mungkin aku meninggalkannya di bangku tadi atau terjatuh saat aku berlari.' ucap Biru dalam hati.


Dia hanya bisa menghela nafas panjang. Dia pun kembali bergumam dalam hati.


'Aku akan pergi ke sana setelah kelas selesai nanti. Mungkin aku bisa menemukannya di sana.'


Dan setelah kelas berakhir, Biru memang pergi ke sana. Dia melihat sekeliling dan tetap tidak menemukan penanya. Dia pun menyerah mencarinya karena dia harus pergi bekerja.

__ADS_1


Setelah itu, dia pun kemudian pergi dari kampus untuk segera bekerja.


Bersambung....


__ADS_2