Takdir Cinta Biru

Takdir Cinta Biru
Terluka


__ADS_3

Biru meninggalkan kantor dan pergi ke rumah sakit saat makan siang. Dokter mengatakan kepadanya untuk memulai perawatan yang harus dia lakukan.


Biru berjalan dengan malas ke arah halte bus setelah berjalan keluar dari dalam rumah sakit.


Tiba-tiba sebuah motor mendekat ke arahnya dan hampir menabrak Biru. Untungnya seseorang menarik Biru ke tepi jalan. Saat Biru melihat orang itu, ternyata dia adalah Zayn.


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Zayn pada Biru.


Biru kembali pada kesadarannya dan wajahnya tampak pucat.


"Aku baik-baik saja." Ucap Biru.


Ada sedikit luka di lututnya. Tapi saat dia melihat ke arah Zayn, ternyata kondisi Zayn lebih parah dibandingkan dirinya. Biru tampak gemetar. Dia hampir saja meninggal jika Zayn tidak menyelamatkannya. Tapi lengan Zayn tampak berdarah. Biru pun merasa sangat bersalah.


"Aku minta maaf. Aku menyebabkan hal ini terjadi kepadamu." Ucap Biru.


Melihat Biru yang gemetar, Zayn dengan cepat memegang tangan Biru dan berkata padanya.


"Biru tidak apa-apa, oke. Ini baik-baik saja, hanya sedikit luka. Tapi lutut mu berdarah. Biarkan aku membawamu kembali ke rumah sakit. Kau harus diobati oleh Dokter." Ucap Zayn.


Mereka berdua lalu kembali berjalan masuk ke rumah sakit.


Sebenarnya saat Biru berjalan keluar dari rumah sakit, Zayn juga ada di lobi rumah sakit. Dia mengikuti Biru dan melihat Biru berjalan dengan melamun. Tiba-tiba sebuah motor melaju dengan cepat dan hampir menabrak Biru.


Zayn tidak tahu apakah pengendara motor itu dengan sengaja menabrak Biru atau hanya ingin merampok tas Biru. Zayn hanya merasa panik dan dengan cepat berlari ke arah Biru dan menarik Biru ke tepi jalan. Kemudian mereka berdua terjatuh ke jalanan.


Saat dia berjalan masuk ke dalam ruangan itu, dokter sudah merawat luka Biru. Dia memberikan sebuah paper bag pada Biru.


Biru melihat apa yang ada dalam tas itu.


"Rok mu sobek." Ucap Zayn menunjuk ke arah rok Biru.


Biru melihat ke arah roknya yang memang sobek. Dia lalu berterima kasih kepada Zayn sebelum berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Setelah berganti rok, mereka berdua berjalan menuju kantin yang ada di rumah sakit.

__ADS_1


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Zayn pada Biru.


Dia melihat wajah Biru yang masih sedikit pucat.


"Aku baik-baik saja, terima kasih. Jika tidak karena bantuan mu mungkin aku..."


"Shhh... Jangan katakan itu Biru. Bagaimana kabarmu sekarang?" Tanya Zayn.


Biru melihat ke arah Zayn dengan sedikit bingung.


"Aku minta maaf Biru. Aku secara tidak sengaja mengetahui tentang kondisimu. Apakah kau sudah melakukan perawatan?" Tanya Zayn.


Biru melihat ke arah Zayn. Matanya berair. Dia menggelengkan kepalanya.


"Kenapa? Apa kau merasa kesulitan? Jangan marah, aku tidak bermaksud untuk memandang mu rendah. Tapi Biru, aku ingin membantumu. Kau adalah temanku." Ucap Zayn.


"Aku tahu, terima kasih Zayn." Balas Biru.


Biru menggelengkan kepalanya.


"Kenapa kau tidak memberitahukan kepdanya? Dia sangat mencintaimu. Dia pasti akan membantumu." Ucap Zayn.


"Aku tidak mau menyusahkan nya." Balas Biru.


"Bagaimana dengan Sarah dia sahabat baikmu dan bagaimana juga dengan Ruby?" Tanya Zayn lagi.


Biru menggelengkan kepalanya lagi. Matanya melihat keluar jendela.


"Aku tidak mau mereka sedih." Ucap Biru.


"Tapi Biru, kau tidak bisa menyembunyikan hal ini selamanya. Kau membutuhkan perawatan. Kau tahu kondisimu bukan? Bagaimana bisa kau tidak mengatakannya kepada mereka?" Ucap Zayn.


"Zayn, tolong. Aku mohon padamu untuk tetap menjaga rahasia ini lebih dulu. Aku tidak siap mengatakan hal ini kepada mereka. Berikan aku waktu. Aku begitu ketakutan. Aku tidak tahu berapa lama waktu yang masih aku punya. Aku tidak tahu jika aku masih bisa bertahan atau tidak. Aku hanya ingin menghabiskan waktuku sebanyak mungkin dengan mereka." Ucap Biru.

__ADS_1


"Tapi Biru..." Ucap Zayn.


"Ku mohon Zayn." Ucap Biru.


Melihat mata Biru yang berair, Zayn memegang tangan Biru dan memberikan dukungannya.


"Biru ingatlah bahwa aku selalu ada di sini untukmu. Bukan hanya aku, tapi kami semua. Sarah, Ruby dan juga Hery. Jangan sedih." Ucap Zayn.


"Terima kasih Zayn." Balas Biru.


Zayn lalu mengantar Biru kembali ke perusahaannya. Kemudian dia pergi.


Saat Dylan kembali ke kantor, dia membuka ponselnya lagi. Tapi dia begitu terkejut melihat Biru berjalan masuk dengan kotak makan siang.


'Ke mana dia pergi saat makan siang? Kenapa dia baru saja ingin makan siang sekarang?' tanya Dylan dalam hati.


Dylan lalu menelepon Leo. Setelah 10 menit, Leo mengatakan kepada Dylan bahwa saat orang yang disuruh mengantar makanan pergi, Biru sudah meninggalkan kantor dan dia baru saja kembali sekarang.


Mata Dylan lalu menatap ke arah monitor. Dia melihat sesuatu yang berbeda dari Biru. Sekarang Biru mengenakan rok panjang berwarna pink.


'Kenapa dia tiba-tiba mengganti roknya?' tanya Dylan dalam hati.


Tiba-tiba sebuah pemberitahuan masuk. Dylan membuka ponselnya dan melihat sebuah foto Biru dan Zayn yang tengah berpegangan tangan di sebuah cafe.


Darah Dylan terasa mendidih. Matanya melihat seolah dia ingin membunuh seseorang. Dia mengutuk Biru di dalam hatinya. Dia ingin bergegas pergi untuk bertanya kepada Biru. Tapi dia masih ada meeting penting dan meeting itu akan segera dimulai.


Saat meeting dimulai, tidak ada yang berani melihat ke arahnya. Mereka bisa merasakan Dylan yang tampak tengah marah. Meeting berjalan cukup lama dan begitu penuh dengan ketakutan.


Dylan menolak semua proposal yang diajukan karyawannya dan memarahi mereka semua. Setelah dia meninggalkan ruangan meeting, semua karyawannya bisa bernafas lega.


Dylan kembali ke ruangannya dan mengambil kunci mobilnya setelah memberikan perintah kepada Leo. Dia pun meninggalkan ruangannya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2