
Saat Biru terbangun, dia begitu terkejut saat dia menyadari bahwa dia tengah memeluk seseorang dan kepalanya ada di lengan orang itu.
'Apakah ini Morgan? Oh ya Tuhan apa yang terjadi? Apakah aku tidur dengan Morgan?' tanya Biru dalam hati.
Dia lalu dengan cepat memeriksa tubuhnya sendiri. Dia melihat pakaiannya masih lengkap dan dia pun bisa menghela nafas lega.
'Bagaimana aku bisa tidur dengan memeluk Morgan? Ini sangat memalukan. Bagaimana aku bisa menghadapi Morgan di masa depan nanti?' pikir Biru.
Dia mencoba untuk bangun.
'Tunggu dulu. Kenapa aroma tubuh ini sangat familiar?' tanya Biru dalam hati.
Biru lalu melihat kearah wajah pria yang tidur bersamanya itu.
'Dylan! Tapi bagaimana orang itu bisa berubah menjadi Dylan?'
Biru dengan perlahan mengangkat kepalanya dan melihat Dylan yang masih tertidur.
'Tapi kenapa dia ada di sini? Kapan dia datang?' Biru kembali bertanya dalam hati.
__ADS_1
Biru kemudian dengan perlahan mengangkat tangannya dan menyentuh wajah Dylan. Dylan terlihat sedikit kurus tapi dia tetap tampan. Biru pun tersenyum.
Dylan yang ada di sana perlahan membuka matanya. Mata mereka pun saling menatap satu sama lain. Biru merasa terkejut dan wajahnya merona karena dia ketahuan tengah menatap Dylan dan juga dia masih berada dalam pelukan Dylan.
Biru mencoba untuk bangun tapi Dylan tidak membiarkan Biru. Dia bahkan merubah posisi tidur mereka dan dia sekarang berada di atas tubuh Biru.
Dylan sekarang berada di atas tubuh Biru dan terus menatap Biru dengan posisi sikunya yang berada di atas tempat tidur untuk menahan berat tubuhnya selama beberapa saat. Dia seolah lupa siapa itu Biru dan dia hanya ingin untuk menggoda Biru.
Biru tampak malu dan Dylan merasa bahwa Biru terlihat begitu menarik hari ini. Dylan menyentuh hidung Biru kemudian dia mengusap kening Biru dan memukulinya.
"Auu... itu sakit." Ucap Biru mengusap keningnya.
"Kenapa kau tidak bisa menjaga dirimu sendiri. Aku hanya pergi beberapa saat dan kau sudah sakit seperti ini." Ucap Dylan.
Tapi lagi-lagi dia gagal. Kemudian dia mengalihkan pandangan wajahnya.
"Dylan kau...."
Biru terus mencoba untuk mendorong Dylan menjauh. Posisi mereka sangat memalukan bagi Biru. Namun Dylan terus menekan tubuhnya ke arah tubuh Biru. Setelah itu, dia pun menatap Biru dengan begitu intens.
__ADS_1
Dylan lalu menekan keningnya ke arah kening Biru.
"Demam mu sekarang sudah pergi." Ucap Dylan.
Wajah mereka begitu dekat. Biru bisa merasakan nafas Dylan yang terasa hangat di wajahnya. Biru merasa tubuhnya gemetar dan wajahnya mulai memerah.
Dylan menaruh tangannya di pipi Biru. Mata mereka saling menatap satu sama lain.
Dylan dan Biru melihat mata satu sama lain dan sama-sama ada hasrat di dalam mata mereka. Dylan pun mendekat ke arah bibir Biru dan mulai mencium Biru. Dia bisa merasakan tubuh Biru membeku.
Dia mencium bibir Biru dengan lembut kemudian dia menaruh satu tangannya di leher Biru. Ciuman mereka itu berlangsung cukup lama.
Dylan pun akhirnya melepaskan ciuman mereka saat dia merasa Biru hampir kehabisan nafas. Dia melihat ke arah Biru dan mengusap pipi Biru.
Setelah memberikan waktu bagi Biru cukup lama untuk mengambil nafas, Dylan kembali menunduk dan mencium Biru lagi.
Rasa takut untuk tidak bisa mengontrol dirinya sendiri membuat Dylan pun mengakhiri ciuman mereka karena dia sebenarnya sudah merasakan sesuatu di dalam dirinya akan bangkit.
Dia kembali berbaring dan menarik Biru ke dalam pelukannya. Dia meminta Biru untuk tidur lagi dan karena Biru tidak memiliki kelas hari ini, Biru pun tidak menolak permintaan Dylan.
__ADS_1
Kepala Biru begitu kosong dia merasa begitu terkejut akan yang terjadi padanya dan Dylan.
Bersambung...