Takdir Cinta Biru

Takdir Cinta Biru
Bukan Kekasihnya


__ADS_3

Biru berjalan masuk ke dalam kelasnya. Dia melihat teman-teman kelasnya di sana dan ternyata ada Sarah juga. Dia melambaikan tangannya kepada Sarah.


Setelah kelas berakhir, mereka berdua pergi ke kantin.


Saat mereka menikmati makanan mereka, mereka berdua melihat seorang gadis cantik berjalan dengan dua orang temannya.


Sarah berkata kepada Biru, "dia seorang mahasiswa baru dari fakultas kesenian."


Biru melihat ke arah gadis itu.


Gadis itu memang sangat cantik. Dia bahkan tampak seperti boneka Barbie dengan kulitnya yang begitu halus dan gadis itu juga seksi. Pakaiannya juta pastinya berharga jutaan.


Gadis itu berjalan melewati mereka berdua dan duduk tidak jauh dari mereka. Sarah melihat ke arah Biru dan bertanya padanya.


"Biru, bagaimana hubunganmu dengan Dylan?" Tanya Sarah.


Biru terdiam.


"Maksudmu?"

__ADS_1


Kemudian Biru mengerti apa maksud dari pertanyaan Sarah setelah melihat wajah Sarah.


"Kami hanya berteman dan tidak lebih. Aku tidak punya hubungan apapun dengannya." Ucap Biru.


Biru tersenyum kemudian dia melanjutkan ucapannya.


"Kau pasti mendengarkan beberapa rumor tentang kami bukan? Itu semua tidak benar. Kami hanya berteman saja dan tidak lebih dari itu." Ucap Biru.


Namun Sarah tidak mempercayai hal itu. Semua orang sudah melihat bagaimana Dylan memperlakukan Biru.


"Benarkah? Kalian berdua sangat dekat satu sama lain dan mereka semua berkata bahwa kau adalah kekasihnya." Ucap Sarah.


"Aku? Kekasihnya? Apakah dia buta? Sarah Lihatlah! Aku ini bukanlah siapa-siapa. Aku ini biasa saja dan tidak cantik. Kalian semua tahu Dylan dan teman-temannya, bagaimana level Dylan dan juga teman-temannya itu bukan? Siapa lah aku ini? Aku hanyalah gadis biasa yang begitu beruntung karena bertemu mereka dan menjadi teman mereka. Mereka memperlakukan aku seperti sahabat baik mereka dan tidak lebih dari itu." Ujar Biru.


Biru menjawab keraguan Sarah tapi dia bukan hanya mengatakan kepada Sarah tentang hal itu. Namun dia juga mengatakan hal itu kepada dirinya sendiri. Dia ingin mengingatkan kepada dirinya sendiri bahwa dia tidak bisa jatuh cinta kepada Dylan.


Setelah selesai dengan makan siang mereka, mereka berdua berjalan menuju perpustakaan. Mereka masih memiliki satu kelas lagi yang harus dihadiri. Tapi kelas itu akan berlangsung masih satu jam lagi. Jadi mereka lebih memilih menghabiskan waktu mereka di perpustakaan.


Setelah kelas mereka berakhir, Biru langsung pergi ke tempat kerjanya. Dia bekerja di sana sampai jam 09.00 malam.

__ADS_1


...----------------...


Keesokan harinya...


Biru pergi ke kampus jam 12.00 siang. Saat dia tiba di kampus, dia bertemu Morgan. Kemudian mereka berdua berjalan bersama menuju kelas Biru. Setelah itu Morgan berjalan ke kelasnya sendiri. Hari ini Biru tidak berada di kelas yang sama dengan Sarah.


Setelah kelas Biru berakhir, Biru berjalan keluar dari dalam kelasnya dan dia membuka ponselnya dan menemukan sebuah pesan dari Dylan yang mengatakan kepadanya untuk pergi ke kantin.


Biru berjalan ke sana dan melihat Dylan, Morgan dan Louis sudah duduk di sana. Dylan sudah memesan makanan untuknya. Biru lalu duduk di samping Dylan dan mulai menyantap makanannya.


Saat itu mahasiswa baru itu berjalan, matanya melihat ke arah Dylan kemudian dia berjalan ke arah Dylan dan memeluk Dylan.


"Dylan aku merindukanmu." Ucapnya.


Dia ingin mencium Dylan, tapi Dylan mengabaikannya. Gadis itu langsung duduk di samping Dylan. Morgan, Louis dan Biru hanya terdiam melihat hal itu. Mereka pun menatap satu sama lain seolah mereka semua ingin bertanya pada satu sama lain dengan tatapan mata mereka tentang siapa gadis itu dan apa hubungannya dengan Dylan.


Biru hanya mengangkat pundaknya menunjukkan bahwa dia juga tidak tahu apapun tentang hal itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2