Takdir Cinta Biru

Takdir Cinta Biru
Semakin Dekat


__ADS_3

Setelah 2 hari menginap di villa milik Dylan, mereka semua akhirnya kembali ke kota. Dylan lebih dulu mengantar Biru ke apartemennya, kemudian dia sendiri kembali ke rumahnya sendirian.


Hari berikutnya Biru bangun dan mulai membersihkan apartemennya. Dia harus pergi bekerja di siang hari dan karena saat itu masih hari libur, dia memiliki waktu yang banyak untuk bekerja.


Kadang-kadang Dylan akan menjemputnya pulang bekerja.


2 minggu sebelum mereka mulai ke kampus lagi, Biru juga menerima berita bahwa Dylan akan pergi ke New York untuk mewakili Papanya bekerja di perusahaan mereka. Morgan dan Louis juga sibuk dengan bisnis mereka. Tapi di antara jadwal padat mereka, kadang-kadang Morgan akan menelpon Biru dan mengajak Biru untuk makan malam bersamanya, bersama dengan Louis juga.


Dylan sendiri tidak menelpon Biru sejak dia pergi ke New York. Biru merasa sedikit kehilangan, tapi dia mengingatkan dirinya sendiri bahwa dia dan Dylan tidak punya hubungan apapun. Mereka hanya berteman dan Dylan tidak punya kepentingan untuk menelpon dirinya. Tidak ada hubungan apapun selain pertemanan di antara mereka.


...----------------...


Hari demi hari berlalu...


Liburan semester 4 berakhir. Biru bersiap masuk kuliah dengan semester kelimanya. Biru sudah memilih beberapa kelas yang harus diambil. Besok adalah hari pertamanya di semester kelimanya. Saat Biru mulai sibuk mempersiapkan bukunya, bel pintu apartemennya berbunyi. Dia berjalan menuju pintu dan membukanya.


"Princess, aku kembali." Teriak Dylan saat dia melangkah mendekat ke arah Biru dan memeluknya.


"Aku merindukanmu. Bagaimana kabarmu?" Ucap Dylan.


Biru mengusap punggung Dylan.


"Aku baik. Aku juga merindukanmu. Bagaimana pekerjaanmu?" Tanya Biru.


"Tidak buruk." Balas Dylan.


Dylan melepaskan pelukannya kemudian berjalan menuju sofa. Dia duduk di sofa itu. Biru lalu pergi ke dapur dan menuangkan segelas air untuk Dylan.


Dylan mengambil air itu dan meminumnya kemudian dia menarik Biru untuk duduk di sampingnya. Dia menaruh kepalanya di pundak Biru.

__ADS_1


"Aku lelah, biarkan aku meminjam pundak mu beberapa saat." Ucap Dylan.


Biru duduk dengan diam. Tangannya mengusap punggung Dylan, kemudian dia melihat Dylan menutup matanya. Tidak lama setelah itu dia melihat Dylan sudah tertidur lelap.


'Dia pasti sangat kelelahan.' ucap Biru dalam hati.


Kemudian Biru perlahan membaringkan Dylan di sofa. Dia berjalan ke arah kamarnya dan mengambil sebuah bantal dan selimut. Dia lalu menaruh bantal di bawah kepala Dylan dan melepaskan jaket dan kaos kaki Dylan. Kemudian dia menutup tubuh Dylan dengan selimut. Biru tahu bahwa Dylan pasti langsung datang ke tempatnya dari bandara. Dia mengusap rambut Dylan kemudian berdiri dan kembali ke kamarnya sendiri.


...----------------...


Hari berikutnya...


Dylan terbangun dan menemukan dirinya sendiri tengah tertidur di sofa milik Biru. Dia memegang keningnya dan memijatnya perlahan. Dia mengingat semalam bahwa dia mengatakan kepada asistennya untuk membawa kopernya kembali ke apartemennya lebih dulu, sementara dia sendiri mengendarai mobilnya langsung ke tempat Biru.


