Takdir Cinta Biru

Takdir Cinta Biru
Cemburu


__ADS_3

Sejak tadi Dylan yang terus terdiam akhirnya bicara dan matanya tampak menunjukkan rasa takut saat dia melihat interaksi antara Biru dan Louis.


Morgan yang duduk di sampingnya hanya tersenyum kemudian dia bertanya kepada Biru.


"Biru, apa kau sudah baik-baik saja?"


Biru menganggukkan kepalanya dan berterima kasih kepadanya karena sudah membantu dirinya hari itu.


Stelah mereka selesai makan, mereka pun berpisah. Biru berjalan keluar bersama Dylan. Tapi di saat yang bersamaan ponsel Dylan berdering. Dia berjalan ke sisi lainnya untuk menjawab panggilan itu.


Biru yang menunggu di sisi lain pintu mobil, dia mendengar seseorang memanggil dirinya.


"Biru..." Ucap orang itu.


Biru membalikkan kepalanya dan melihat seorang pria mendekat ke arahnya.


"Han..." Ucap Biru.


Dia adalah teman masa SMA Biru. Han pun berjalan mendekat ke arah Biru.


"Aku pikir aku tidak akan melihatmu lagi." Ucap Biru.


"Ini sudah cukup lama. Bagaimana kabarmu Biru?" Tanya Han.


"Aku baik. Bagaimana denganmu?" Tanya Biru.


"Seperti yang kau lihat. Aku baik." Balas Han.

__ADS_1


Kemudian Han melihat ke arah Biru dari atas ke bawah.


"Kau jauh lebih cantik sekarang Biru." Ucap Han.


Biru tampak merona dan Han meminta nomor Biru karena nomor lama Biru sudah tidak aktif. Biru lalu melihat ke arah tangannya yang masih dipegang oleh Han.


Han juga melihat ke arah tangan mereka berdua, kemudian dia tersenyum dan melepaskan tangan Biru.


"Aku minta maaf." Ucap Han.


Kemudian setelah mendapatkan nomor Biru, dia berjalan menjauh setelah mengatakan bahwa dia akan menelpon Biru nanti.


Dylan yang baru saja menyelesaikan panggilan teleponnya berbalik dan melihat semuanya. Dia langsung merasa tidak senang saat dia melihat tangan mereka saling memegang satu sama lain tadi dan saat Biru tersenyum juga tertawa bahagia saat bicara dengan pria itu.


Dylan mendekat ke arah Biru dan melewati Biru. Biru merasa bingung melihat sikap Dylan yang seperti itu.


Biru langsung berjalan mengikuti Dylan. Mereka berjalan ke arah mobil Dylan.


Dylan yang ada di depan Biru tiba-tiba berhenti dan berbalik dan Biru pun menabrak dada Dylan.


"Auuww...." Ucap Biru mengusap kepalanya dan melihat Dylan.


"Kenapa kau tiba-tiba berhenti?" Tanya Biru seraya mengusap keningnya.


Biru kemudian berjalan melewati Dylan menuju pintu mobil. Dia ingin membuka pintu mobil Dylan, tapi pintu terkunci. Dylan yang masih terdiam membalik tubuh Biru dan kemudian menatap Biru dengan tajam.


Dylan menghela nafas.

__ADS_1


'Gadis ini! Kenapa dia tidak sensitif? Apakah dia tidak tahu bahwa aku kesal dan siapa pria itu? Kenapa ada banyak pria di samping dirinya akhir-akhir ini?' ucap Dylan dalam hati.


Dia kemudian berjalan ke arah Biru dan mendekat ke arah Biru.


Biru yang melihat ke arah Dylan bertanya kepadanya.


"Apa yang ingin kau lakukan?"


Dylan melihat ke arah mata Biru dan semakin mendekat ke arah Biru yang membuat Biru merona dan merasa gugup.


"Kau berkencan dengan Louis hah? Kau berani melakukannya dan siapa pria itu tadi?" Ucap Dylan mengangkat tangannya dan mencubit pipi Biru.


"Aauuw... ini sakit." Ucap Biru.


"Sakit? Ternyata kau tahu itu juga." Ucap Dylan.


"Apa kau cemburu?" Tanya Biru.


Dylan mendekat ke arah telinga Biru dan berbisik.


"Apa yang kau pikirkan?"


Kemudian wajah Dylan mendekat ke arah Biru. Matanya melihat ke arah bibir Biru kemudian dia mencium bibir Biru dengan tangannya memeluk Biru dengan erat dan satu tangan lainnya berada di leher Biru. Biru awalnya terkejut, namun setelah itu dia mengangkat tangannya dan menaruh tangannya di leher Dylan.


Mereka berdua berciuman satu sama lain. Beberapa saat kemudian Dylan membuka pintu mobil. Biru masuk ke dalam dengan wajah yang terasa panas. Dylan berjalan ke sisi lain mobil dan masuk Dylan mengendarai mobilnya dan pergi setelah itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2