Takdir Cinta Biru

Takdir Cinta Biru
Berubah


__ADS_3

Hari-hari berlalu...


Biru akan selalu tertidur saat Dylan pulang ke rumah dan saat pagi datang, Biru diam-diam membuatkan sarapan untuk Dylan dan pergi bekerja.


Dylan merasa tidak senang dengan apa yang terjadi.


'Apa yang salah dengan hubungan kami? Apakah Biru mencoba untuk tidak menghiraukan aku?' tanya Dylan dalam hati.


Seperti hari ini saat Dylan mengatakan kepada Biru bahwa dia akan berada di luar kota selama beberapa hari, Biru hanya merespon dengan senyuman dan mengatakan kepada Dylan untuk berhati-hati dan Dylan sama sekali tidak menyukai hal itu.


Setelah Dylan pergi, Biru pergi bekerja dan malam harinya Biru pergi makan malam dengan Sarah. Mereka tak sengaja bertemu dengan teman masa SMA mereka, Alia dan Lisa. Kedua temannya itu menarik Biru pergi ke sebuah klub dan Sarah juga ditarik ikut bersama mereka.


Saat mereka tiba di klub itu, Biru melihat beberapa teman familiar nya. Mereka juga merupakan teman masa SMA Biru.


Zayn dan Hery juga ada di sana. Mereka berdua terkejut melihat kedatangan Biru. Alia pun menjelaskan semuanya bahwa mereka bertemu Biru di restoran.


Biru dan Sarah duduk di samping Zayn dan Hery.


Hery mengatakan kepada Biru bahwa besok dia akan kembali ke Paris. Biru merasa sedikit sedih karena dia merindukan Ruby. Hery lantas bertanya apakah Biru akan mengikutinya. Tapi Biru hanya menggelengkan kepalanya.


Alia lalu datang dan menarik Biru menuju lantai dansa. Awalnya Biru menolak, tapi Alia dan beberapa teman lainnya memaksa Biru.


Biru pun mulai menari mengikuti irama musik yang ada. Biru tersenyum bahagia. Dia pikir, mungkin hal ini bisa menghilangkan kesedihannya untuk sementara.


Sementara itu Zayn melihat ke arah Biru dengan hati yang terluka. Dia tahu bahwa Biru sedang sakit. Dia tidak sengaja melihat hasil tes pemeriksaan Biru saat dia mengantar Biru kembali hari itu.


Zayn melihat ke arah Biru yang tengah menari dan dia melihat seorang pria mendekat ke arah Biru dan mencoba untuk menari lengan Biru tangannya. Pria itu mencoba untuk memegang pinggang Biru dan dia semakin mendekat ke arah Biru. Pria itu juga ingin mencium Biru. Zayn yang tahu bahwa Biru sedikit mabuk, dia dengan cepat berjalan ke arah Biru dan menarik pinggang Biru kemudian menarik Biru ke dalam pelukannya. Dia menatap ke arah pria itu.


Pria itu pun berjalan menjauh.


"Terima kasih." Ucap Biru.

__ADS_1


Mereka melihat satu sama lain dan wajah mereka sangat dekat. Mereka bahkan bisa merasakan wajah mereka yang terasa panas. Mata Zayn melihat ke arah bibir Biru. Rasanya seolah dia ingin mencium Biru. Tapi tiba-tiba dia menyadari hal itu dan melepaskan pelukannya dari tubuh Biru.


Biru tampak merona. Zayn menarik tangan Biru dan meninggalkan lantai dansa. Tanpa mereka ketahui salah seorang teman mereka mengambil foto mereka saat berada di lantai dansa.


Mereka kembali ke kursi mereka. Sarah dan Hery mendekat ke arah mereka dan bertanya apakah Biru baik-baik saja. Mereka berdua duduk dan Biru mengangguk dia mengambil gelas dan minum lagi dan lagi. Sarah merasa khawatir kepada Biru. Dia mencoba untuk menghentikan Biru. Zayn melihat ke arah Biru dengan terluka. Xia bisa melihat kesedihan di dalam mata Biru.


