Takdir Cinta Biru

Takdir Cinta Biru
Ulang Tahun Morgan


__ADS_3

Dylan dan Biru pergi ke sebuah klub. Itu adalah sebuah klub baru. Klub itu merupakan klub baru milik Morgan. Hari ini di samping ulang tahunnya, Morgan juga melakukan Grand Opening untuk klub itu.


Dylan memegang tangan Biru dan berjalan masuk. Biru menggunakan sebuah mini dress dengan model tali dan tidak ada pundaknya. Beberapa pria menatap Biru.


Biru terlihat sangat menggoda. Dylan merasa sedikit menyesal untuk menyetujui Biru yang menggunakan dress mini itu. Mereka berjalan melewati kerumunan orang-orang dan menuju ke sebuah ruangan. Ada beberapa pria dan wanita di sana. Morgan terlihat bersama mereka. Biru juga melihat Louis dan Emily.


Saat Dylan berjalan masuk, Morgan melihat Biru. Dia tersenyum kepada Biru dan berjalan mendekat ke arah Biru. Sudah cukup lama dia tidak melihat Biru.


"Biru sudah cukup lama aku tidak bertemu denganmu. Kau masih tetap cantik." Ucap Morgan memeluk Biru sebentar kemudian dia melihat Biru dari atas ke bawah.


"Morgan, selamat ulang tahun dan juga selamat atas klub barumu. Ucap Biru.


"Terima kasih Princess. Aku sangat merindukanmu." Ucap Morgan memeluk Biru lagi dan membisikkan sesuatu di telinga Biru.


Biru tampak merona. Dia sedikit terkejut melihat Morgan mencoba untuk menggodanya. Tapi seperti itulah Morgan.


Dylan yang tidak jauh dari mereka merasa cemburu melihat Morgan memeluk Biru dan bercanda dengan Biru seperti itu.

__ADS_1


Akhir-akhir ini hubungan mereka memang sedikit bermasalah Sejak hari di mana Biru terus diam kepada Dylan dan mereka juga jarang berhubungan.


Dylan beberapa kali mencoba untuk menggoda Biru seperti yang dia lakukan di kantor waktu itu. Tapi Biru selalu merespon Dylan dengan tersenyum atau marah kepada Dylan Biru juga sering pingsan atau berhalusinasi. Dylan terus penasaran apakah Biru yang mendengar obrolannya dengan Zoya waktu itu. Jika iya, maka perubahan Biru pasti karena hal itu. Tapi Dylan bertanya sejauh mana yang didengar oleh Biru.


Hati Dylan merasa tidak nyaman saat dia memikirkan tentang hal itu. Dylan lalu berjalan mendekat ke arah Biru dan Morgan. Dia menepuk pundak Morgan.


"Happy birthday dan selamat untuk klub barumu." Ucap Dylan.


"Thanks bro." Balas Morgan.


Morgan melihat Dylan yang begitu posesif kepada Biru. Dia hanya menggelengkan kepalanya. Tapi siapa yang tidak akan posesif kepada Biru, jika dia adalah kekasih mereka.


Biru ada adalah wanita yang sangat cantik dan dia wanita yang baik yang membuat para pria peduli dan juga melindungi dirinya.


Morgan lalu mengatakan kepada mereka untuk menikmati pesta, kemudian Dia menepuk pundak Dylan dan memberikan ciuman di kening Biru dan berkedip ke arah Biru sebelum berjalan menjauh bergabung dengan tamu lainnya.


Wajah Dylan menjadi murka saat dia melihat Morgan mencium Biru

__ADS_1


Biru sendiri terkejut dan wajahnya tampak merona.


Dylan melihat ke arah wajah Biru dan merasa cemburu. Dia ingin memukuli Morgan. Tapi dia menahan dirinya Dia hanya bisa mengepalkan tangannya dengan erat, kemudian dia membawa Biru untuk bergabung bersama Louis dan Emily.


Louis melihat semuanya. Dia menggelengkan kepalanya. Dia mengagumi Morgan karena berani memprovokasi Dylan. Walaupun mereka adalah sahabat baik, tapi masalah ini tetaplah sensitif. Louis juga memperingatkan Morgan yang menyukai Biru. Dia juga sebenarnya menyukai Biru, tapi dia hanya memperlakukan Biru seperti adiknya sendiri.


Sebelum pesta berakhir, Dylan dan Biru sudah kembali ke apartemen. Sepanjang jalan mereka terdiam. Sebenarnya perasaan Biru sedikit lebih baik tadi. Tapi melihat wajah Dylan yang marah, dia memutuskan untuk tetap diam.


Setelah tiba di apartemen, Dylan langsung menarik Biru ke arahnya dan mencium Biru. Kemudian dia mencium kening Biru di mana Morgan menciumnya tadi. Dia ingin menghapus bekas ciuman Morgan di sana. Rasa cemburu terus membakar hatinya.


Dylan lalu merusak gaun mini yang dikenakan Biru lalu membawa Biru menuju kamar. Dia menaruh Biru di atas tempat tidur dan mencium Biru dengan kasar. Biru awalnya mencoba untuk mendorong Dylan. Tapi setelah beberapa saat, dia memilih untuk menyerah. Dia membiarkan Dylan melakukan apapun yang dia mau karena dia tahu bahwa Dylan tengah marah dan terbakar cemburu.


Setelah puas dengan menjamah tubuh Biru, Dylan menggendong Biru menuju kamar mandi. Biru kelelahan setelah apa yang dilakukan Dylan kepadanya. Dia merasa mengantuk.


Di dalam kamar mandi, Dylan membersihkan tubuh Biru dengan lembut. Dia lalu membawa Biru kembali ke tempat tidur dan mengenakan pakaiannya di tubuh Biru. Dia mencium kening Biru dan berbaring. Kemudian dia menarik Biru ke dalam pelukannya dan tertidur bersama Biru.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2