Takdir Cinta Biru

Takdir Cinta Biru
Mencintaimu


__ADS_3

Dylan melihat ke arah gadis yang ada di sampingnya dejgan bibir yang terlihat tersenyum. Dia tengah mengantar Biru pergi ke tempatnya bekerja, dengan satu tangan memegang tangan Biru. Dylan mengendarai mobilnya dengan perlahan. Dia ingin menghabiskan waktu lebih lama bersama Biru, tapi mereka berdua harus bekerja.


Saat mobil Dylan akhirnya berhenti di depan gedung perusahaan tempat Biru bekerja, dia pun melepaskan tangan Biru.


Setelah memberikan ciuman di kening Biru, dia membiarkan Biru keluar dari dalam mobilnya. Dylan melihat logo dari perusahaan tempat Biru bekerja dan dia tersenyum.


Biru berjalan masuk ke dalam perusahaan. Beberapa teman bekerjanya juga sudah tiba. Mereka bisa melihat wajah bahagia Biru.


...----------------...


Satu bulan berlalu hubungan Dylan dan Biru menjadi lebih intim. Zoya akhirnya kembali ke kotanya karena pekerjaannya. Dia adalah seorang model.


Biru menghabiskan waktunya dengan Dylan di apartemennya. Dylan bahkan sudah meminta Biru untuk pindah ke apartemennya. Dan setelah mempertimbangkan semuanya, Biru pun setuju untuk tinggal bersama Dylan. Tapi dia tidak pindah sepenuhnya. Dia tetap menyewa apartemennya sendiri. Dia hanya membawa beberapa pakaiannya pergi ke apartemen Dylan. Saat Dylan berada di luar kota, Biru memilih kembali ke apartemennya sendiri.


Mereka sudah hidup bersama selama satu minggu dan semuanya berjalan dengan mulus.


Hari ini Biru pergi ke perusahaannya lebih awal karena mereka harus melakukan sebuah meeting. Bos Biru mengatakan bahwa dia ingin mengumumkan sesuatu.


Dylan tidak pergi mengantar Biru ke kantornya hari ini, jadi Biru pergi ke sana menggunakan taksi.


Bos Biru pak Roby memanggil keempat sekretarisnya menuju ruangannya.


"Aku memanggil kalian kemari karena aku ingin memberitahukan kepada kalian bahwa aku sudah menjual perusahaan ini dan akan ada seorang CEO baru bulan depan." Ucap Pak Roby kepada Biru dan ketiga sekretaris lainnya.


Biru dan yang lainnya tampak terkejut.

__ADS_1


"Kalian masih bisa bekerja dengan CEO baru dan aku mengharapkan agar kalian semua bisa bekerja dengan baik bersama bos baru kalian." Lanjut Pak Roby.


Biru merasa sedih karena Roby adalah seorang bos yang baik. Biru dan yang lainnya khawatir jika bos baru mereka tidak akan sebaik Roby, karena menurut rumor yang beredar, mereka mendengar bahwa bos baru mereka adalah seorang pria muda dan dia sangat kejam dalam bisnis mereka.


Setelah bekerja seperti biasanya hari itu, Biru kembali ke apartemen Dylan. Dia memasak beberapa menu makanan dan menunggu Dylan kembali ke rumah.


Biru mengenakan kaos oblong ketat dan celana pendek. Kakinya yang jenjang membuatnya terlihat seksi dengan rambutnya yang dia ikat tinggi.


Biru berada di dapur saat Dylan berjalan masuk ke dalam apartemennya. Dylan melihat punggung Biru dari atas sampai bawah. Biru benar-benar menarik perhatian. Jantung Dylan berdetak kencang saat dia melihat Biru. Dia menurunkan tasnya. Dia lalu berjalan mendekat ke arah Biru dan memeluk Biru dari belakang.


Biru langsung terdiam dan Dylan membenamkan kepalanya di leher Biru. Dia mencium leher Biru.


"Sayang... Aku merindukanmu. Aroma tubuhmu sangat enak. Aku sangat menyukainya." Ucap Dylan.


