
Biru mengeluarkan earphone nya dan menaruhnya di telinganya. Dia pun menghidupkan musik dan mengeluarkan sebuah buku dari dalam tasnya.
Seseorang berjalan mendekat ke arahnya dan memberikan sekaleng soda padanya.
Biru mengangkat kepalanya dan melihat seorang pria muda berdiri di hadapannya. Biru mengeluarkan earphone dari telinganya dan melihat ke arah pria itu.
"Untukku?" Tanya Biru.
"Iya. Aku Anthony, kau Biru bukan?" Ucap pemuda itu.
"Iya, tapi maaf, apa aku mengenalmu?" Tanya Biru yang tampak berpikir karena dia tidak pernah mengenal pemuda itu.
"Kita teman satu kelas." Ucap pemuda bernama Anthony itu.
"Oh aku minta maaf. Aku tidak tahu." Balas Biru canggung.
"Tidak masalah, kita teman satu kelas saat berada di semester pertama dan teman kelas juga di pagi ini." Ucap Anthony.
"Oh benarkah? Aku benar-benar minta maaf karena aku tidak menyadari hal itu." Ucap Biru.
"Tidak apa-apa Biru. Bagaimanapun kita memiliki 60 mahasiswa dalam satu kelas. Bagaimana mungkin kau bisa mengenal mereka semua." Ucap Anthony.
Biru tersenyum.
"Iya kau benar." Ucap Biru.
"Kau memang selalu fokus pada pelajaran mu dan karena itulah kau tidak memperhatikan sekelilingmu." Ucap Anthony.
__ADS_1
Biru merasa malu saat dia mendengarkan hal itu.
Dia pun berkata, "maaf."
"Tidak apa-apa. Kita berteman bukan?" Ucap Anthony.
Biru menganggukkan kepalanya.
"Aku sering melihatmu bersama dengan senior Dylan. Apa kau kekasihnya?" Tanya Anthony.
Biru hampir saja tersedak karena dia tengah meminum soda yang diberikan Anthony. Dia pun terbatuk.
"Tidak... tidak... kami hanya berteman." Ucap Biru.
"Aku minta maaf. Apa kau baik-baik saja?" Ucap Anthony meminta maaf seraya memberikan sebuah tisu kepada Biru.
Kemudian Anthony bertanya lagi pada Biru.
"Apa yang kau baca?"
"Oh, ini." Balas Biru seraya menunjukkan buku yang ada di tangannya.
"Oh, itu buku yang menarik." Ucap Anthony.
"Iya, aku sangat menyukainya. Apa kau juga membaca ini?" Tanya Biru.
"Iya, tapi itu sudah lama." Ucap Anthony.
__ADS_1
"Aku mengerti." Balas Biru.
Biru lalu melihat ke arah arloji di tangannya kemudian dia berdiri.
"Terima kasih untuk soda nya. Aku harus pergi sekarang. Aku ada kelas." Ucap Biru.
Anthony juga berdiri kemudian dia bertanya lagi pada Biru.
"Kelas apa?"
"Matematika." Jawab Biru.
"Siapa dosennya?" Tanya Anthony.
"Pak Anderson." Balas Biru.
"Kalau begitu kita punya kelas yang sama lagi." Ucap Anthony.
"Oh benarkah? Kalau begitu kita harus pergi sekarang karena sudah hampir waktunya tiba." Ucap Biru kemudian mereka berdua berjalan sambil mengobrol.
Biru tidak melihat Dylan yang juga berjalan di sana. Tapi Dylan melihatnya. Dia mengingat bahwa Biru mengatakan jika dia ada kelas. Tapi dia melihat ke arah Biru yang tersenyum kepada pria itu. Dan hal itu membuatnya terlihat tidak senang.
"Bukankah dia mengatakan bahwa dia ada kelas? Lalu kenapa dia dengan pria itu? Apa yang dia lakukan sekarang? Apa dia berbohong dan siapa pria itu?" Ucap Dylan.
Saat itu Morgan dan Louis juga berjalan bersama Dylan dan mereka juga melihat Biru.
"Bukankah itu Biru? Bukankah dia tadi mengatakan bahwa dia ada kelas?" Morgan bertanya kepada Louis seraya menunjuk ke arah Biru.
__ADS_1
Bersambung...