Takdir Cinta Biru

Takdir Cinta Biru
Berpikir


__ADS_3

Sejak hari itu mereka berdua semakin menjauh. Dylan terlihat sangat sibuk. Biru tidak tahu kenapa. Mereka jarang bertemu satu sama lain. Dylan selalu pulang tengah malam saat Biru sudah tertidur dan di pagi harinya Dylan sudah pergi saat Biru terbangun. Hanya ada satu hal yang Biru rasakan dari dalam diri Dylan yaitu pelukan Dylan di tengah malam dan Biru merasa bersyukur akan hal itu.


Biru tahu bahwa Dylan pasti sangat sibuk akhir-akhir ini Terutama sejak Dylan mengambil alih perusahaan tempatnya bekerja. Dylan menjadi begitu sibuk dengan jadwal kerjanya. Kadang-kadang itu membuat sangat sulit bagi Dylan untuk memiliki waktu bersama Biru.


Dylan juga harus menghandle perusahaan Papanya karena hanya dialah pewaris dari bisnis keluarganya. Biru tahu dengan baik tentang kondisi itu. Dia mengerti akan kondisi Dylan dan dia mencoba yang terbaik untuk tetap berada di samping Dylan, untuk mendukung Dylan.


Tapi akhir-akhir ini Biru mulai merasa kesepian karena Dylan sering pergi ke luar kota bahkan ke luar negeri untuk melakukan perjalanan bisnis.


Awalnya Dylan selalu memberi tahu Biru tentang kepergiannya tapi setelah beberapa saat, Dylan mulai lupa. Biru selalu bangun keesokan paginya dan tidak melihat Dylan beberapa hari dan Biru hanya mengetahui satu hal di berita tentang Dylan yang mulai sukses dalam hasil bisnisnya. Biru tentu saja mulai merasa diabaikan.


Biru mengakui bahwa Dylan memang mulai berubah. Dylan menjadi semakin sangat sibuk dalam hal bisnis seperti hari ini, Biru terbangun dan tidak mendapati Dylan lagi. Dylan sudah pergi tanpa mengatakan apapun padanya.


Biru melihat sekeliling kamar. Dia merasa hampa. Dia merasakan suatu perasaaan yang tidak nyaman di dalam hatinya.


'Apakah itu karena apa yang aku dengar semalam?' tanya Biru dalam hati.


Mereka sudah hidup bersama selama 1 tahun lebih dan juga sudah berkencan hampir 4 tahun. Biru selalu berpikir hubungan mereka itu normal. Tapi sampai tadi malam, saat Biru makan malam dengan teman-teman kantornya, beberapa dari mereka mengobrol tentang kekasih mereka.

__ADS_1


Teman kantor Biru, Rara sudah dilamar oleh kekasihnya setelah 2 tahun berkencan. Beberapa dari mereka sudah membeli mobil dan rumah untuk masa depan mereka dan kekasih mereka mengambil inisiatif untuk bertemu dengan orang tua para kekasih mereka.


Rara berkata, "jika seorang pria serius dengan seorang wanita maka pria itu akan membawa wanita mereka pulang ke rumah mereka dan memperkenalkan wanita mereka kepada orang tuanya atau dengan keluarga mereka atau mereka akan meminta kekasih mereka untuk membawa mereka bertemu dengan keluarga kekasih mereka.


Jika tidak seperti itu maka bisa dipastikan bahwa seorang pria tidak serius dalam hubungan mereka."


Saat Biru mendengar hal itu dia bertanya kepada mereka.


"Kenapa memangnya jika seorang pria tidak mau membawa kekasih mereka bertemu dengan keluarga mereka?"


Teman Biru, Alia yang berusia 2 tahun lebih dewasa dari Biru berkata, "mungkin pria itu berpikir bahwa kekasihnya tidak pantas atau mungkin dia hanya bermain-main dengan kekasihnya atau mungkin dia sudah mempunyai seorang tunangan. Jadi dia menganggap kekasihnya itu hanya sebagai wanita simpanan."


Biru mengingat bahwa Sarah pernah mengatakan kepada dirinya bahwa dia sudah membawa Kenzo bertemu dengan keluarganya dan mereka sangat menyukai Kenzo. Sarah juga mengatakan bahwa dia sudah bertemu dengan orang tua Kenzo bahkan walaupun itu hanya melalui video call karena orang tua Kenzo yang tengah berada di luar negeri.


Lalu bagaimana dengan Biru sendiri?


Biru tentu saja tidak bisa membawa Dylan bertemu keluarganya karena dia tidak punya keluarga. Orang tua angkatnya sudah lama meninggal. Sementara keluarga biologisnya belum juga ditemukan. Tapi Dylan punya keluarga.

__ADS_1


Sejak mereka bersama, Dylan tidak pernah memberitahukan atau mengatakan apapun tentang keluarganya kepada Biru. Dylan jarang sekali membicarakan tentang dirinya sendiri apalagi keluarganya.


Dylan juga tidak pernah membawa Biru pergi berlibur atau bahkan bertemu dengan teman-temannya selain Louis dan Morgan.


Air mata Biru menggenang. Dia mengingat bahwa Jenny salah seorang wanita yang pernah dijodohkan dengan Dylan dulu di masa kuliah mengatakan kepadanya bahwa Biru tidak pantas berada di sisi Dylan karena Biru bukan siapa-siapa. Dylan hanya bermain-main dengannya karena Dylan tentu saja akan menikah dengan seorang wanita yang setara dengan dirinya dan Biru hanya bisa menjadi wanita simpanan Dylan.


Saat itu Biru tidak menganggap hal itu serius. Tapi sekarang setelah berkencan dengan Dylan dalam waktu yang cukup lama dan setelah dia mendengar teman-temannya mengatakan hal semalam, Biru mulai berpikir tentang meragukan hubungan mereka.


'Ke mana hubungan kami akan berakhir? Akankah hubungan kami terus berlanjut seperti ini? Dengan tinggal bersama seperti ini?' pikir Biru.


Dylan memang tidak pernah memberikan komitmen tentang hubungan mereka selain berkencan.


Biru menertawakan dirinya sendiri. Dia merasa begitu bodoh. Kali ini semuanya membuat Biru menyadari bahwa dia tidak mengetahui apapun tentang Dylan. Sekarang dia juga merasa bahwa Dylan begitu misterius.


...----------------...


Setelah membereskan kamar, Biru dengan cepat berjalan keluar dari apartemen dan pergi bekerja. Biru tetap berada di apartemennya selama beberapa hari hatinya merasa kacau.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2