Dia sangat merindukan Biru.


'Tapi di mana Biru sekarang?' pikir Dylan.


"Biru di mana kau?" Ucap Dylan.


Dia lalu berdiri dan pergi ke kamar Biru, tapi Biru tidak ada di sana. Dia mengeluarkan ponselnya dan ingin menelpon Biru. Tepat saat itu, Biru berjalan masuk dari luar apartemennya. Dia baru saja keluar untuk membeli sarapan bagi mereka berdua.


"Oh Dylan, kau sudah bangun. Ini aku baru saja membelikan sarapan untuk kita berdua." Ucap Biru.


Setelah itu, Biru berjalan ke arah dapur dan mengeluarkan dua piring dan menyajikannya di atas meja. Dylan berjalan mendekat ke arah Biru dan langsung memeluknya dari belakang.


"Hei, ada apa?" Tanya Biru.


Dylan hanya memeluk Biru tanpa mengatakan apapun dan menaruh kepalanya di pundak Biru, kemudian membenamkan wajahnya di leher Biru. Dia menghirup aroma tubuh Biru yang sangat dia sukai. Dia lalu mengusap leher Biru dan mengatakan sesuatu di telinga Biru.

__ADS_1


"Aku merindukanmu Biru." Bisik Dylan.


"Aku juga sangat merindukan mu Dylan." Balas Biru.


Biru merasakan jantungnya berdetak sangat kencang.


'Kenapa sikap Dylan mulai berbeda?' pikir Biru.


Walaupun sebenarnya Dylan sering memeluk Biru, tapi pelukan yang dilakukan saat ini terasa berbeda dan Biru entah kenapa dia merasa hatinya begitu senang karena hal ini. Tiba-tiba Biru merasa takut. Dia takut jika dia akan mulai jatuh cinta kepada Dylan.


Biru tidak pernah merasakan perasaan seperti itu sebelumnya. Tapi lambat laun, sikap Dylan memperlihatkan sesuatu yang lebih intim dan membuat hatinya merasakan sesuatu.


"Dylan pergi.... pergilah mandi lebih dulu. Aku akan menyiapkan makanan. Aku ada kelas jam 09.00 nanti." Ucap Biru.


Dylan melihat ke arah jam kemudian dia berbalik menatap Biru. Dia kembali memeluk Biru beberapa saat kemudian mencium kening Biru.


"Baiklah, tapi tunggu aku. Aku akan mengantarmu ke kampus nanti." Ucap Dylan.


Kemudian Dylan pergi ke kamar mandi. Biru lalu memegang dadanya. Jantungnya berdetak sangat kencang dan wajahnya tampak merona.


'Apakah aku benar-benar jatuh cinta kepada Dylan? Tidak... tidak... aku tidak bisa membiarkan diriku sendiri jatuh cinta kepada Dylan. Ingat siapa Dylan dan siapa aku ini. Dan aku juga tahu bahwa Dylan hanya menganggap ku sebagai temannya, tidak lebih.' ucap Biru dalam hati.


Biru ingin sekali menjaga jaraknya dengan Dylan agar dia tidak akan jatuh cinta kepada Dylan.


Melihat Dylan menutup pintu kamar mandi Biru pergi ke lemari dan mengeluarkan pakaian Dylan yang dia tinggalkan pada saat itu. Biru mengatakan kepada Dylan bahwa dia menaruh pakaian Dylan di atas tempat tidur, kemudian dia berjalan keluar dan kembali ke dapur dan membuat secangkir kopi untuk Dylan.


Setelah sarapan, Dylan mengantar Biru ke kampusnya.


Setelah mengantar Biru, Dylan kembali ke apartemennya sendiri. Karena hari itu dia tidak memiliki kelas di kampus, jadi setelah mengganti pakaian di apartemennya, dia menelpon asistennya dan pergi bekerja.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2