
Biru membuka mulutnya dan mengatakan, "tapi aku sedang di..."
Dylan memotong ucapan Biru.
"Jangan katakan kepadaku bahwa kau sedang diet. Kau tidak diperbolehkan untuk diet. Apalagi kau itu punya masalah dengan perutmu." Ucap Dylan.
Dylan benar-benar tidak suka melihat Biru diet. Itu karena dia takut jika Biru menjadi sakit. Dia tahu benar bahwa Biru selalu memiliki masalah dengan perutnya.
"Lagi pula kau sudah kurus." Sambung Dylan.
Dylan kembali bertanya kepada Biru sembari mengusap rambut Biru, "atau kau mau makan yang lainnya?"
Biru merona dan menggelengkan kepalanya. Dia menundukkan kepalanya dan saat dia melihat ke arah Jenny, Jenny ternyata tengah menatapnya dengan tatapan yang penuh kebencian.
Louis dan Morgan juga melihat hal itu. Morgan lalu segera mengambil pancake dan memotongnya. Kemudian dia dengan bercanda mengatakan kepada Biru, jika Biru tidak mau memakannya sendiri, maka dia akan menyuapi Biru.
Biru lantas menatap ke arah Morgan. Kemudian dia mengambil pancake itu dari Morgan dan memakannya. Morgan dan Louis melihat satu sama lain dan saling memberikan kode bahwa mereka bisa melihat Jenny tengah menahan amarahnya.
Jenny melihat Dylan masih menatap ke arah Biru. Dia pun dengan cepat menarik tangan Dylan.
"Dylan, bisakah kau mengantar aku pulang ke rumah?" Ucap Jenny.
__ADS_1
Dylan mengalihkan kepalanya menatap ke arah Jenny.
"Bukankah kau masih ada kelas?" Tanya Dylan.
Jenny menggelengkan kepalanya dan berkata, "tapi aku tidak ingin masuk kelas hari ini. Kepalaku sakit."
Dylan melihat ke arah Biru dan bertanya padanya.
"Biru, bagaimana denganmu? Apa kau mau aku mengantar mu pulang?"
Biru melihat ke arah Dylan dan Jenny, kemudian dengan cepat menggelengkan kepalanya.
"Tidak... tidak... aku masih ada kelas." Balas Biru.
Dylan melihat ke arah Morgan dan Louis.
"Bagaimana dengan kalian berdua? Apa kalian berdua mau hangout, setelah aku mengantarnya pulang?"
Morgan dan Louis dengan cepat menolak hal itu. Dylan lalu kembali melihat ke arah Biru. Biru merasa bingung karena Dylan menatapnya seperti seorang dosen yang melihat mahasiswanya tengah melakukan ujian.
Jenny merasa lebih tidak senang. Dia menarik tangan Dylan lagi.
__ADS_1
Dylan pun berdiri dan berkata, "aku akan pergi lebih dulu. Ingatlah habiskan makananmu."
Biru mengangguk dan memberikan senyuman serta tanda oke dengan tangannya kepada Dylan.
Setelah Dylan dan Jenny pergi, Biru pun akhirnya dapat bernafas lega. Morgan dan Louis menertawakan Biru. Mereka menggoda Biru dan Biru pun memukul mereka berdua.
Mereka bertiga lalu bercanda dan setelah itu mereka pergi untuk melakukan urusan mereka masing-masing.
Biru kembali ke kelasnya dan setelah kelasnya berakhir, dia pun langsung pulang ke rumah.
...----------------...
Hari berikutnya, saat Biru berjalan ke arah perpustakaan, dia dihentikan oleh Jenny.
Jenny mengatakan kepadanya untuk menjauh dari Dylan. Dia mengatakan kepada Biru bahwa dia akan menjadi tunangan Dylan dan dia tidak suka Biru terlalu dekat dengan Dylan.
Kemarin saat Dylan mengantar Jenny pulang ke rumah, Jenny meminta Dylan untuk menemaninya ke sebuah mall. Tapi Dylan menolak hal itu. Jenny juga merasa kesal sepanjang perjalanan karena Dylan tidak menghiraukannya. Dia mencoba untuk menggoda Dylan, tapi Dylan tetap tidak menghiraukannya.
Jenny membenci Biru dan dia merasa cemburu saat dia melihat tatapan mata Dylan yang hanya menatap ke arah Biru. Kemudian itulah alasan kenapa hari ini saat dia melihat Biru, dia menghentikan Biru dan memberikan Biru sedikit peringatan.
Biru sedikit terkejut saat dia mendengar bahwa Jenny dan Dylan akan bertunangan dan dia tentu saja mengerti bagaimana perasaan Jenny. Jika itu terjadi kepada dirinya sendiri, tentu saja dia tidak akan mau jika tunangannya dekat dengan wanita lain, bahkan walau dia hanya sahabat dekatnya saja.
__ADS_1
Bersambung...