Dia mulai mencium setiap inci leher Biru. Tingkahnya itu membuat Biru merasa panas.


Dylan merasa semakin panas dengan situasi yang ada. Dia membalikkan kepala Biru dan mencium bibir Biru terus menerus. Menggunakan satu tangannya, Biru mematikan api di kompor kemudian dia membalas ciuman Dylan.


"Dylan makanannya..." Ucap Biru.


"Nanti saja." Balas Dylan seraya menutup mulut Biru dengan bibirnya.


Dia menggendong Biru keluar dari dalam dapur menuju sofa. Dia duduk di sana dan membuat Biru duduk di pangkuannya dan mereka tidak melepaskan ciuman mereka.


Dylan menaruh satu tangannya di leher Biru. Sementara tangannya yang lain mengusap punggung Biru tangan Biru memeluk leher Dylan, mereka benar-benar dipenuhi hasrat.

__ADS_1


Setelah semuanya selesai mereka membersihkan diri dan kembali ke dapur dan Biru kembali melanjutkan untuk menyiapkan makanan mereka dan menikmati makan malam mereka dengan Dylan yang terus menatap Biru.


Beberapa saat kemudian...


Mereka duduk di sofa. Dylan tengah mengetik di laptopnya, sementara Biru menyandarkan kepalanya di sofa. Dia tengah memainkan ponselnya. Dia tengah mengirim pesan dengan Hery dan Ruby. Dia juga mengirim beberapa pesan kepada Sarah. Ini sudah cukup lama mereka tidak bertemu.


Biru menatap Dylan yang sibuk dan fokus dengan pekerjaannya. Dylan terlihat begitu sempurna. Dylan terlihat lebih menarik saat dia tengah serius dengan pekerjaannya. Saat ini dia hanya mengenakan celana pendek dan tanpa pakaian yang membuatnya terlihat begitu seksi.


Biru menggigit bibirnya sendiri dan dia juga tersenyum pada dirinya sendiri. Wajahnya merona dengan pikirannya sendiri.


Dylan melirik ke arah Biru yang mencuri pandang ke arahnya. Dia melihat wajah Biru yang merona dan cara Biru menggigit bibirnya sendiri membuat Dylan ingin memakan Biru lagi. Saat ini Biru mengenakan pakaian Dylan yang membuat Biru terlihat seksi. Dylan sangat suka melihat Biru mengenakan pakaian miliknya.


Tiba-tiba Biru berdiri dan berjalan menuju dapur. Dia mengeluarkan minuman favoritnya, Bubble Tea, dari lemari pendingin dan berjalan kembali ke sofa. Dia tersenyum seperti anak kecil.


Dylan menggelengkan kepalanya dan tersenyum. Biru tetaplah Biru. Dia tetap seperti gadis remaja saat dia meminum bubble tea dan itulah yang membuat Dylan sangat mencintai dirinya.


Sebelum Biru kembali ke tempatnya duduk, Dylan menutup laptopnya dan memegang tangan Biru dan membuat Biru duduk di pangkuannya.


Biru begitu terkejut dan minumannya hampir saja terjatuh. Dylan mengambil minuman Biru dan langsung menyesapnya kemudian menaruhnya di atas meja. Dia mengusap wajah Biru dan melepaskan ikatan rambut Biru. Dia mengusap rambut Biru dan menyeka beberapa helai rambut Biru di belakang telinganya. Dia lalu mencium pipi Biru.


"Aku mencintaimu." Bisik Dylan di telinga Biru.


Biru menaruh tangannya di leher Dylan. Dia mendekatkan bibirnya di telinga Dylan dan juga berbisik.


"Aku juga mencintaimu."

__ADS_1


Dylan mendekatkan kening mereka berdua dan dia mencium bibir Biru dengan erat. Mereka menatap satu sama lain kemudian mereka berciuman lagi. Biru merasa dia tidak ingin momen itu berakhir. Dia sangat mencintai Dylan. Dia merasa dia semakin terikat dengan Dylan.


Bersambung...


__ADS_2