
Biru lalu mulai menolak setiap ajakan Morgan dan Louis. Biru juga selalu mengatakan bahwa dia sibuk dan memiliki banyak tugas kepada mereka berdua. Dia takut jika Dylan akan ada di sana juga.
Saat Emily mendengar kabar tentang Jenny, dia juga kecewa tapi sekaligus juga bahagia karena akhirnya Biru sudah dicampakkan oleh Dylan.
'Wanita miskin itu akhirnya dicampakkan.' pikir Emily.
Sementara Alexa sendiri mencoba untuk merasa simpati kepada Biru. Tapi sebenarnya di dalam hatinya dia menertawakan Biru. Satu-satunya orang yang bersikap baik kepada Biru adalah Sarah.
Sarah merasa sedih untuk Biru. Saat dia mendengar rumor itu, Sarah merasa sedih untuk Biru. Jadi dia ingin membela Biru tapi Biru menggelengkan kepalanya dan mengatakan kepada Sarah untuk tidak merespon mereka semua dengan gosip yang beredar itu. Biru sendiri tidak merasa terganggu sama sekali.
Saat Biru berjalan bersama Sandra, Emily berjalan mendekat ke arah Biru dan memukul pundak Biru.
"Bagaimana rasanya? Bukankah sebelumnya aku pernah memperingatkan mu bahwa seorang gadis seperti dirimu tidak pantas bersamanya sama sekali. Tapi kau selalu saja terus menggoda dirinya. Sekarang kau akan dicampakkan olehnya. Sakit bukan? Kau pantas mendapatkannya wanita ******." Ucap Emily.
Biru hanya terdiam. Dia tidak mau bertengkar dengan Emily. Tapi Sarah berbeda, dia benar-benar tidak bisa menahan itu lagi.
"Kau cemburu bukan? Siapa yang bilang Dylan mencampakkan Biru? Apakah Kau melihatnya? Dylan tetap peduli kepada Biru. Kau cemburu karena kau tidak bisa dekat dengan Dylan bukan? Bahkan walaupun Biru dicampakkan olehnya, setidaknya dia pernah dekat dengan Dylan tidak sepertimu. Dasar pecundang." Ucap Sarah.
Wajah Emily tampak merah dengan kemarahan karena dia merasa dipermalukan. Dia selalu mengepalkan tangannya selama ini. Sekarang dia tidak bisa menahannya lagi. Dia mengangkat tangannya dan hendak menampar Sarah. Tapi tepat sebelum tangannya berada di wajah Sarah, Biru lebih dulu mendorong Sarah dan tamparan Emily terjatuh di wajah Biru.
__ADS_1
Bahkan walau Emily tidak sukses menampar Sarah, tapi senyuman puas di wajahnya terlihat jelas karena dia ternyata malah menampar Biru. Sarah begitu terkejut. Dia menunjuk ke arah Emily.
"Kau...." Teriak Sarah.
Kemudian Sarah mengangkat tangannya dan ingin menampar Emily, tapi Biru menghentikan Sarah.
"Akulah yang bicara denganmu. Kenapa kau menamparnya?" Ucap Sarah.
"Ini kesalahannya sendiri. Dia yang menginginkannya." Balas Emily.
Sarah ingin bicara lagi, tapi dia ditarik menjauh oleh Biru.
"Sarah, biarkan saja." Ucap Biru.
Sarah menyentuh pipi Biru.
"Apakah sakit? Aku minta maaf. Ini semua salahku karena mulutku ini kau jadi ditampar. Aku hanya tidak bisa menahannya lagi. Tapi kenapa kau menghentikan aku, saat aku ingin membalas untuk menamparnya?" Tanya Sarah.
Biru tersenyum dan dia memegang tangan Sarah.
__ADS_1
"Sarah terima kasih. Aku tahu kau melakukan itu karena aku. Terima kasih karena kau membelaku. Tapi lain kali kita lebih baik tidak menghiraukan mereka. Kita ini dari level yang berbeda dengan mereka. Kau tahu apa maksudku bukan?" Ucap Biru.
Sarah melihat ke arah Biru dan mengangguk.
"Baiklah, kau benar Biru. Aku minta maaf." Ucap Sarah.
Biru tidak mau mendapat masalah lebih besar yang akan memberikan masalah kepada mereka. Semuanya bukan karena Biru takut. Jika itu terjadi kepadanya saja, maka tidak masalah. Tapi Sarah, dia tidak ada masalah apapun dengan semua hal itu. Jadi Biru tidak mau Sarah ikut terlibat dalam masalah itu juga.
Biru merasa begitu bersyukur memiliki sahabat seperti Sarah yang selalu ada untuk dirinya.
Sementara itu, saat Dylan mendengar tentang yang terjadi kepada Biru, dia merasa begitu marah. Dia langsung pergi mencari Emily dan memperingatkan Emily untuk menjauh dari Biru.
"Jika kau berani menyentuh Biru lagi, kau akan berurusan denganku." Ucap Dylan.
Emily mengepalkan tangannya penuh kemarahan. Dia tidak menyangka bahwa Dylan akan membela Biru.
Dia berjanji kepada dirinya sendiri bahwa suatu hari nanti, dia akan membuat Biru membayar semuanya lebih dari yang terjadi hari ini.
Dylan mengeluarkan ponselnya dan menelpon Biru. Dia bertanya kepada Biru di mana dia berada. Biru mengatakan bahwa dia tengah bersama Sarah. Dylan lalu mengatakan bahwa dia akan menunggu Biru di mobilnya. Dia mengatakan kepada Biru untuk datang kepadanya dengan cepat atau dia sendiri yang akan pergi ke sana dan menarik Biru.
__ADS_1
Biru kadang-kadang merasa kesal dengan sikap Dylan yang seperti bos itu. Dia menghentakkan kakinya dan berkata kepada Sarah bahwa dia akan pergi untuk menemui Dylan atau Dylan yang akan menariknya dari sana.
Bersambung...