Takdir Cinta Biru

Takdir Cinta Biru
Menjadi Posesif


__ADS_3

Waktu berlalu dengan cepat. Biru dan yang lainnya sampai di akhir semester perkuliahan. Biru tampak keluar dari dalam kelasnya setelah menyelesaikan tes akhirnya. Dia pergi ke kantin, dan Sarah sudah menunggu dirinya di sana. Mereka berdua mulai memesan beberapa makanan dan mengobrol tentang sulitnya tes mereka. Tapi mereka juga lega karena akhirnya ujian mereka sudah berakhir.


Sarah juga menanyakan kepada Biru tentang Dylan. Sejak malam tahun baru, Biru dan Dylan memang sudah resmi menjadi sepasang kekasih. Sarah juga sudah tahu tentang hal itu.


Biru mengatakan kepada Sarah, bahwa Dylan memperlakukannya dengan baik dan bahkan Dylan jauh lebih posesif lagi sekarang. Mendengar hal itu, Sarah merasa bahagia untuk Biru.


Hubungan Biru dan Dylan yang begitu dekat, mengundang kecemburuan dari banyak gadis di kampus terutama Alexa dan Jenny. Alexa sangat kesal dengan fakta bahwa Dylan dan Biru berkencan dan Jenny begitu marah karena Dylan benar-benar tidak menghiraukannya.


Emily yang sudah menyukai Dylan sejak lama, sekarang menjadi lebih dewasa. Dia menyadari bahwa dia tidak bisa memaksakan perasaan seseorang sekarang. Dia mencoba untuk terlihat lebih baik di sisi Biru. Dia bahkan bersyukur bahwa Dylan dan Biru berhubungan jika dibandingkan dengan Dylan harus berhubungan dengan Alexa atau Jenny.


Emily tahu bahwa Alexa bukanlah orang yang baik. Sementara Jenny hanyalah gadis yang manja.


Biru masih bersama Sarah di kantin saat sebuah panggilan masuk ke ponselnya. Biru tersenyum melihat nama pemanggil itu. Dia dengan cepat menjawab panggilannya.


"Hai sayang." Ucap Dylan dari sambungan telepon itu.


"Hei." Balas Biru.


"Bagaimana ujian mu?" Tanya Dylan.


"Tidak buruk." Balas Biru.


"Di mana kau sekarang?" Tanya Dylan lagi.


"Aku sedang bersama Sarah di kantin." Balas Biru seraya menatap Sarah yang tengah makan.


"Oh." Balas Dylan.


"Apa kau sudah makan? Di mana kau Dylan? Apa kau datang ke kampus?" Tanya Biru.

__ADS_1


"Aku dalam perjalanan menuju kantor. Aku minta maaf. Aku harus meninggalkan kampus setelah ujian dan aku harus langsung pergi ke perusahaan." Ucap Dylan.


Biru sedikit kesal. Tapi dia hanya bisa diam.


"Tapi nanti malam aku akan pergi ke apartemen mu. Kita bisa makan malam bersama." Ucap Dylan.


"Baik." Balas Biru.


"Sampai ketemu nanti sayang." Ucap Dylan seraya mengendarai mobilnya dengan perlahan.


"Hati-hati." Ucap Biru.


"Aku mencintaimu Princess." Ucap Dylan.


"Aku juga mencintaimu." Balas Biru.


Setelah itu Sarah dan Biru berjalan keluar dari kampus. Sarah menarik Biru ke sebuah mall. Mereka lalu pergi ke tempat karaoke. Sarah mengatakan dia ingin melepaskan rasa stresnya. Mereka berdua lalu bernyanyi di sana sampai mereka puas. Kemudian mereka kembali ke apartemen mereka masing-masing.


...----------------...


Biru duduk di sofa apartemennya dan melihat ke arah jam yang sudah menunjukkan hampir jam 08.00 malam. Tapi Dylan belum juga menunjukkan dirinya untuk datang. Biru lantas menghidupkan televisi dan menonton drama Korea seraya makan popcorn.


Biru mengalihkan pandangannya ke arah meja makan. Dia tampak menghela nafas panjang. Dia sudah masak dengan begitu cepat setelah pulang ke rumah dari mall tadi. Tapi sekarang dia merasa kesal karena apa yang sudah dia lakukan terasa sia-sia. Makanan di meja sudah dingin dan Dylan belum juga datang.


'Apakah dia sesibuk itu?' tanya Biru dalam hati.


Tanpa sadar, Biru akhirnya tertidur di sofa ruang tamu. Saat dia terbangun dia melihat jam sudah menunjukkan pukul 10.00 malam. Dia melihat ke sekeliling dan ternyata Dylan belum juga datang. Dia merasa semakin kesal.


Dia lalu bangun dan mulai membersihkan makanan yang ada di atas meja dan memasukkannya ke dalam lemari pendingin.

__ADS_1


Kemudian dia pergi ke kamarnya setelah mematikan televisi dan lampu di ruang tamu.


...----------------...


Hari berikutnya...


Biru tidak perlu pergi ke kampus karena ujiannya sudah berakhir dan dia harus bekerja pukul 01.00 siang nanti. Jadi dia berencana untuk pergi setelah makan siang. Tapi setelah membuka lemari pendingin dan melihat makanan yang kemarin, dia menjadi semakin kesal.


Dia merasa kesal dan begitu marah kepada Dylan.


'Jika saja dia memang tidak bisa datang, setidaknya dia memberitahukan kepadaku.' ucap Biru dalam hati.


Hal terburuk yang dirasakan Biru adalah saat dia mencoba untuk menghubungi Dylan, tapi ponsel Dylan malah tidak aktif.


Biru berjalan menuju kamar mandi dan setelah selesai mandi, dia mengganti pakaiannya lalu berjalan keluar dari dalam apartemennya. Dia memilih untuk sarapan di salah satu gerai makanan cepat saji yang berada dekat dengan apartemennya.


Dia memegang sebuah burger dan matanya melihat ke arah jalanan di luar jendela. Dia berpikir seorang diri tentang apa yang dirasakannya. Dia tidak pernah merasakan perasaan yang seperti itu sebelumnya.


Sebelumnya saat dia dan Dylan belum berkencan, dia tidak pernah merasa kesal atau marah jika Dylan tidak datang ke apartemennya atau tidak memenuhi janjinya. Tapi sekarang Biru merasa dirinya lebih mudah emosional, lebih mudah cemburu, lebih mudah sakit hati dan lebih mudah kesal.


'Kenapa aku merasa bahwa diriku sendiri lebih posesif kepada Dylan sekarang?' pikir Biru.


Biru merasa dirinya sendiri mulai menjadi orang yang tidak baik dan ada ketakutan akan kehilangan dalam dirinya. Dia sendiri tidak suka akan hal itu dan karena hal itu, dia pun membenci dirinya sendiri karena memiliki sifat seperti itu.


"Kenapa aku menjadi seperti ini? Apakah ini semua karena cinta?" Tanya Biru pada dirinya sendiri.


Setelah selesai sarapan, Biru memutuskan untuk pergi ke tempat kerjanya lebih cepat. Dia merasa bahwa dia harus segera untuk mengalihkan pikirannya. Dia tidak mau menjadi egois dan orang yang tidak baik. Walaupun dia pernah mendengar orang-orang berkata bahwa orang yang jatuh cinta adalah orang yang egois. Tapi dia tidak mau menjadi bagian dari orang-orang yang seperti itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2