Takdir Cinta Biru

Takdir Cinta Biru
Kenzo


__ADS_3

Hujan semakin deras. Pakaian Biru menjadi sedikit basah dan dia mulai kedinginan. Dia melihat ke sekeliling mencoba untuk menemukan sebuah taksi. Tapi tidak ada taksi yang lewat. Dia memeluk dirinya sendiri seraya mengusap lengannya. Dia lalu mengeluarkan ponselnya dan ingin menelpon Dylan.


"Ah lupakan saja. Dia pasti berada di klub. Mungkin hujan akan berhenti secepatnya." Ucap Biru seraya menaruh ponselnya kembali ke dalam tasnya.


Tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti di depannya. Jendela mobil itu turun dan ada sebuah suara memanggil dirinya.


"Kau Biru bukan?" Ucap seseorang dari dalam mobil.


Biru menundukkan kepalanya dan melihat seorang pria. Dia mengenali pria itu. Dia adalah pria yang Biru tabrak tadi di depan toilet.


'Tapi bagaimana dia tahu namaku? Oh bodoh, dia adalah bos ku. Tentu saja dia tahu namaku.' ucap Biru dalam hati.


Sebenarnya saat Ken kembali ke ruangannya, dia mengeluarkan file tentang data para karyawannya. Dia begitu penasaran tentang Biru dan dari sana dia mengetahui nama Biru dan dia begitu terkejut saat dia membacanya nama Biru. Semua data tentang Biru mengingatkannya kepada seseorang yang selama ini dia cari.


'Tapi apakah mereka orang yang sama? Tapi mata itu tampak sangat sama dengan orang yang aku cari.' ucap pria itu dalam hati.


Pria itu lantas memutuskan mencoba untuk bisa mendekati Biru dan menemukan hal yang lebih jauh tentang Biru.


Melihat wajah Biru yang bingung, pria itu lalu keluar dari dalam mobilnya dengan memegang sebuah payung. Dia berlari ke arah Biru dan tersenyum.


"Hai, aku Kenzo. Kau bisa memanggilku Ken. Ingat, aku aku pemilik dari cafe tempat kau bekerja." Ucap pria itu.


Biru melihat ke arah pria itu kemudian dia mengangguk dan melihat ke arah arlojinya.


"Apa kau menunggu bus? Sekarang sudah larut dan juga tengah hujan. Kau tidak akan mendapat bus sekarang. Jadi biarkan aku mengantarmu pulang. Berbahaya jika kau tetap di sini sendirian." Ucap Ken.

__ADS_1


Biru tetap terdiam. Melihat hal itu Kenzo tersenyum dan kembali berkata padanya.


"Jangan khawatir, aku tidak akan melakukan apapun kepadamu. Hujan juga sangat lebat dan hujan ini tidak akan berhenti dengan cepat." Ucap Kenzo.


Setelah berpikir beberapa saat, Biru akhirnya mengikuti Kenzo ke dalam mobilnya.


Saat mereka masuk ke dalam mobil, Kenzo mengeluarkan sebuah handuk dan memberikannya kepada Biru.


"Keringkan dirimu sendiri agar kau tidak sakit." Ucap Ken.


Kemudian dia menekan sebuah tombol agar suhu di dalam mobil menghangat.


"Di mana kau tinggal?" Tanya Ken kepada Biru saat mengendarai mobilnya.


Biru pun mengatakan dimana alamatnya kepada Ken.


"Iya aku mahasiswa fakultas manajemen." Jawab Biru.


"Oh itu berarti kita belajar di tempat yang sama. Tapi aku fakultas bisnis. Kenapa aku tidak melihatmu selama ini?" Tanya Ken lagi.


Mereka lalu mengobrol banyak hal tentang kampus mereka. Dari sanalah Biru tahu bahwa Ken adalah teman sekelas Dylan. Tapi dia tidak pernah mendengar Dylan menceritakan tentang Kenzo.


Saat mereka sampai, Biru berjalan keluar dari mobil Ken dan berterima kasih kepadanya dan Ken pun mengendarai mobilnya pergi setelah mengucapkan selamat tinggal kepada Biru.


Saat itu Dylan juga tiba disana. Dia melihat Biru keluar dari sebuah mobil sporty warna merah dan dia tahu dengan jelas siapa pemilik dari mobil itu.

__ADS_1


Itu adalah Kenzo teman sekelasnya.


Dylan melihat arloji ditangannya dan wajahnya menjadi murka. Dia sudah mengatakan kepada Biru agat tidak terlambat pulang ke rumah karena berbahaya. Tapi sekarang Biru malah pulang ke rumah larut malam bersama seorang pria dan juga mengenakan jaket pria itu dan pria itu adalah Kenzo.


Dylan memukul setir mobilnya. Dia begitu khawatir tentang Biru. Jadi dia langsung menuju apartemen Biru dari apartemennya karena Biru tidak menjawab panggilan darinya.


Dia begitu marah. Dia juga merasa kecewa.


Dia tetap berada di dalam mobilnya. Beberapa saat kemudian dia pun mengendarai mobilnya pergi.


Di dalam apartemen Biru...


Biru membuka jaket milik Kenzo yang diberikan Kenzo kepadanya tadi. Dia menggantung jaket itu saat dia berjalan ke arah tempat tidur dan mengeluarkan pakaiannya dan pergi ke kamar mandi. Setelah dia mandi, dia mengeluarkan ponselnya dan melihat ada 2 panggilan tak terjawab dari Dylan.


Setelah beberapa lama Dylan tidak meneleponnya, akhirnya Dylan mau meneleponnya lagi. Biru lantas dengan cepat menelpon Dylan lagi. Tapi Dylan tidak menjawab panggilan darinya.


Setelah beberapa kali mencoba, Biru menutup teleponnya dan pergi untuk melakukan pekerjaan rumah.


Disisi lain, Dylan yang tengah mengendarai mobilnya melihat Biru menelponnya. Tapi dia tidak menghiraukannya karena dia masih marah kepada Biru.


Dia pulang ke rumah dan mematikan ponselnya. Setelah mandi, Dylan pergi ke ruangan belajarnya. Dia menuang beberapa wine dan meminumnya. Dia memijit keningnya dan melihat ke arah mejanya. Ada dua bingkai foto di sana.


Di sana ada foto dirinya dan Biru. Dia mengambil foto itu dan mengusapnya.


Biru terlihat sangat cantik dalam foto itu. Morgan lah orang yang mengambil foto mereka itu. Dylan sangat merindukan Biru dan malam ini saat dia melihat Biru berjalan keluar dari mobil Kenzo, darahnya terasa mendidih. Dia merasa cemburu dan dia merasa marah.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2