
Saat Biru tiba di parkiran, Dylan memberikan tanda untuknya agar masuk ke dalam mobil. Biru lantas masuk ke dalam mobil Dylan.
Dylan dengan cepat mengalihkan wajah Biru ke arahnya. Dia memegang dagu Biru dan saat dia melihat wajah Biru yang bengkak, dia pun mengumpat.
"Sial!" Umpat Dylan.
Kemudian Dylan melihat ke arah Biru dan memarahi Biru.
"Apa kau bodoh? Kenapa kau membiarkan dia memukulmu? Kenapa kau tidak melawan balik?" Ucap Dylan.
Biru tampak kesal. Wajahnya masih terasa sakit, tapi sekarang dia malah dimarahi oleh Dylan. Dia merasa begitu kesal dan dia pun mendorong tangan Dylan menjauh untuk memegang dagunya.
"Kenapa kau mencari aku jika kau mencari ku hanya untuk memarahi aku?" Ucap Biru. "Baiklah, aku ini bodoh. Kau puas?" Lanjut Biru.
Biru kemudian mengalihkan pandangannya ke arah jendela dengan matanya yang mulai berair. Dia merasa begitu sedih. Dylan pun merasa bersalah dan hatinya merasa terluka saat dia melihat Biru seperti itu. Dia lalu mengangkat tangannya dan menarik Biru ke arah pelukannya.
"Aku minta maaf. Aku tidak bermaksud untuk memarahi mu. Aku hanya khawatir terhadap dirimu." Ucap Dylan.
Dia memegang pipi Biru dan mengusapnya perlahan.
__ADS_1
"Apa masih sakit?" Tanya Dylan.
Biru tidak menjawab pertanyaan dari Dylan. Dia mengusap rambut Biru dan mencium kening Biru kemudian mengusap air mata Biru.
"Aku minta maaf Princess." Ucap Dylan.
Biru hanya menganggukkan kepalanya.
Setelah itu Dylan lalu mengendarai mobilnya pergi dari parkiran kampus.
Beberapa saat kemudian, mereka akhirnya tiba di apartemen Biru. Dylan mengeluarkan obat oles dari dalam laci kemudian menaruhnya perlahan di wajah Biru.
"Terima kasih Dylan. Aku sudah baik-baik saja sekarang." Ucapnya.
Biru lalu berdiri dan berjalan menjauh dari Dylan.
Dylan melihat sikap Biru yang aneh. Dia merasa bahwa Biru akhir-akhir ini mulai menjaga jarak dari dirinya. Biru lalu berjalan ke arah kamarnya dan mengeluarkan pakaiannya kemudian berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Dylan yang mengikuti dirinya tetap terdiam saat dia melihat Biru masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah beberapa saat, Biru keluar dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
Dia berkata, "aku akan menyiapkan makan malam." Dia lalu kembali bertanya kepada Dylan, "apakah kau mau makan atau tidak?"
Dylan yang melihat perasaan Biru yang membaik merasa lega.
"Aku akan tinggal untuk makan malam bersama mu." Balas Dylan dengan tersenyum. "Tapi aku ingin mandi lebih dulu." Lanjut Dylan.
Biru berkata, "kau bisa untuk mengambil pakaianmu sendiri. Pakaian mu ada di dalam lemari ku."
"Baiklah." Balas Dylan.
Biru lalu keluar dari dalam kamar. Sementara Dylan berjalan ke arah lemari dan mengeluarkan pakaiannya.
Saat dia hendak menutup pintu lemari, dia melihat ada sebuah album foto disana. Dia lalu mengeluarkan album foto itu kemudian membukanya dan melihatnya.
Dylan melihat beberapa foto seorang gadis kecil. Tiba-tiba wajah Dylan berubah. Tangannya merasa gemetar. Dia lalu mengeluarkan ponselnya dan mengambil beberapa foto itu dengan ponselnya.
Biru yang berada di dapur berpikir bahwa Dylan mungkin tidak menemukan pakaiannya. Jadi dia masuk ke dalam kamarnya.
"Dylan, apa kau menemukan pakaianmu?" Tanya Biru.
__ADS_1
Bersambung...