Saat mata mereka saling bertemu, Biru dengan cepat mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Sarah melihat ke arah Zayn dan Hery. Kemudian mereka setuju untuk mengantar Biru pulang karena Biru sudah mabuk. Zayn lalu mengantar mereka. Sarah mengatakan kepada Zayn untuk membawa mereka ke apartemen Biru. Dia sebenarnya ingin membawa Biru pulang ke rumahnya. Tapi melihat kondisi Biru yang seperti itu, dia merasa lebih baik untuk membawa Biru ke apartemennya sendiri.


Sarah pun menginap di sana untuk menemani Biru.


...----------------...


Hari berikutnya Biru bangun dengan merasakan sakit kepala yang amat sangat. Dia lalu berlari dengan cepat ke arah kamar mandi dan muntah. Sarah datang dan dia memberikan air minum untuk Biru.


Biru berterima kasih kepada Sarah. Dia memeluk Sarah dengan erat. Sarah tahu bahwa Biru pasti mempunyai sebuah masalah. Biru yang tidak mau mengatakan apapun kepadanya membuat Sarah hanya bisa diam.


Setelah mengemasi barang-barang Biru, Sarah menelepon taksi dan mereka berdua pergi ke rumah Sarah untuk mengambil koper Sarah. Kemudian mereka pergi ke bandara karena mereka akan pergi liburan ke sebuah resort yang ada di kota x.


Biru meminta maaf atas kebodohannya. Karena semalam dia mabuk, mereka hampir saja terlambat untuk liburan mereka.


Setelah 2 jam penerbangan, mereka tiba di bandara kota x. Mereka lalu memanggil taksi menuju resort.


Resort itu sangat indah Biru dan Sarah melihat ke arah kamar mereka dan pemandangan yang terlihat dari kamar mereka begitu menakjubkan. Biru duduk di samping jendela. Dia lalu membuka ponselnya dan melihat dua panggilan tak terjawab dari Dylan. Biru menaruh ponselnya kembali di atas meja setelah mengaktifkan mode diam. Dia butuh waktu untuk berpikir. Butuh waktu untuk sendirian.


Dia lalu membuka pintu balkon dan berjalan keluar. Sarah melihat ke arah Biru dan berjalan mendekat ke arah Biru dan duduk di sampingnya.


"Wow pemandangannya sangat indah. Tidak heran semua orang suka datang kemari untuk liburan." Ucap Sarah.


"Iya ini sangat indah." Balas Biru.

__ADS_1


Kemudian Biru melihat ke arah Sarah dengan matanya dipenuhi dengan kesedihan.


'Berapa banyak waktu lagi yang bisa aku habiskan dengan Sarah?' tanya Biru dalam hati.


Sarah adalah sahabat baik Biru selain Ruby. Biru akan merindukan Sarah.


Sarah yang merasa Biru melihat ke arahnya, membuat dia mengalihkan wajahnya untuk menatap Biru. Dia melihat mata Biru yang memerah.


"Kenapa? Apa kau merasa begitu tersentuh karena ada di sini?" Tanya Sarah.


"Terima kasih bestie. Terima kasih untuk semuanya." Ucap Biru.


Sarah menepuk punggung Biru. Dia merasa aneh dengan sikap Biru yang seperti itu. Dia pun bertanya kepada Biru.


"Hei ada apa sebenarnya?" Tanya Sarah.


Biru mengusap air matanya. Dia menggelengkan kepalanya.


"Tidak ada apa-apa. Aku hanya sangat bahagia." Balas Biru.


Biru lalu melepaskan pelukannya. Dia memegang tangan Sarah dan melanjutkan ucapannya.


"Sarah aku serius. Aku sangat bahagia. Kaulah yang terbaik. Jangan lupa untuk membawaku kemari lagi. Kau sebentar lagi akan menjadi Nyonya Kenzo. Jadi kau akan menjadi orang yang sangat kaya. Jangan lupa untuk mentraktir aku dengan membawaku pergi liburan seperti ini." Ucap Biru.


Sarah tampak merona. Dia memukul tangan Biru.


"Siapa Nyonya Kenzo?" Ucap Sarah.


Biru menggoda Sarah lagi dan lagi. Mereka berdua lalu mulai membicarakan tentang saat masa kuliah mereka dulu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2