
Dylan yang mendengarkan suara Biru dengan cepat menaruh album itu kembali dan berdiri memegang pakaiannya. Dia berbalik dan menunjukkan pakaian itu kepada Biru.
"Aku sudah mendapatkannya." Ucap Dylan.
Biru pun mengangguk kemudian berjalan kembali ke arah dapur. Sementara Dylan berjalan ke arah kamar mandi.
Dylan berdiri beberapa saat di bawah shower. Dia terus menggelengkan kepalanya.
'Tidak mungkin! Tapi kenapa gadis kecil itu terlihat sangat familiar?' pikir Dylan.
Saat Dylan keluar dari dalam kamar mandi, dia melihat Biru sudah menyajikan 3 jenis makanan favoritnya.
Biru lalu berkata kepada Dylan, "ayo duduk dan makan."
Mereka pun selesai makan tanpa bercanda seperti biasanya. Biru merasa aneh dengan suasana canggung itu. Dia melihat raut wajah Dylan yang berubah, tapi dia tidak bertanya apapun kepada Dylan. Dia merasa bahwa Dylan bertingkah aneh karena terus menatap ke arah dirinya saat mereka tengah makan.
Dylan juga langsung pergi setelah selesai makan.
__ADS_1
...----------------...
Saat Dylan sampai ke rumahnya, dia dengan cepat pergi ke ruangan belajarnya. Dia membuka laci dan mengeluarkan sebuah foto. Dia lalu mengeluarkan ponselnya dan membuka galerinya. Dia membandingkan foto yang dia ambil di dalam laci dengan foto yang ada di galeri ponselnya.
Kakinya terasa lumpuh. Dia pun terduduk. Semuanya terlihat seperti kedua gadis kecil yang ada di dalam foto itu adalah orang yang sama. Dylan melihat ke arah foto yang ada di tangannya. Ada tiga gadis kecil yang berdiri dengan tertawa dan salah satunya adalah gadis kecil yang bersama dengan orang tuanya.
'Kenapa... kenapa harus dia? Sekarang apa yang harus aku lakukan?' tanya Dylan dalam hati.
Dia lalu berjalan ke arah lemari pendingin dan mengeluarkan minuman dan dia pun mulai minum.
Hatinya merasa terluka. Kemudian dia melihat ke arah foto yang ada di meja. Itu adalah foto dirinya dan Biru. Di dalam foto itu dia memeluk Biru dari belakang dan mencium pipi Biru. Mereka berdua terlihat sangat bahagia.
Biru pun berpikir bahwa mungkin Dylan tengah sibuk. Lagipula mereka tengah melakukan ujian semester. Jadi mereka harus belajar untuk ujian itu.
Dua minggu sudah berlalu dan ujian pun sudah berakhir. Biru tetap tidak melihat Dylan. Dylan kelihatannya seperti menghilang begitu saja. Hal itu membuat Biru berpikir tentang apa kesalahan yang sudah dia lakukan terhadap Dylan.
Dia mencoba untuk menghubungi Dylan beberapa kali. Tapi Dylan selalu tidak bisa dihubungi. Biru pun mengkhawatirkan Dylan.
__ADS_1
Kemudian dia mendapat sebuah pesan dari Sarah yang mengatakan bahwa dia melihat Dylan bersama dengan Alexa di dalam sebuah klub. Mereka tampak begitu intim. Setelah mendengarkan hal itu, Biru merasa hatinya sedih dan terluka.
...----------------...
Setelah memikirkan semuanya semalaman, Biru akhirnya menyadari bahwa selama ini dia selalu membuat dirinya menjauh dari Dylan dan mungkin sekarang adalah waktu yang tepat baginya untuk bangun.
Dunia Dylan bukanlah dunianya.
Karena sekarang sudah hampir akhir tahun cuaca di Kota S mulai dingin. Sarah dan Biru mulai membeli pakaian tebal. Sarah juga mengajak Biru pergi ke sebuah klub untuk bekerja disana. Mereka semua menyambut Biru. Mereka juga meminta Biru untuk bergabung dengan klub itu.
Awalnya Biru menolak karena dia takut bahwa dia tidak punya waktu untuk pergi ke klub. Tapi setelah mereka memaksa, Biru pun akhirnya setuju.
Mereka mengatakan kepada Biru tentang pekerjaan mereka. Biru merasa tertarik saat dia mendengarkan hal itu. Sejak saat itu Biru pun menghabiskan waktunya dengan Sarah dan teman-temannya.
Saat Biru bertemu dengan Alexa, Alexa mengatakan bahwa dia tidak bermaksud untuk mengambil Dylan dari Biru.
"Hari itu aku dan Dylan bertemu di klub dan kami menghabiskan malam bersama." Ucap Alexa.
__ADS_1
Biru hanya tersenyum dan berkata, "tidak masalah Alexa, karena aku dan Dylan tidak pernah punya hubungan apapun selain pertemanan. Jadi Dylan punya hak untuk berkencan dengan siapapun yang dia suka."
Bersambung...